Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 159


__ADS_3

"Elle ayo sini," panggil Deandra pada Ellea seperti anak-anak yang mengajak bermain temannya.


Putri bungsu Hansel itu sedang melakukan terapi agar bisa berjalan normal kembali. Ia latihan berjalan menggunakan alat bantu walker yang menggunakan roda.


"Edric aku tidak mau ada Dea disini!" Rengek Ellea. Kakak iparnya itu bukan memberikan semangat tapi selalu membuatnya kesal.


"Sayang berjemur di taman gih sana, jangan ganggu Elle." Ujar Edric lembut, agar ibu hamilnya itu tidak merasa terusir.


"Aku mau disini saja," sahut Deandra bersandar dengan nyaman di sofa sambil mengelus-elus perutnya yang sudah membuncit. Wanita hamil itu memasang wajah tengil yang membuat Ellea semakin gerah.


"Kau fokus latihan saja, jangan pedulikan kakak iparmu itu." Edric mengusap kepala Ellea lalu mendekati sang istri. Mengawasi adiknya dari jauh.


"Kenapa sih suka banget bikin Elle kesal," pria itu mengecup puncak kepala Deandra kemudian duduk di sampingnya.


"Kalau aku yang kesal sama Elle, nanti anakku mirip dia. Jadi lebih baik Elle yang kesal padaku, biar anaknya mirip aku." Jawab Deandra dengan cengiran lebar.


"Eh, yang hamil itu cuma kau bukan Elle!" Gemas Edric memeluk istrinya sambil mengunyel-unyel di pipi.

__ADS_1


"Adonannya ditabung dulu, jadi kalau hamil nanti langsung mirip aku." Deandra berucap asal sambil mengedipkan mata genit.


"Gak ada adonan Sayang, baby bukan kue." Pria itu menatap penuh cinta istrinya yang sangat menggemaskan. "Sweetheart," panggil Edric seraya mengelus-elus Deandra di pipi.


"Hmm," jawab Deandra dengan mengerutkan kening.


"Kau makin cantik kalau hamil, jadi hamil saja terus ya." Ujar Edric seraya mengecup singkat di bibir Deandra.


"Aku yang hamil kau yang melahirkan dan menjaganya sendirian!" Wanita hamil itu langsung merengut masam.


"Tuh kan makin cantik kalau merajuk," goda Edric mencubit-cubit bibir Deandra lalu mengecupnya. Awalnya hanya menempelkan, lama kelamaan menyesapnya dengan lembut.


"Ish, kau mengganggu saja!" Kesal Deandra, setelahnya membenamkan wajah di bahu sang suami karena malu.


"Tidak boleh kesal sama Elle, nanti anak kita mirip dia." Edric mengingatkan, membuat Ellea memelototkan mata.


"Bagus kalau anak kalian mirip Aunty-nya yang cantik ini!" Cibir gadis itu dengan bibir mencebik.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau!" Seru Deandra.


"Tapi baby-nya mau, wee." Ellea meletkan lidah mengejek Deandra.


"Hust-hust sana kau jauh-jauh!" Usir Deandra, daripada dia dibuat kesal adik iparnya itu.


Bukan menjauh Ellea malah semakin mendekat ke arah Edric. Berjalan sejauh sepuluh meter saja sudah melelahkan baginya.


"Edric aku capek, mau duduk." Rengek Ellea manja, yang sengaja dibuat-buat. Merentangkan tangannya agar dibantu duduk.


Edric dengan sigap membantu sang adik duduk di sofa. Setelahnya membersihkan keringat di kening Ellea. "Minum dulu," katanya memberikan segelas air putih.


"Lihat Dadmu lebih sayang padaku," goda Ellea di perut Deandra. Sontak janin dalam kandungan wanita hamil itu menendang-nendang. Membuat Ellea terkekeh geli merasakan tendangan di perut kakak iparnya.


"Ish, kau ini pelit sekali pada Dadmu. Kalau Dadmu menikah lagi gimana?" Ellea semakin menggoda, bukan baby dalam perut Deandra yang marah. Tapi emaknya yang melotot tajam.


"Jangan macam-macam Elle!"

__ADS_1


"Aku ini cuma satu macam. Fix babymu akan mirip denganku," Ellea menyengir lebar karena berhasil membuat ibu hamil itu kesal. Membenamkan wajahnya di perut sang ipar. Hanya baby ini yang jadi hiburan untuknya saat merasakan sedih.


"Hei kenapa menangis lagi?" tegur Deandra karena merasakan perutnya basah. Sudah jadi kebiasaan Ellea beberapa minggu ini menangis sambil memeluk perutnya.


__ADS_2