Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 42


__ADS_3

Pasola Resto


“Tumben Kak Jo ngajak aku keluar ada apa?” tanya Ellea yang tidak tahu kalau Jovie sedang bermasalah dengan sang kakak. Dia tidak curiga apapun.


“Apa aku tidak boleh merindukan adik kecilku ini,” Jovie mengacak gemas rambut Ellea.


Perlakuan manis Jovie tentu saja membuat Ellea bersorak girang dalam hati. “Aku tidak berani melarang. Karena itu akan membuat hatiku yang lemah ini patah hati,” jawabnya dengan senyuman manis.


Jovie terkekeh kecil mendengar candaan Ellea. Padahal gadis itu sedang tidak bercanda.


“Makanlah sepuasmu aku traktir,” katanya terus tersenyum melihat adik sang sahabat yang sangat bersemangat makan.


Jovie sudah berusaha menghubungi Edric via telepon untuk minta maaf tapi sahabatnya itu tidak mau menjawab. Dia datang ke kantor pun ditolak.


“Jovie kau tidak menjemputku?” Alice berucap manja lalu mengecup pipi Jovie.


Ellea langsung berhenti makan melihat pemandangan menjijikan itu. “Kenapa kau kesini, mengganggu saja!!” Ucapnya ketus, tidak suka melihat pacar kakaknya itu dekat-dekat dengan Kak Jo.


Jovie menghela napas panjang, gagal sudah rencananya kalau ada Alice. Bisa-bisa dua perempuan ini akan bertengkar.


“Aku mau ikut makan!” Jawab Alice acuh lalu menyuap makanan yang ada di piring Jovie sambil tersenyum.

__ADS_1


“Cih, dasar perempuan murahan. Tidak kakakku sekarang Kak Jo juga didekati. Aku akan laporkan kau pada Edric!!”


“Laporkan saja aku tidak takut. Kakakmu itu akan lebih membela diriku dibanding kau!!" Alice sengaja memanas-manasi, "Kak Jo mu tersayang ini pun bahkan sering tidur denganku.” Jawabnya santai sambil membelai pipi Jovie kemudian mengecupnya basah. Tanpa peduli tatapan orang-orang padanya.


“Alice tutup mulutmu!!” Bentak Jovie menyingkirkan tangan Alice yang masih membelai pipinya. Dia malu dilihat para pengunjung yang lain.


“Kau membentakku karena anak kecil ini!!” Seru Alice tidak terima.


“Kau sudah berbicara keterlaluan!!" Ujar Jovie dingin dengan tatapan tajam menggenggam tangan Ellea.


"Kita cari makan di tempat lain," Jovie membawa Ellea pergi. Ia tidak ingin menambah masalah, mendapatkan maaf dari Edric saja belum berhasil.


Alice menyeringai licik sambil mengetuk-ngetuk gelas yang tadi diminum Ellea, “lihat saja permainanku!”


*


*


“Ini sudah yang paling dingin, kau kenapa?” Jovie mulai cemas, dia yakin ini semua ada hubungannya dengan Alice.


Ia mengajak Ellea bertemu hanya ingin meminta bantuan agar bisa bertemu Edric langsung. Bukan karena permintaan Alice untuk membujuk Edric kembali pada wanita itu. Jovie malahan sangat senang Edric meninggalkan Alice, itu artinya dia bisa memiliki Alice seutuhnya nanti.

__ADS_1


“Kak panas!!” Keluh Ellea semakin kepanasan.


Jovie tahu apa yang terjadi pada Ellea, membawa gadis itu ke apartemennya. Dia tidak mungkin mengantarkan Ellea pulang dalam keadaan seperti ini.


“Kita mandi,” Jovie menggendong Ellea keluar dari mobil. Gadis itu terus bergerak gelisah membuat junior Jovie terbangun.


“Kak tolong aku!!” Ellea ******* kasar bibir Jovie saat berada dalam lift.


“Elle sadar,” Jovie melepaskan ciuman panas itu saat pintu lift terbuka. Ia bergegas membawa Ellea ke apartemen dan memasukkannya ke bathtub.


Jovie mengguyur kepala Ellea dengan air hangat agar gadis itu cepat sadar.


“Kak panas!!”


“Kau harus sadar Baby,” Jovie tidak peduli terus mengguyur Ellea dengan air hangat. Setelahnya menggunakan air dingin sampai gadis itu menggigil kedinginan.


“Bagaimana aku menggantikan pakaiannya tanpa melihat.” Jovi memijat pelipisnya yang pening. Kepala atas dan bawahnya sama-sama sakit.


Karena tidak tega melihat Ellea menggigil. Jovie terpaksa menggantikan pakaian Ellea dan cepat menggulungnya dengan handuk. Itu saja sudah membuatnya panas dingin. Setelahnya Jovie menyelimuti tubuh Ellea dengan selimut tebal.


“Alice, awas kau!!”

__ADS_1


Untung Jovie masih bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Ellea.


__ADS_2