Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 204


__ADS_3

Resepsi pernikahan Ellea dan Ron dilakukan secara tertutup, hanya dihadiri oleh kerabat dekat. Semua serba dadakan, awalnya Ron ingin bertunangan terlebih dulu dengan Ellea. Namun Dad Harry menolak, karena tidak ingin rencana pernikahan putri bungsunya gagal untuk yang kali kedua.


Ayah dari Ellea itu ingin akad nikah segera dilangsungkan dan semua itu disetujui oleh pihak keluarga Ron. Jadilah acara pernikahan di sulap dalam sekejap tanpa Ellea tahu.


Walaupun acara itu tertutup dan tidak terlalu banyak tamu undangan. Tetap saja menghabiskan waktu sampai malam. Sejak sore Ellea sudah mengeluh kelelahan karena tanpa persiapan fisik dan mental. Semua benar-benar seperti mimpi. Belum lagi saat memikirkan bagaimana malam ini ia harus tidur berbagi ranjang dengan Ron.


"Jangan kasih ampun malam ini Ron," Edric menggoda sang adik yang sudah memasang wajah masam.


"Pulang Kak, pulang. Aku capek!!" Usir Ellea yang langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur saat sampai di kamar hotel. Tidak peduli pada bunga-bunga yang rusak olehnya. Gaun pun belum ia lepaskan.


"Ron," Edric melempar sesuatu pada Ron yang langsung ditangkap si empunya. "Selamat bersenang-senang," teriaknya lalu mencium kening Ellea. "Jadi istri yang pintar ya Sayang."


"Jangan ditinggal, takut." Ellea langsung merengek memeluk Edric.


"Katanya tadi disuruh pulang hm," Edric kembali menggoda sambil memainkan alisnya turun naik.


"Gak jadi, jangan ditinggalin ish takut. Ikut pulang," Ellea semakin menguatkan pelukannya pada sang kakak.


"Ron tidak akan menggigit Sayang, percaya deh. Nanti juga kau terbiasa," dengan berat hati Edric melepaskan pelukan Ellea meminta Ron menggantikan posisinya. Sekarang sudah ada yang lebih berhak untuk menjaga adiknya tersayang ini.


"Mau ikut," rengek Ellea tidak mau dilepaskan pelukannya.


"Kakak pulang," ujar Edric mengusap kepala Ellea sambil tersenyum. Untung Ron yang menikahi adiknya itu, jadi sudah mengerti bagaimana manjanya Ellea.

__ADS_1


"Lebih enak disinikan, kenapa mau pulang." Ron terkekeh geli membiarkan Ellea yang masih nyaman berada di pelukannya setelah ditinggal Edric pulang.


Dengan pelan ia mencari ujung resleting gaun Ellea, ingin membantu melepaskannya.


"Mau ngapain?" Ellea langsung waspada.


"Ganti baju Sayang, masa mau tidur pakai gaun ini. Katanya capek," Ron geleng-geleng kepala. Bagaimana dia mau buka segel kalau baru buka resleting saja sudah dicurigai.


"Aku bisa sendiri," Ellea langsung bangkit. Was-was berada di dekat pria yang sudah berubah status menjadi suaminya.


"Ya sudah kalau bisa sendiri, sekalian mandi sana." Pasrah Ron sambil berhitung dalam hati, membiarkan Ellea masuk ke bathroom. Pria itu membaringkan tubuhnya di tempat tidur untuk melepaskan penat. Tepat pada hitungan ke seratus dua puluh Ellea berteriak.


"Ron!!" Pekik Ellea setelah dua menit mencoba melepaskan resleting sendiri tapi tidak berhasil juga.


"Ya Sayang," Ron tersenyum penuh kemenangan menyusul ke bathroom. "Ada apa? Ada kecoa, cicak atau tokek?" Tanyanya pura-pura tidak tahu kenapa sang istri memanggil.


"Jadi perlu bantuan?" Tanya Ron yang diangguki Ellea dengan malu-malu.


"Tapi matanya tutup dulu."


"Nanti kalau salah pegang gimana kalau matanya ditutup?" Ujar Ron usil.


"Ish, gak akan salah pegang kalau tangannya gak nakal." Ellea sudah mulai kesal.

__ADS_1


"Oke-oke," Ron menutup mata sesuai instruksi Ellea. Tangannya meraba-raba punggung sang istri seolah tidak tahu dimana kepala resleting.


"Lama," keluh Ellea yang sudah lelah berdiri. Belum cukupkah dia disiksa berdiri seharian.


"Gimana gak ketemu nih," lelaki yang baru berubah status menjadi suami itu menahan tawa.


"Nah dapat," ucapnya saat Ellea sudah semakin gelisah. Dengan gerakan cepat Ron menghentak resleting kemudian mengecup punggung mulus Ellea yang sukses membuat si empunya mengamuk.


"Keluar Ron!!" Ellea langsung membalikkan badan menatap tajam sang suami.


Tapi Ron tidak berhenti menggoda, "perlu bantuan apalagi Sayang. Mau dimandikan sekalian hm."


"Ron keluar," rengek Ellea hampir menangis karena sangat malu.


Bayangkan selama empat tahun mereka tidak pernah bertemu. Dan baru ketemu beberapa kali, eh dalam pertemuan yang ketiga dia sudah berstatus menjadi istri sah Ron. Bagaimana tidak canggung dan malu.


"Oke aku keluar," Ron kembali pasrah namun tidak menyerah sebelum keluar bathroom ia menyempatkan mengecup singkat bibir Ellea yang sangat menggoda.


"Ronnn!!" Pekik Ellea geram, sedang si empunya sudah berlari keluar dengan gelak tawa. Tidak peduli pada kemarahan sang istri.


Ron hampir tertidur menunggu Ellea selesai mandi. Namun sang istri tak kunjung keluar, karena khawatir ia berinisiatif untuk memeriksanya. Dan didapatinya Ellea yang tengah tertidur pulas dengan tubuh masih penuh busa sabun.


Pria itu menggelengkan kepala, bisa-bisanya punya istri tidur di bathtub. "Apakah ini yang namanya rezeki," gumam Ron.

__ADS_1


"Sayang," panggil Ron namun tidak ada tanda-tanda Ellea bangun. Dengan sabar Ron membilas tubuh wanitanya. Walau sangat menggoda tapi ia tetap menahan diri.


Selesai memandikan Ellea Ron langsung membungkusnya dengan handuk tidak melakukan apa-apa. Setelahnya ia memindahkan ke tempat tidur dan gantian mandi. "Hah gagal buka segel karena ditinggal tidur," decaknya diikuti helaan napas berat.


__ADS_2