Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 163


__ADS_3

Menemani Deandra shopping yang katanya sebentar itu hanyalah sebuah wacana. Kenyataannya, sudah lebih tiga jam Edric menemani istrinya berkeliling tapi tidak selesai-selesai belanja. Sampai kakinya terasa lemas seperti jelly.


“De, masih ada yang mau dibeli?” tanya Edric lelah. Perlu diacungi jempol para pria yang sabar menemani wanitanya berbelanja.


Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh situs voucher belanja terkemuka di Inggris Quidco. Daya tahan pria ketika menemani pasangannya berbelanja hanya mampu bertahan selama dua puluh enam menit saja. Apa kabar ia yang sudah berkeliling selama tiga jam dengan perut lapar. Deandra tidak mau diajak makan sebelum kegiatan shoppingnya selesai.


"Belum, kita belum beli baby box, stroller, lemari. Aku mau warna grey untuk baby boy dan pink untuk baby girl," ucap Deandra dengan semangat shopping masih menggebu-gebu.


"Sayang, beli itu nanti saja ya. Kan kita belum tahu ini baby boy atau baby girl," ujar Edric yang sudah sangat letih dan bosan mengunjungi satu store ke store yang lain. Eh, ujung-ujungnya beli di store yang pertama.

__ADS_1


Bukan lelah membawa barang-barang yang Deandra beli. Edric lelah karena harus membuntuti kemanapun istrinya itu melangkah. Untung dia siaga membawa pengawal agar tidak repot membawa barang belanjaan sendiri. Dan untuk jenis kelamin baby, mereka memang sengaja untuk dirahasiakan. Agar nanti menjadi surprise. Mau baby boy atau baby girl sama saja, asal lahir dengan sehat dan selamat.


"Ish aku maunya sekarang Edric, sekalian saja. Kau capekkan? Mau nanti aku ajak menemani shopping lagi?" Tanya Deandra yang cepat dijawab Edric dengan gelengan. Ini saja dia sudah menyerah, tidak ingin mengulanginya lagi.


"Kita beli online Sayang, jadi gak perlu ribet-ribet kesana kemari." Edric memberikan solusi yang sangat menguntungkannya.


"Aku tidak mau! Aku mau memilih sendiri bahannya bagus tidak. Kalau online warna pencahayaan saat mengambil foto produk itu sangat mempengaruhi. Aku tidak mau seperti beli kucing dalam karung, di foto bagus eh yang datang tidak sesuai ekspektasi." Cerocos Deandra panjang lebar menarik Edric ke store babyshop.


"Pokoknya aku tidak mau Edric!"

__ADS_1


"Nanti asistenku yang membelikan, kau yang memilih melalui vcall bagaimana? Sekarang kita makan dulu." Edric tidak kehabisan cara untuk menyelamatkan kaki dan perutnya. Andai dia menggunakan sandal jepit cinderella mungkin sudah lecet di sela jari jempol dan telunjuk kakinya ini.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi Edric, aku kan capek berkeliling mana perut lapar!" Serbu Deandra yang membuat Edric mendengus pelan. Untung sayang, kalau tidak sudah dia remas-remas sampai lecek seperti kertas kusut.


"Kan aku sudah bilang dari tadi kita makan dulu." Ucap Edric tetap lembut walau hatinya sedikit emosi.


"Baby-nya berat, gendong." Rengek Deandra manja, sadar diri kalau sudah membuat suaminya kesal.


"Mau gendong disini, gak malu dilihat orang?" Edric mengerutkan kening.

__ADS_1


"Malu, tapi kakinya pegel."


"Nanti di rumah aku pijitin, disini jalan dulu ya." Edric merangkul pinggang Deandra semakin erat, membawanya menuju restoran. Apakah ini definisi suami takut sama istri, kesal tapi tidak bisa marah.


__ADS_2