Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 185


__ADS_3

Mentari pagi sudah bersinar cerah, Edric masih menemani Deandra menginap di rumah sakit. Menyerahkan semua urusan kantornya pada Zain. Istrinya itu sudah tampil cantik duduk di brankar memberikan ASI untuk putri mereka, Baby Calla.


Nama Calla Edric ambil dari bunga tercantik di dunia, Calla Lily. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan itu merupakan tanaman bunga musim panas yang melambangkan keindahan dan kecantikan tiada tara. Ia berharap putrinya menjadi sosok yang memiliki kecantikan hati dan memberikan cahaya bagi orang disekelilingnya.


"Edric kenapa tidak mirip aku, kenapa malah mirip Elle. Padahal aku tidak kesal padanya," Deandra menatap wajah putrinya dengan raut sendu.


Sang suami menahan diri agar tidak tertawa. Tidak kesal katanya tapi bertengkar setiap hari, "Baby Calla mirip daddy-nya Sayang, bukan mirip Elle." Hibur Edric, tentu saja mirip dia atau Ellea tidak berbeda. Karena wajah mereka berasal dari satu produksi.


"Aku yang mengandung, aku yang melahirkan, aku yang muntah-muntah. Kenapa malah mirip Ayang, ini gak adil. Ayang kan cuma celap-celup," ucap Deandra frontal.


"Hei kenapa jadi cuma celap-celup. Lihat, Baby Calla ini berasal dari benih unggulku yang kualitasnya jangan diragukan lagi, makanya sangat cantik seperti Mommy." Edric yang gemas mengacak surai hitam sang istri. Mencium pipi Baby Calla yang berada dalam gendongan Deandra.


"Cuma Baby yang dicium, Mommy sudah gak disayang lagi." Protes Deandra semakin cerewet.


"Sayang dong, ini yang paling disayang." Pria itu mengecup kening, pipi dan hidung Deandra lalu berakhir di bibir mungilnya yang selalu membuat Edric kecanduan.


"Tapi harusnya mata, bibir, hidungnya mirip aku Ayang. Kenapa semua mirip Ayang sih?" Ibu muda itu kembali meneliti wajah bayi mungil yang masih memerah dengan rambut jabrik dan bulu mata lentiknya.


"Mirip aku atau Dea, tidak ada yang bisa mengubah kalau kau Mommy-nya Sayang. Mommy terhebat yang sudah menghadirkan Baby Calla ke dunia dan istri terhebatku," puji Edric merangkul Deandra ke dalam pelukan.


"Nanti dibilang bukan anakku."


Edric langsung menggeleng mendengar ucapan sendu wanitanya. "Kau tetap Mommy-nya, mirip siapapun wajahnya."


Deandra memanyunkan bibir, ingin mencium pipi sang putri tapi takut mengganggu tidurnya.


"Kalau Dea capek gendongnya, taruh di box dulu. Kita sarapan sebentar," kata sang suami yang dijawab gelengan oleh Deandra. Ia masih ingin menggendong Baby Calla, sebelum para tetua datang dan membuatnya tidak bisa dekat-dekat anaknya sendiri lagi.


Edric tersenyum bahagia melihat Deandra yang sangat menyayangi putri mereka. Mengingat diawal kehamilan, sempat membuatnya khawatir kalau Deandra membenci buah hatinya sendiri.

__ADS_1


Belum lama Deandra bersenang-senang dengan Baby Calla, gangguan sudah datang.


"Aaaa, ponakan Aunty sudah semerbak wangi harum sepanjang hari!!" Serbu Ellea datang pagi-pagi yang diantar Ron. Mereka diutus Mom Linn membawakan sarapan untuk sang kakak.


"Jangan sentuh-sentuh nanti dia centil seperti kau," larang Deandra memeluk putrinya semakin erat. Melindunginya dari Ellea yang ingin mengunyel pipi gemoy Baby Calla.


"Kau juga centil tidak sadar diri!" Balas Ellea, memaksa Edric untuk mengambilkan Baby Calla untuknya.


"Baby kita tidurkan di box ya Sayang, Dea sarapan dulu biar ASI-nya banyak." Bujuk Edric yang tentu saja tidak langsung dituruti Deandra.


"Jangan, nanti diganggu Elle." Walaupun kesal Deandra tetap berucap pelan karena takut putrinya terbangun.


Ron menghela napas berat, kenapa ada saja hal yang membuat dua wanita ini tidak akur.


Edric membisiki Deandra yang membuat sang istri menurut. Meletakkan putrinya dalam box bayi.


"Dilihat saja, jangan disentuh dan berteriak di dekatnya nanti terbangun." Ujar Deandra yang sebenarnya tidak rela putrinya di dekati orang lain.


"Bawalah sana ke sofa, kami sarapan dulu." Edric sudah membuka bekal yang dibawakan Ellea untuk mereka.


Ellea ingin berteriak kegirangan tapi langsung dibekap Ron. Karena itu bisa membangunkan bayi di depan mereka.


"Ron!" Protes Ellea tidak terima.


"Baby nanti kaget," beritahu Ron lembut membawa box bayi mendekati sofa. Dia sudah mencium aroma-aroma tidak sedap. Calon kakak iparnya itu pasti sedang merencanakan sesuatu.


Ellea yang ingin protes kembali memilih diam mengikuti Ron duduk di sofa.


Sementara Edric menyiapkan susu untuk Deandra lalu menyuapinya makan. Walau sebenarnya Deandra bisa saja makan sendiri.

__ADS_1


"Mommy makan yang banyak ya Sayang," Edric mengusak puncak kepala Deandra diikuti senyuman manis.


"Ayang makan juga, kita gantian." Deandra mengambil alih sendok di tangan sang suami dan menyuapinya.


Aksi suap-suapan itu membuat Ron mendesah tertahan. Sedang Ellea tidak peduli sama sekali, sudah biasa melihat mereka bermesraan seperti itu.


"Ayang ada nasi," bukan dengan tangannya Deandra membersihkan sudut bibir Edric. Melainkan dengan bibirnya, membuat Ron yang duduk tidak jauh dari mereka diuji kesabarannya. Melihat pasangan itu bermesraan selalu membuat jiwa jomblo ngenesnya meronta-ronta.


Dengan sengaja pria itu mengecup pipi Ellea yang sedang bermain dengan Baby Calla. Membuat Edric yang sedari tadi mengawasi Ron dan Ellea langsung melotot. Begitu juga dengan Ellea yang jantungnya langsung berlarian.


"Rasakan, memang kau saja yang ingin membuatku panas dingin!" Seru Ron dalam hati.


"Ron kau melecehkan adikku!" Sentak Edric dengan suara tidak terlalu nyaring.


"Kalian yang memberikan tontonan dewasa," jawab Ron santai. Tersenyum pada Ellea yang melotot tajam padanya.


"Dahlah Sayang kita makan saja," Edric yang kalah memilih tidak melanjutkan misinya membuat Ellea baper. Kenapa malah Ron yang baper melihat mereka.


Deandra tersenyum geli melanjutkan menyuapi Edric yang marah ketika Ron mencium sang adik. Ia kira suaminya ini hanya marah dengan Jovie karena pria itu pernah berselingkuh dengan kekasihnya. Ternyata dengan siapa saja yang mengganggu Ellea, sesayang itu Edric pada sang adik. Satu hal yang baru Deandra sadari.


"Ayang sih, kan Elle sudah bilang gak mau nikah sekarang jadi gak akan baper. Malah Ron tuh yang kepancing. Kalau dia gak bisa nahan diri dan ngapa-ngapain Elle gimana." Lirih Deandra dengan suara pelan.


Edric hanya menjawab dengan helaan napas panjang. Sesulit itu membuat Ellea membuka hati untuk pria lain.


"So sweet yang lagi suap-suapan. Manja-manjaan!" Seru seseorang yang membuat Deandra menghentikan tangannya menyuapi Edric. Begitu juga dengan Ellea yang langsung mengangkat wajahnya. Sementara Ron mendesah ingin melarikan diri sekarang juga.


...🌹🌹🌹...


Harap bersabar, Othor masih lanjut besti 🤭

__ADS_1


__ADS_2