Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 46


__ADS_3

"Om!" Jerit Deandra kemudian mengatup bibirnya rapat-rapat saat melihat Azmi menunggunya di depan kelas. Matanya melirik ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka.


"I miss you Baby," Azmi mengulurkan tangan. Dadanya selalu berdebar-debar setiap berada didekat gadis kecilnya ini.


Seorang Deandra mampu mengalihkan dunianya yang berantakan. Kalau tidak karena gadisnya ini, Azmi sudah menghancurkan Tian sampai tak bersisa sebelum mendekam di penjara.


Deandra tidak berani menyambut uluran tangan pria yang sangat dirindukannya, karena pasti ada mata-mata Edric yang sedang mengawasi. Selain itu ia tidak ingin berhubungan dengan Azmi lagi. Biarlah ia kubur perasaannya ini dalam-dalam. Deandra tidak ingin orang-orang terdekatnya lagi-lagi mengalami masalah karena dirinya. Om Azmi yang sangatlah lembut padanya, namun begitu kejam pada orang lain.


"Jangan takut, para pengawalmu sudah Om lumpuhkan." Beritahu Azmi menggenggam tangan Deandra yang tidak juga menyambut uluran tangannya. Segera membawanya pergi dari area kampus.


Deandra meneguk saliva menyembunyikan kegugupannya, "Dea gak bisa ikut Om. Dea minta maaf," lirihnya pelan.


Pria itu menghentikan langkah jenjangnya, "kenapa Baby? Kenapa sekarang berubah pikiran? Bukankah kalian akan bercerai?" Azmi menatap lekat Deandra dan memberondonginya dengan pertanyaan.

__ADS_1


Istri Edric itu menggeleng takut, "Dea gak bisa bercerai." Gumam Deandra sangat pelan, dia sudah menyerahkan diri pada Edric jadi tidak mungkin bercerai. Walau hatinya diliputi kebimbangan, namun Deandra tetap memilih bertahan dengan Mr. Arrogant-nya itu.


Azmi menghela napas dengan kasar, menarik Deandra berjalan cepat menuju mobil. Ini tidak bisa dibiarkan, ia tidak akan melepaskan gadis kesayangannya.


"Katakan, apa yang membuat Dea berubah pikiran?" Tanya Azmi lembut setelah membimbing Deandra masuk mobil dengan sedikit paksaan. Gadisnya ini bisa ketakutan kalau ia tidak bisa mengendalikan emosi. Dibelainya dengan lembut pipi sang gadis.


Deandra menggeleng takut, mulutnya tercekat untuk bicara. Ia sangat tahu siapa orang yang ada di depannya ini. Sewaktu-waktu bisa menjadi monster menakutkan kalau dia tidak menurut.


"Dea bohongi Om? Kenapa Dea berbohong?" Tanyanya lagi, gadis di depannya ini tak kunjung menjawab.


"Dea ikut Om!!" Kali ini Azmi berucap tegas melajukan mobilnya tanpa persetujuan Deandra.


"Om please, lepasin Dea. Dea sudah punya suami," pintanya dengan menahan tangis. Ia takut Azmi menyakitinya dan membawanya pergi jauh.

__ADS_1


"Kamu milik Om Baby, Jangan takut. Om tidak akan menyakiti Dea asal menurut," Azmi mengusap puncak kepala Deandra dengan tangan kirinya. Siapapun orang yang menghalangi langkahnya akan ia hancurkan.


Deandra menahan suaranya, tidak berani membantah. Hanya bisa berharap Dad Tian dan Edric cepat menjemputnya. Sungguh kali ini ia sangat takut ikut bersama pria di sampingnya ini. Perasaannya sejak tadi tidak karuan.


*


*


“Tuan, Nyonya Dea dibawa paksa oleh Om-om itu.” Beritahu Ron, tidak tahu siapa nama om-om yang sangat suka menculik istri tuannya itu.


"Damn! Satu lagi bajingan yang ingin dimusnahkan!"


Edric merapikan jasnya keluar dari ruang kerja dengan wajah merah padam. Pagi tadi dia sudah membuat Jovie masuk rumah sakit. Dan sekarang manusia brengsek yang satunya ingin membawa sang istri. Ia tidak akan melepaskan Azmi sebelum menerima pembalasan yang setimpal darinya.

__ADS_1


Ron bergidik ngeri melihat wajah tuannya yang menyeramkan saat marah. Sudah cukup hari ini jantungnya berolah raga melihat Tuan Edric hampir menghabisi sahabatnya sendiri.


__ADS_2