Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 202


__ADS_3

"Duu duu duuh manjanya minta digendong, yang bikin kakinya sakit siapa hm." Sindir Edric melirik tajam pada Ron. Ia kesal karena lelaki itu sudah membuat Ellea menangis. Walau sebenarnya semua ini bukan kesalahan Ron.


Ron yang ditatap, balas menatap Edric tajam.


"Dia," tunjuk Ellea ke arah Ron lalu mengulurkan tangan pada sang kakak.


"Kok aku, yang nyuruh lari siapa?" Ron membelalakkan mata, membela diri.


"Kalau sakit hati ngadunya ke siapa, hm?" Tanya Edric tak mau kalah dari Ron sebelum membawa Ellea ke bathroom.


"Ish kakinya yang salah. Kalau sakit hati ngadunya sama Tuhan!!" Kesal Ellea pada dua orang pria yang sedang mengibarkan bendera perang.


"Masih belum cuci muka!!" Tegur Mom Linn yang sudah kembali ke kamar Ellea membawakan sarapan.


"Mereka bertengkar Mom," adu Ellea dengan tampang polosnya.

__ADS_1


Edric dan Ron saling pandang kemudian melotot ke arah Ellea.


"Mom ambilkan air, cuci muka disini saja." Mom Linn berucap tanpa repot-repot meminta Edric membawa Ellea ke bathroom lagi.


Edric yang sadar dengan alarm tanda bahaya langsung bergegas menggendong Ellea. Lebih bahaya Mom Linn diam daripada mom tersayangnya itu mengoceh dengan kecepatan seratus dua puluh kilometer per jam.


...🌷🌷🌷 ...


"Aunty..." Teriak Calla berlari kecil mendatangi Ellea yang sedang olahraga.


"Yes Baby, kenapa lari-lari. Kalau jatuh sakit," beritahu Ellea yang sudah menghentikan gerakan sit up nya. Memanggil Calla untuk mendekat.


"Kenapa baju Aunty kekecilan, perutnya kelihatan. Ini sama baju Calla, kecil." Ucapnya dengan wajah bingung. Sontak membuat Ellea tertawa gelak.


"Ini bukan kekecilan Sayang, ini pakaian khusus untuk olahraga." Jelas Ellea seraya mengambil jaket, meski bingung kenapa Dad Harry tiba-tiba memanggilnya. Padahal tadi dadnya itu sudah pergi ke kantor.

__ADS_1


Calla beroh ria mendengar penjelasan Ellea. Walau tidak mengerti kenapa ada pakaian khusus untuk olahraga, "Calla boleh pinjam buat olahraga juga?" Tanyanya.


"Calla minta uang sama Daddy nanti beli sendiri yang kecil," ujar Ellea gemas. Menggandeng tangan mungil itu keluar dari kamar. Kenapa keponakannya ini sangat menggemaskan sedang kedua orang tuanya menyebalkan nauzubillah.


Putri Edric itu mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. Belum sampai ruang tengah Calla sudah melepaskan tangan Ellea dan berlari mendekati sang kakek lalu naik ke pangkuannya.


"Kakek minta uang buat beli baju olahraga yang kecil sama kayak punya Aunty," pinta Calla dengan suara cemprengnya.


"Astaga, aku memberitahunya supaya minta uang pada daddy-nya bukan daddy-ku. Kenapa kecerdasanmu disalah gunakan." Ellea menepuk jidat diikuti helaan napas panjang.


Beberapa detik kemudian matanya terbelalak saat menyadari Ron ada di ruang tengah. Ellea langsung melipir kembali ke kamar, pasalnya bukan hanya Ron yang bertamu tapi keluarganya juga. Ia tidak mungkin muncul di hadapan Ron dan keluarganya dengan pakaian kurang bahan dan bau keringat.


"Oh Tuhan kenapa tidak ada yang bilang kalau ada banyak tamu." Desahnya di belakang pintu dengan napas ngos-ngosan.


"Awas kau Ron!!" Umpat Ellea, setelah satu minggu menghilang tanpa kabar berita berani-beraninya datang membawa pasukan.

__ADS_1


"Aunty kenapa kembali ke kamar?" Tanya Calla polos, padahal semua orang sedang menertawakan Ellea.


"Malu karena bajunya kekecilan Sayang, jadi Calla gak usah beli baju kecil ya nanti malu juga." Jelas sang kakek yang membuat Calla kecil mengangguk tanpa berpikir panjang.


__ADS_2