
"Nona ambil ini," Ron memberikan sapu tangan pada gadis yang menangis sesenggukan. Tuan Edric sedang menemani istrinya bertemu dengan dokter spesialis kulit. Jadi dia yang ditugaskan kembali menjaga Nona Ellea.
Ellea mengambil sapu tangan itu dan menggunakannya untuk menyapu ingus yang meleleh.
Asisten Edric itu hanya terkekeh melihat tingkah nonanya yang seperti anak kecil.
"Ron belikan aku es krim," pinta Ellea.
"Anda masih sakit Nona. Kalau sembuh nanti saya belikan es krim sepuasnya," janji Ron.
“Aku maunya sekarang Ron. Kau itu hanya perlu menuruti kata-kataku.” Ketus Ellea, ia ingin meluapkan rasa sakit hatinya pada makanan.
“Kalau anda ingin cepat pulang harus menurut Nona!” Beritahu Ron dengan tegas. Kalau menuruti keinginan Nona Ellea, dia yang akan kena semprot Tuan Edric.
__ADS_1
“Ish kau ini tidak bisa diajak kerja sama. Kalau begitu ganti cokelat saja,” rengut Ellea.
Ron mengeluarkan sebatang cokelat dari saku jasnya. Ia sengaja membeli cokelat untuk gadis di depannya ini.
“Kau suka cokelat juga Ron?" Tanya Ellea dengan kening berkerut. "Ini untukku dulu, nanti ku ganti.” Ujarnya dengan wajah berbinar cerah, melupakan sakit hatinya.
“Itu untuk anda Nona, tidak perlu diganti.”
"Terima kasih," ucap Ellea. Memasukkan potongan pertamanya dalam mulutnya.
“Karena cokelat mengandung asam amino tryptophan yang digunakan otak untuk menghasilkan serotonin. Serotonin merupakan hormon yang dapat memberikan perasaan bahagia, membuat rileks, dan membantu memperbaiki suasana hati.” Jelas Ron yang membuat Ellea menganga sambil menggaruk kepala.
“Lalu kenapa orang bisa sakit saat patah hati?” tanya Ellea ingin tahu jawaban seperti apa yang keluar dari mulut asisten kakaknya itu.
__ADS_1
“Karena perasaan sedih mengaktifkan beberapa bagian pada otak manusia. Ketika kita merasa sedih, maka aktivitas pada bagian otak yang disebut dengan anterior cingulate cortex akan meningkat terutama pada bagian belakang.
Anterior cingulate cortex terletak pada dinding bagian tengah otak dan merupakan suatu bagian yang sangat unik karena memiliki fungsi emosional (kemampuan mengelola perasaan) sekaligus fungsi kognitif (kemampuan berpikir).
Dalam tubuh manusia, ada banyak reseptor alias penerima rangsangan. Reseptor-reseptor ini berfungsi untuk menyalurkan sinyal-sinyal yang muncul akibat rangsangan atau perubahan yang terjadi pada tubuh. Salah satu jenis reseptor yang banyak terdapat pada anterior cingulate cortex adalah reseptor opioid. Reseptor ini yang berperan ketika anda merasa senang atau sedih.
Saat merasa senang, akan terjadi peningkatan kerja pada reseptor opioid. Sedangkan saat sedih akan terjadi penurunan reseptor endogen opioid. Penurunan reseptor opioid tersebut yang akan menyebabkan terjadinya penurunan pada sistem reward dalam diri, yang membuat perasaan jadi tidak nyaman.
Nah, rasa sakit yang diterima oleh reseptor opioid itu akan diproses dan diubah menjadi aktivitas sistem saraf sehingga akan memunculkan perasaan tidak nyaman dan nyeri pada tubuh secara fisik, bukan hanya pada perasaan saja. Inilah kenapa orang bisa mengalami sakit perut atau dada sesak ketika patah hati.” Jelas Ron panjang kali lebar kali tinggi yang membuat Ellea semakin menganga. Dia seperti sedang kuliah biologi.
“Ron kau membuat otakku semakin pusing,” Ellea memegangi kepalanya dramatis. Bisa gila dia kalau setiap pertanyaan dijawab dengan ilmiah.
“Berbaringlah, anda kebanyakan menangis jadi pusing.” Ujar Ron, membantu Nona Ellea berbaring dengan hati-hati.
__ADS_1
"Saat menangis, seseorang akan mengalami perasaan intens berupa stress dan gangguan kecemasan yang dapat memicu proses pada otak hingga menimbulkan rasa sakit kepala atau pusing setelah menangis." Jelas Ron dengan raut datar sebelum Ellea kembali bertanya.
"Ron aku pusing bukan karena menangis, tapi karena penjelasan kau. Aku ini tidak sedang kuliah biologi." Sungut Ellea karena Ron yang tidak mengerti bahasa sindirannya.