Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 198


__ADS_3

"Lea!!" Ron terus mengejar Ellea yang sudah lebih dulu masuk ke lift. Gadis itu sampai melemparkan high heels yang dipegangnya agar Ron berhenti mengejar.


Namun Ron semakin menambah kecepatannya mengejar Ellea sebelum pintu lift tertutup. Sudah tidak peduli pada pertunangan yang memang tidak diinginkannya.


Dengan napas tersendat-sendat Ron memegangi kedua lututnya yang lemas.


"Pergi Ron!!" Usir Ellea yang malu pada dirinya sendiri. Ia malu kalau mencintai pria di depannya ini dan tidak berani mengakuinya.


Ron berdiri tegak kemudian menarik napas panjang untuk menormalkan deru napasnya. "Tidak akan, sebelum kau menjelaskan padaku kenapa melakukan semua ini!!"


"Apa yang aku lakukan dan apa yang harus aku jelaskan," Ellea tersenyum sinis membuang pandangannya. Tidak sanggup menatap Ron terlalu lama, takut jantungnya memiliki tangan dan langsung menghambur ke pelukan Ron.


"Kenapa kau pura-pura sudah menikah di depanku?" Tanya Ron lembut. Apa ia salah kalau berharap Ellea memiliki perasaan padanya.

__ADS_1


"Apa itu penting?"


"Tentu saja kau penting bagiku." Bahkan sangat penting, lanjut Ron dalam hati. Andai gadis ini tahu betapa dia sangat mencintainya.


"Kalau aku penting bagimu kemana saja kau selama empat tahun ini?" Teriak Ellea murka tanpa sadar melepaskan seluruh emosinya di depan Ron. Emosi yang selama ini dipendamnya meledak begitu saja saat berhadapan dengan pria yang sudah menjadi penyebabnya.


Semua ini memang bukan salah Ron. Tapi tetap saja Ron yang salah, karena bayangannya yang selalu menghantui siang dan malam.


"Kenapa kau tidak mencariku. Kenapa kau membiarkan aku pergi? Kenapa Ron? Kenapa kau tidak menahanku. Kenapa? Karena kau marah padaku!!"


Ellea menggelengkan kepala, "kau bohong Ron. Inilah yang aku takutkan ketika jatuh cinta. Aku takut hatiku patah untuk yang kedua kalinya. Tapi sekuat apapun aku menolak perasaan ini tetap saja kau sudah berhasil mematahkannya. Aku kalah Ron. Kau tahu aku kalah," Ellea tertawa di tengah tangisnya. Dan itu sangat menyakitkan untuk Ron lihat.


"Kau tidak kalah, kita menikah." Ron menangkup kedua pipi Ellea yang beruraian air mata. Sesakit ini melihat orang yang sangat dicintainya menangis karena dirinya.

__ADS_1


Kenapa dia terlalu bodoh sampai tidak menyadari kalau Ellea sudah mencintai sejak dulu. Dan gadisnya ini hanyalah butuh diyakinkan kalau tidak akan dibuat terluka lagi.


"Semudah itu kau bilang kita menikah. Kau pikir aku mau menikah dengan calon suami orang!!" Sarkas Ellea mendorong tubuh Ron bertepatan pintu lift terbuka. Gadis itu berlari menjauh, inilah alasan kenapa ia tidak ingin kembali ke Indonesia.


Dan pemandangan tidak mengenakkan itu dilihat oleh Edric. Melihat adiknya berjalan tanpa alas kaki tentu saja membuat Edric tidak tinggal diam.


"Beri mereka waktu untuk menyelesaikan semuanya," Jovie menahan Edric yang ingin menyusul Ellea. Pria itu sudah memberikan sang putri pada Deandra.


"Kau lihat, Elle menangis!" Ujar Edric emosi meminta Deandra membawa putrinya menjauh sebentar.


"Lebih baik Elle menumpahkan tangisnya sekarang, daripada dia menangis bertahun-tahun lagi karena menahan perasaannya."


"Kau itu seperti peduli saja pada Elle!!" Sarkas Edric yang membuat Jovie menghela napas panjang.

__ADS_1


"Sama seperti kau, aku juga menyayangi Elle Edric. Tidak cukupkah air matanya selama empat tahun ini. Ya, aku memang pernah bersalah sudah melukai perasaannya. Tapi Elle harus bisa menyelesaikan masalah perasaannya sendiri, semakin cepat maka semakin baik. Mau sampai kapan dia bersembunyi." Ucap Jovie yang mampu membuat Edric menghentikan diri untuk mengejar Ellea. Membiarkan sang adik menyelesaikan masalahnya dan berdamai dengan keadaan.


__ADS_2