Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 38


__ADS_3

"Edric!!" Panggil seseorang.


"Panjang umur!!" Umpat Deandra dalam hati melihat wanita yang berjalan mendekati Edric dengan senyuman menawan.


Edric memasang ekspresi datar, tidak menghiraukan Alice. Ia tetap berjalan di samping Deandra.


"Ed sebentar!" Alice merangkul tangan Edric.


Bibirnya tersenyum saat Edric tidak menolak rangkulannya. Ia sangat yakin pria itu pasti memaafkannya.


"Awas aku mau lewat!" Deandra melerai rangkulan tangan Alice pada sang suami tanpa tahu muka berjalan dengan songongnya.


"Heh dasar perebut kekasih orang sama kayak ibunya!!" Hina Alice agar Edric ilfeel pada Deandra.


Edric hanya diam tidak membela Alice maupun Deandra. Ia ingin melihat respon dari wanita yang berstatus sebagai istrinya.


Deandra tersenyum berbalik badan mendekati Edric.


"Kau alergi ulat bulu kan, sampai kantor jangan lupa diminum obatnya. Nanti kau gatal-gatal." Deandra mengeluarkan obat dari dalam tas.

__ADS_1


Edric yang kebingungan menerjemahkan ucapan Deandra mengulurkan tangan menyambutnya. "Paracetamol," gumamnya dalam hati.


Setelah obat itu berpindah ke tangan Edric. Deandra melepaskan jas sang suami lalu melemparnya ke tong sampah.


"What! Dia membuang jas mahalku?" Umpat Edric kesal. Kalau saja tidak ada Alice di dekatnya. Ia pasti sudah menjitak kening Deandra.


"Bekas ulat bulu berbahaya untukmu," ujar Deandra.


Edric menahan tawa setelah mengerti maksud dari perkataan Deandra.


"Sialan kau!!" Alice merasa tersindir dengan apa yang diucapkan Deandra.


"Babe, dia menghinaku!" Adu Alice tidak terima dianggap ulat bulu.


Saat tangannya ingin merengkuh lengan Edric kembali Deandra dengan cepat menarik tangan sang suami.


"Awas kau alergi ulat bulu, nanti tanganmu busuk!!" Seru Deandra dengan wajah khawatir.


Edric melihat dua orang wanita di depannya tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Sialan, awas kau!!" Alice menggeram marah meninggalkan keduanya. Dia merasa sangat terhina, apalagi Edric tidak membelanya sama sekali.


Setelah Alice pergi Deandra tertawa puas. Ia melihat jelas wajah kesal Alice dan itu membuatnya sangat bahagia.


"Apa jasnya mau dipakai kembali?" Tanya Deandra lugu pada Edric yang sekarang menatapnya tajam.


"Deandra Hansel!!" Geram Edric, "kau tahu berapa harga jas itu?"


"Harga bukan masalah untukku. Aku bisa menggantinya dengan yang baru. Karena sekarang aku sangat bahagia bisa membuat nenek sihir itu kesal." Seru Deandra sangat bersemangat.


"Kau, itu jas baruku dan limited edition!! Kalau kau bisa membelinya pun tidak akan ada yang sama lagi. Jangan mentang-mentang kau punya uang lalu menggampangkan segalanya." Edric menggeram marah karena Deandra tidak merasa bersalah sama sekali.


Wanita itu mengendikkan bahu acuh, "aku pernah memberikan jam tangan limited edition di dunia yang baru Dad Tian beli pada musuhnya. Jadi jasmu, hanya masalah kecil untukku. Berani sekali dia menghina Momku, bagus tidak ku bikin mulutnya itu sobek!!" Sahut Deandra angkuh lalu meninggalkan Edric.


"Astaga dasar istri minus akhlak!! Aku marah malah dia ikutan marah." Umpat Edric lalu kembali ke mobil.


Tadi pagi dia sampai berganti pakaian karena disembur Deandra dengan air sabun. Dan sekarang malah jasnya dibuang ke tong sampah. Bukannya minta maaf Deandra malah menganggap itu hal biasa.


Walau hatinya senang melihat Deandra tidak tinggal diam saat Alice mendekatinya. Tapi tetap saja dia kesal.

__ADS_1


__ADS_2