Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 109


__ADS_3

Ellea menekan dadanya yang terasa sesak. Goresan luka itu terbentuk lagi di atas lukanya yang belum sembuh. Ia ingin dicintai selayaknya wanita ingin dicintai, tidak hanya dimanfaatkan.


"Nona," panggil Ron saat pintu lift terbuka. Seakan tahu bahwa Ellea sedang terluka. Nyatanya Ron memang mengikuti Ellea sejak di kampus. Kala Azmi datang mengganggu ia hanya terlambat muncul beberapa detik di hadapan gadis itu dibanding Jovie.


"Ron, kenapa kau disini?" Ellea menoleh ke kanan dan kirinya memastikan tidak ada Edric disana.


"Menjemput anda Nona, Tuan Edric meminta anda datang ke apartemennya." Ujar Ron memberitahu.


"Kemanapun aku pergi ternyata Edric masih mengawasiku!" Runtuk Ellea dalam hati. Dengan sangat terpaksa ia mengangguk, memberikan kunci mobilnya pada Ron. Ellea pasrah saja kalau Edeic memarahinya karena menemui Jovie. Padahal dia tidak menemuinya, pria itu saja yang selalu muncul tiba-tiba mengagetkannya.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya mereka sampai di apartemen Le Parc at Thamrin Nine. Apartemen eksklusif yang hanya bisa dihuni oleh para sultan.


Saat Ellea masuk ke apartemen sang kakak Edric sudah menunggu di ruang tengah dengan merentangkan tangan. Tanpa aba-aba gadis itu masuk dalam pelukan Edric. Menyadari sang kakak tidak marah Ellea menumpahkan air matanya. Tidak peduli kalau ada Ron yang melihatnya.


"Siapa yang nakal Sayang?" Edric mengusap-usap punggung sang adik dengan sayang. Walau dia sangat tahu siapa orang yang sudah membuat adik kesayangannya ini menangis.


"Kak Jo," adu Ellea masih dengan isak tangis yang semakin nyaring.


"Aku kan sudah memberitahumu berkali-kali, jangan mengejar Jovie lagi." Edric sampai tidak tahu harus bertindak apa pada adiknya yang cinta mati dengan Jovie.

__ADS_1


Walau sahabatnya itu sudah berkali-kali memohon maaf padanya dan meminta Ellea. Tetap saja Edric tidak rela jika adik kesayangannya bersama pria brengsek itu.


Elle tidak menjawab, gadis itu semakin terisak sendu.


"Hei kau bisa menangis!" Deandra sengaja berteriak nyaring dari tengah pintu kamarnya.


"Sayang aku bilang jangan keluar kamar kenapa keluar?" Tegur Edric dengan mata melotot, istrinya itu hanya menggunakan celana pendek dan kaos tipis. Jelas Edric tidak rela kalau Ron melihat kecantikan wanitanya.


"Kenapa kau ada di apartemen kakakku, hah?" Ellea langsung mengurai pelukan Edric dan mendekati Deandra.


"Terserah, suka-suka aku. Kenapa kau yang repot?" Deandra tersenyum sinis.


"Stop, tidak boleh main fisik!" Lerai Edric, berdiri diantara Deandra dan Ellea.


Bisa putus kepala kecebongnya yang sedang lomba lari menembus cangkang sel telur di perut sang istri. Ia tidak ingin menunggu terlalu lama berita kehamilan Deandra. Walaupun Edric mengiyakan keinginan sang istri yang tidak mau hamil. Tapi tetap saja ia punya seribu satu cara dan alasan.


"Edric, kau menghalangiku. Aku kesal padanya!" Pekik Ellea mendorong tubuh Edric agar menjauh.


"Kau boleh kesal, tapi tidak boleh main kasar," beritahu Edric dengan tegas. Setelahnya ia memeluk Ellea yang terlihat masih emosi.

__ADS_1


"Edric lepas, no peluk-peluk." Deandra menjulurkan lidah pada Ellea dan sengaja mengurai pelukan sang suami dari adik iparnya.


"Hei dia ini kakakku!" Seru Ellea mengeratkan pelukannya di pinggang Edric, sementara Deandra semakin gencar menarik Edric menjauh dari Ellea.


"Stop bertengkarnya!" Terik Edric pusing, dia pikir adik dan istrinya ini sudah bisa akur dan tidak bertengkar lagi. Tapi ternyata masih saja seperti tom and jerry.


"Aku mau dipeluk!!" Teriak Ellea dan Deandra bersamaan.


"Ron, peluk Elle!" Titah Edric yang membuat sang adik melotot tajam, sedang Deandra auto berseru senang.


"Tapi Tuan," ujar Ron kikuk apalagi saat Ellea melotot padanya.


"Ron!" Tegas Edric karena kedua wanita sudah hampir saling cakar.


"Siap Tuan," Ron bergegas menarik Nona Ellea dan memeluknya agar tidak terjadi pergulatan panas.


"Lepas, aku cuma mau dipeluk Edric!!" Ellea menggeram semakin kesal karena Edric melindungi Deandra.


"Sweetheart jangan nakal, masuk ke kamar!" Perintah Edric yang tidak bisa dibantah. Dengan wajah cemberut Deandra kembali masuk ke kamar.

__ADS_1


Edric memijat pelipis menyambut Ellea yang langsung memeluknya. Baru sebentar dua wanita itu bersama sudah membuat kepalanya pening.


__ADS_2