Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 36


__ADS_3

Deandra merasakan lututnya lemas dan jantungnya seakan berhenti berdetak saat Edric membaringkannya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya karena dia tidak bisa melakukan perlawanan.


"Malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya. Dan kau tidak boleh kelain hati lagi."


"Ed, aku..." ucapan Dea terpotong karena Edric mengisyaratkannya untuk diam.


"Sstt, diamlah dan nikmati, aku sedang melakukan penilaian." Ujar Edric mulai mencumbui Deandra dengan lembut dan membuat tanda kepemilikan diseluruh tubuh gadisnya.


Suara lenguhan dan erangan tak berhenti keluar dari bibir mungil Deandra. Walau sempat menangis kesakitan saat Edric membobol gawang tapi akhirnya gadis itu mengikuti permainan sang pria.


Edric tersenyum setelah berhasil membuat Deandra kelelahan. "Kau sangat mempesona dan aku akan mencintaimu. Karena kau satu-satunya wanita yang aku sentuh." Gumamnya seraya membawa wanita yang sudah membuatnya tidak perjaka lagi dalam pelukan.


Deandra tidak mendengar jelas gumaman Edric karena dia benar-benar lelah dan tubuhnya serasa remuk.


Keesokan paginya.


"Ed," Deandra meraba tempat tidur namun pria yang sudah mengambil mahkotanya sudah tidak ada di sampingnya.

__ADS_1


"Kau itu setelah membuatku seperti ini mencampakkanku begitu saja!" Kesal Deandra, hatinya sangat sakit menyadari Edric meninggalkannya setelah mendapatkan apa yang pria itu inginkan.


Saking kesalnya Deandra sampai menangis. Karena untuk bangun saja dirinya kesulitan.


"Hei gadis sombongku yang manja kenapa menangis?" Edric yang baru keluar dari bathroom terkejut melihat Deandra yang tadi malam sudah membuatnya terbang ke langit ketujuh menangis.


"Kau itu setelah mengambil kegadisanku, meninggalkanku sendirian di tempat tidur!!" Kesal Dea memukul dada bidang Edric yang masih bertelanjang dada.


"Oh ya, ku pikir kau sudah tidak gadis lagi sejak kita menikah." Edric semakin menggoda sembari merapikan selimut Dea, karena itu bisa memancing adik kecilnya.


"Apa yang sakit?" Tanya Edric khawatir. Dia sudah melakukannya dengan lembut dan penuh perasaan agar Deandra tidak kesakitan.


"Hati aku ini sakit," Deandra semakin terisak. "Kau itu jahat sekali!! Kalau kau menceraikanku siapa yang mau denganku yang sudah tidak perawan ini."


"Memangnya siapa yang mau menceraikanmu," Edric membawa wanitanya dalam pelukan. Sekarang dia harus bersiap dengan kemanjaan Deandra. Karena istrinya ini terbiasa dimanjakan oleh Dad Tian dan Dan Denis.


"Kau tidak akan menceraikanku?" Tanya Dea berbinar cerah, menghapus air matanya dan melap ingus dengan selimut.

__ADS_1


"Kau ini jorok sekali!!" Edric mengambil tisu memberikannya dengan kasar pada Deandra.


"Kan tisunya jauh." Deandra menyengir lebar, "kau belum menjawab pertanyaanku?" Sungutnya.


"Tidak, tidak tahu." Jawab Edric yang sudah ilfeel melihat kelakuan Deandra. Ia beranjak menuju walk in closet.


"Edric, aku benci kau!!" Teriak Deandra melemparkan bantal dan guling ke arah Edric.


"Ya Tuhan, siapa yang ku tiduri tadi malam. Kenapa manisnya kalau saat mendesah saja!!" Keluh Edric dalam hati, membiarkan saja wanitanya mengamuk sampai lelah.


"Kau masih mau mengamuk atau ingin ikut sarapan?" Tanya Edric setelah berpakaian rapi.


"Aku mau pulang, awas kau menjemputku!!" Deandra menyibak selimut lalu beranjak ke bathroom mengabaikan rasa sakit dibagian intinya.


Edric mengumpat dalam hati, apa yang dilihat matanya membuat tubuhnya panas dingin kembali. Mana mungkin dia membiarkan Deandra pulang sedang dia ingin mengulang kembali aktivitas yang seperti tadi malam.


"Awas kau berani menceraikanku. Akan kubuat buntut tikusmu itu seperti jely!!" Gerutu Deandra sambil berendam di bathtub.

__ADS_1


__ADS_2