
Edric bergegas kembali setelah keluar dari toilet. Tidak ingin meninggalkan Deandra terlalu lama sendirian. Apalagi tidak ada pengawal yang menjaganya.
Karena langkah kakinya terlalu cepat dan lebar tidak sengaja menabrak anak kecil yang sedang berlari. Gadis kecil itu terpental menabrak kaki jenjang Edrik, kemudian terjatuh.
"Cakiitt!" Rengeknya keras sambil memegangi pantat. Membuat Edric langsung berjongkok membantunya untuk bangun.
"Maaf," ucap Edric mengulurkan tangan.
Gadis kecil itu mengabaikan uluran tangan Edric dengan mata berkaca-kaca menoleh ke belakang mencari ayah dan bundanya tapi tidak ada. Membuatnya menangis semakin keras.
Edric dibuat tambah kebingungan, anak kecil itu menangis karena menyadari tidak ada orang tuanya yang mengikuti di belakang.
"Cece!!" Teriak seorang gadis sambil berlari kecil yang membuat Edric menoleh, wajah mereka sama sangat sulit untuk dibedakan. Tidak jauh di belakangnya ada sepasang suami istri yang mengikuti.
"Anak Bunda jatuh?" Tanya perempuan yang masih terlihat cantik itu dengan gurat kekhawatiran. Membantu putrinya yang masih
menangis untuk bangun lalu memeluknya. "Cece ngejar apa jadi ninggalin Bunda?"
"Cece mau pipis," ucapnya lucu sudah berhenti menangis.
__ADS_1
"Cece kan pakai pampers gak papa pipis disini, nanti di rumah baru ganti." Beritahu sang bunda yang mendapat gelengan kepala dari si kecil.
"Gak enak," sahutnya sambil memegangi pampers membuat sang bunda tersenyum bangga kemudian menatap ke arah Edric mengucapkan terimakasih.
Edric yang bingung hanya menganggukkan kepala, padahal dia yang membuat anak kecil itu menangis.
"Sini gendongnya sama Ayah Sayang," pria yang Edric duga ayah dari si kembar itu mengambil alih putrinya dari sang istri.
Edric agak familiar dengan pria itu tapi lupa pernah bertemu dimana.
"Lili pegangin tangan bunda dan jalannya hati-hati ya Sayang. Kalau mau pipis, bilang nanti ayah antar ke toilet." Katanya seraya mengusap puncak kepala sang putri yang mungkin belum genap berusia tiga tahun.
"Saya permisi," ucapnya kala teringat dengan Deandra yang sudah cukup lama ia tinggalkan sendirian di restoran.
Edric meninggalkan keluarga itu setelah berpamitan. Perasaannya tiba-tiba tidak enak, khawatir terjadi sesuatu dengan Deandra.
Drt... drt...
Dering ponsel menghentikan langkah Edric. Pria itu menjawab cepat telepon genggam miliknya.
__ADS_1
"Damn!" Umpat Edric saat mendapat kabar mobil yang dibawa pengawalnya di sabotase. Dan itu adalah mobil miliknya, ia memang memerintahkan pengawal membawa pulang mobilnya lebih dulu. Akan minta jemput nanti setelah Deandra sudah puas berkeliling.
Untung saja istrinya tidak ada di mobil itu, apa jadinya kalau Deandra yang mengalami kecelakaan.
Edric berlari cepat menuju restoran, merasa ada yang tidak beres. Tatapan matanya menajam saat melihat Deandra dipeluk paksa oleh pria brengsek yang sangat dibencinya.
Bugh... Bugh
Edric memberikan dua kali bogeman mentah di punggung Azmi, melepaskan Deandra yang dipeluk paksa lelaki itu. Wajah istrinya sudah memucat karena ketakutan, pasti Azmi mengancamnya lagi.
"Lihat pria ini, berani-beraninya merebut istriku yang sedang hamil!" Teriak Azmi yang membuat semua orang menatap ke arah mereka dan mencibir Edric. Pria itu tersenyum menyindir melihat Edric yang menatapnya tajam.
"Dia istriku!" Edric tidak terima istrinya diakui. Ini sudah diluar batas, dia tidak akan membiarkan pria brengsek ini bisa hidup tenang lagi.
"It's okay Sayang," Edric membenamkan wajah Deandra yang menangis karena malu dalam pelukannya.
"Mana buktinya?" Teriak para pengunjung restoran.
Edric mengambil dompetnya di saku celana. "Sial!" Umpatnya dalam hati saat tidak menemukan dompetnya disaku celana. Deandra juga tidak membawa tas. Azmi tersenyum penuh kemenangan mengeluarkan kartu nikah milik Edric yang sudah dieditnya.
__ADS_1
Lagi-lagi hal itu membuat Edric membelalakkan mata. "Tenang Sayang," bisiknya di telinga Deandra yang gelisah. Menutup telinga Deandra dengan tangan, agar tidak mendengar bullyan yang orang-orang katakan. Sekarang bukan dirinya yang ia khawatirkan tapi psikis ibu hamilnya ini.