Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 193


__ADS_3

Empat tahun kemudian


"Come on Baby," panggil Ellea pada gadis kecil yang sedang aktif-aktifnya. Bocah berusia empat tahun itu menatap wajah setiap orang dengan senyuman renyahnya sambil melambaikan tangan. Mereka sedang berada di sebuah restoran.


Ellea baru kembali ke Indonesia seminggu yang lalu. Selama empat tahun ini ia memutuskan untuk tidak kembali. Walau Mom Linn sering mengajaknya pulang tapi Ellea lebih memilih tinggal di sana.


Namun Edric berhasil membuatnya kembali ke Indonesia, sudah tentu dengan berbagai ancaman. Hari ini mereka menghadiri acara wisuda Deandra. Sedang ia sudah menyelesaikan studi setengah tahun yang lalu.


Karena perutnya yang lapar Ellea membawa keponakannya keluar dari gedung. Mencari restoran terdekat untuk menyelamatkan perutnya dari amukan cacing.


Gadis berusia dua puluh tiga tahun itu membiarkan saja keponakannya berjalan-jalan. Bocah kecil itu tidak mau disuruh duduk diam. Sementara perutnya tidak bisa diajak kompromi.


Calla berjalan dengan riang sambil mengepak-ngepakkan tangan. Bibir mungilnya tidak berhenti tersenyum. Karena berjalan dengan mata kesana-kemari, bocah itu menabrak pelayan restoran yang sedang membawa pesanan. Dan dia sendiri yang mental sampai jatuh. Untung piring-piring yang pelayan itu bawa tidak ikut terjatuh.


"Sorry Aunty," ucap Calla kecil dengan mata berkaca-kaca ketakutan.

__ADS_1


"Tidak apa," pelayan perempuan itu mengangguk diikuti senyuman. Tidak bisa membantu anak itu karena harus mengantarkan pesanan pada pengunjung restoran.


"Are you okay girl," seorang pria tergerak membantu Calla untuk bangun.


"I'm okay," sahutnya sambil menepuk-nepukkan kedua belah tangan untuk membersihkan tangannya yang kotor.


"Ada yang sakit?" Tanya pria itu lagi melihat tangan Calla lalu meniupnya sambil tersenyum. Wajah sang bocah ini mengingatkannya dengan seseorang.


Putri Edric itu menggelengkan kepala. Menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari Aunty-nya. Calla sontak menangis memanggil mommy saat tidak menemukan orang yang dia cari.


"Tadi terjatuh dan sekarang menangis mencari mommy-nya," jawab pria itu kebingungan. Mengangkat Calla dalam gendongan, "nanti kita cari mommy ya." Bujuknya seraya membawa bocah itu ke meja mereka.


Sementara Ellea yang asyik makanan baru tersadar kalau dia berangkat bersama Calla. Selesai menyantap makanannya ia bergegas mencari putri sang kakak.


Hidupnya bisa dalam bahaya, kalau sampai putri tersayang Edric dan cucu tersayang Dad Harry itu hilang. Baru satu minggu pulang, masa dia sudah membuat masalah lagi.

__ADS_1


"Baby," panggil Ellea saat menemukan Calla duduk di salah satu meja bersama orang yang tidak dikenal.


"Hei kau berjalan terlalu jauh," cemas Ellea mengusap pipi sang keponakan yang seperti baru selesai menangis lalu memeluknya. Tanpa memperhatikan dua orang yang duduk di meja itu karena saking cemasnya.


Sementara pria yang duduk disana langsung menegang saat melihat wajah wanita yang sangat dirindukannya. Pantas saja dia merasa tidak asing dengan wajah gadis kecil itu.


"Ayo pulang, Daddy pasti mencarimu." Ajak Ellea yang tidak ingin mengambil resiko hidupnya dalam bahaya karena teledor menjaga Calla.


"Daddy?" Tanya si kecil Calla.


"Yes Daddy sudah menunggu," Ellea menurunkan Calla dari kursi lalu mengucapkan terima kasih pada pasangan yang sudah membantu keponakannya.


Pria yang selama ini masih menyimpan perasaan pada Ellea itu hanya bisa menelan kekecewaan melihat wanita yang dicintainya ternyata sudah memiliki anak. Walaupun memutuskan untuk menjauh dan tidak pernah menemui Ellea lagi, tapi hatinya masih tertaut pada wanita itu.


"Sama-sama Ellea Hansel," sebutnya dengan sengaja memberikan penekanan pada nama Ellea.

__ADS_1


Membuat Ellea menoleh dan netranya bertabrakan dengan netra pria yang sudah membuat hidupnya berantakan selama bertahun-tahun ini.


__ADS_2