Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 81


__ADS_3

"Sweetheart," Edric terpaksa menyusul Deandra. Meninggalkan Jovie dan Ellea berduaan di ruang rawat.


"Kenapa kau menyusulku kesini, mau marah-marah padaku lagi? Tadi belum puas memarahiku?" Judes Deandra. Wanita yang mengenakan baju pasien itu duduk dengan santai di kursi taman.


"Maaf, aku tidak bermaksud marah-marah padamu." Edric memeluk bahu Deandra dari belakang lalu mengecup di pipi dengan mesra.


"Edric hentikan!" Pekik Deandra malu dilihat orang.


"I'm sorry Sweeatheart," ucap Edric. Kemudian mengecup lama di pipi kiri istrinya.


“Edric malu dilihat orang,” Deandra menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan karena malu pada orang-orang yang menatap iri melihat kemesraan Edric padanya.


“Untuk apa malu, kau itu istri sahku. Kalau tidak mau bertambah malu ayo masuk, atau aku akan mencium bibirmu dengan panas disini.” Pria itu tersenyum nakal pada wanitanya.


“Kau itu memang arrogant, selalu saja memaksa sesuka hatimu tanpa memikirkan perasaanku.” Sungut Deandra, baru saja hatinya dibuat berbunga-bunga sekarang pria itu sudah mengeluarkan ancamannya kembali.


“Aku kan memang Mr. Arrogant-mu,” Edric tersenyum kecil memutari kursi duduk di samping Deandra. Wanitanya itu menyandarkan kepala dengan manja di bahunya.

__ADS_1


“Kapan kita bisa punya anak seperti itu,” ucap Edric saat melihat anak kecil yang berlarian mengejar sang ayah di taman.


“Aku masih kuliah Edric, nanti saja ya.” Deandra memainkan tangannya yang berada di pangkuan Edric.


Pria itu menganggukkan kepala, “tapi jangan salahkan aku kalau dia hadir disini.” Edric membawa tangannya dan tangan Deandra menempel di perut wanita itu. “Karena aku menyebarkan benihku setiap malam disini,” lanjutnya dalam hati. Hanya itu caranya untuk mengikat Deandra agar tidak berpaling darinya dan kembali pada pria brengsek itu lagi.


“Ck, kau ini tetap saja egois.” 


“Aku memang egois,” aku Edric dengan tawa kecil. Sangat senang bisa membuat Deandra cemberut karena ulahnya.


Disaat pria yang berada di taman itu asyik menggoda istrinya, sementara adiknya yang berada dalam ruang rawat justru diam seribu bahasa.


“Baby, sorry for hurting you.” Jovie menggenggam tangan Ellea yang tidak mau menatap dirinya. Gadis itu hanya menundukkan kepala.


“Untuk apa dia meminta maaf, sedang aku tidak meminta pertanggungjawaban pada siapapun atas sakit hatiku ini. Aku hanya kecewa pada diriku sendiri karena tidak bisa menerima kenyataan kalau pria yang aku cintai mencintai wanita lain.”


“Baby jangan diam, look at me please.” Jovie mendongakkan dagu Ellea dengan pelan agar gadis itu mau menatap dirinya. “Aku sudah ada disini, katakan kau mau apa. Aku akan menuruti semua keinginanmu?”

__ADS_1


“Aku mau Kak Jo pergi dari sini,” jawab Ellea dengan tenang walau hatinya terasa sesak dan bergemuruh hebat.


“Aku tahu itu bukan yang kau mau,” Jovie sedikit kecewa mendengar perkataan Ellea yang sedang membentengi diri.


“Memangnya Kak Jo tahu apa yang aku mau?” tanya Ellea datar. Sungguh hatinya sangatlah lemah, ia takut terperangkap pada perasaan yang semakin dalam. Perasaan yang dapat membuatnya tenggelam dalam kehancuran.


“Kau mencintaiku dan kau menginginkanku,” ujar Jovie dengan yakin.


“Kak Jo terlalu percaya diri, aku memang mencintai Kak Jo tapi belum tentu aku menginginkan Kak Jo.” Ellea tertawa kecil untuk menutupi kepingan hatinya yang hancur berantakan. Dimana harga dirinya sebagai seorang perempuan yang seharusnya dicintai. Tapi malah dia yang merendahkan diri di hadapan lelaki.


“Benarkah kau tidak menginginkanku?” tanya Jovie dengan kekehan. Gadis di depannya ini sangatlah lucu. Tadi malam saja tidak mau melepaskan pegangan tangannya, terus bergumam agar tidak dia ditinggalkan. Tapi sekarang seolah tidak menginginkannya.


“Kalau aku membuat penawaran untukmu apa kau tetap tidak mau?”


Ellea menggeleng dengan tegas. “Kau tidak boleh lemah Ellea Hansel!!” Peringat gadis itu pada hatinya yang rapuh ini.


“Sungguh?” Jovie mengernyitkan alis, lalu membuat bibirnya menyatu dengan bibir mungil milik Ellea. Gadis itu tidak dapat berkutik, membeku di tempat dengan jantung berlarian kencang.

__ADS_1


“Hentikan Jovie Alexander!!” Teriak Edric murka melihat Jovie memperlakukan adiknya seperti perempuan murahan.


__ADS_2