Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 87


__ADS_3

Ellea meninggalkan apartemen Jovie dengan perasaan tidak karuan. Gadis itu memegangi dadanya yang terasa sesak. Kenapa sesakit ini mencintai sepihak. Dan kenapa Kak Jo harus bersikap seolah sangat peduli padanya. Kalau kenyataannya dalam hati pria itu sudah tertanam nama wanita lain.


"Nona," Ron sangat ingin merengkuh gadis yang terlihat sangat rapuh itu. Namun sadar diri hanya seorang pengawal. Ia tidak pulang karena ingin memastikan Nona Ellea tidak dalam bahaya, jadi mengikutinya.


"Ron, kau mengikutiku?" Ellea menatap tidak suka pada pria yang sudah satu minggu ini mengikutinya kemana-mana. Edric tidak membiarkannya keluar mansion sendirian. Kakaknya itu sekarang sangat posesif padanya.


"Saya hanya ingin memastikan anda aman Nona," jawab Ron apa adanya.


"Ck, aku ini bukan anak kecil yang tidak bisa menjaga diri sendiri Ron!" Decak Ellea kasar, meluapkan amarahnya pada Ron yang sebenarnya tidak bersalah.


"Anda mungkin bisa menjaga diri sendiri Nona, tapi anda tidak bisa menjaga hati agar tidak terluka karena pria itu." Jawab Ron menohok yang dibenarkan Ellea dalam hati.


Tanpa Ron minta gadis itu masuk ke dalam mobil. Dia tidak perlu bersusah payah mencari taxi karena sudah ada yang selalu siap mengantarnya kemana-mana.


"Anda baik-baik saja Nona?"


"Aku baik-baik saja Ron," sahut Ellea dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mata. Bisa diperkirakan sebentar lagi hujan akan turun.


"Menangislah kalau anda ingin menangis. Orang yang menangis bukanlah pertanda mereka lemah," ujar Ron bijak. Asisten Edric itu mengemudikan mobil menuju mansion Hansel.

__ADS_1


"Apa yang harus aku tangisi Ron," Ellea tersenyum getir. Dia tidak boleh terlihat lemah di depan siapapun karena sudah bertekad ingin cepat move on.


"Emosi itu harus dikeluarkan dengan cara yang tepat kalau tidak ingin menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dengan menangis contohnya, asal sewajarnya. Setelahnya perasaan akan lebih lega."


"Aku sedang tidak ingin dinasehati Ron!!" Ellea memutar bola mata jengah.


"Saya tidak menasehati anda Nona, hanya memberitahu," jawab Ron.


"Sama saja Ron, aku tidak butuh informasi dari kau!!" Ketus Ellea, setelahnya gadis itu tidak bersuara lagi. Begitu juga dengan Ron yang memilih diam. Hanya ada keheningan di dalam mobil, karena pemuda dan pemudinya membisu.


...🌹🌹🌹 ...


"Jangan ganggu aku Edric, aku sedang tidak mood!!" Deandra menyingkirkan tangan Edric dari pipinya.


"Yang bikin kesal siapa, yang kena marah siapa?" Pria itu menangkup pipi Deandra dan mengecupnya dengan gemas.


"Edric cepat pulang, aku capek!!" Seru Deandra karena mereka masih berada dalam mobil yang terparkir di area kampus. Edric tidak menjalankan mobil, malah menggodanya.


"Senyum dulu baru mobilnya bisa jalan," pinta Edric. Namun Deandra malah semakin merengut.

__ADS_1


"Aku akan senyum kalau mobil ini bisa terbang!!"


"Mobil ini akan terbang kalau kau yang memberikannya sayap penyemangat," Edric mengedipkan mata genit.


"Gak lucu Edric!!"


"Itu karena aku sedang tidak melawak Sweetheart. Aku sedang merayu istriku yang cemberut ini agar mau tersenyum."


"Aku tidak ingin dirayu!!" Deandra membuang pandangannya ke arah luar jendela.


"Kalau tidak mau dirayu maunya apa, hm?" Edric mendekatkan wajahnya pada Deandra.


"Aku ingin kau jalankan mobil ini pulang Edric!!" Deandra yang tidak sadar Edric sudah berada sangat dekat dengannya memutar kepala sehingga bibirnya mengenai tepat di kening Edric yang sudah memperhitungkan semuanya.


"Kau tidak ingin dirayu tapi ingin menciumku ternyata," suami Deandra itu tersenyum penuh kemenangan.


"Edric, kau ini licik. Aku tidak menciummu. Kau saja yang ingin menempel padaku!" Tukas Deandra kesal.


"Tentu saja aku ingin terus menempel pada istriku ini. Ayo kita pulang, lanjutkan di tempat tidur!" Edric semakin gencar menggoda Deandra, agar wanitanya itu berhenti cemberut.

__ADS_1


"Ish, dasar ganjen!!" Pekiknya sambil mencubit pipi Edric dengan kuat sampai si empunya mengaduh kesakitan. Setelahnya Deandra tertawa terbahak-bahak karena berhasil membalas prianya yang sangat menyebalkan. Tanpa mereka sadari kalau ada sepasang mata yang sedang mengintai.


__ADS_2