
Azmi membaringkan tubuh gadis yang sangat dirindukannya. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya ia sampai di rumah mewah yang selama tujuh tahun ini hanya dijaga pelayan.
Sang gadis masih tertidur karena pengaruh obat bius. Azmi mengelus lengan mulus yang tidak tertutup apapun. Ia melepaskan gaun pengantin yang digunakan Dea untuk memudahkan membawanya. Deandra hanya menggunakan tanktop dan hotpants. Melihat leher jenjang itu membuat Azmi panas dingin.
"Baby bangun, Om disini." Bisik Azmi dan mengecup seluruh wajah Dea dengan lembut untuk menyalurkan seluruh perasaan rindunya. Dari pipi kemudian semakin turun ke leher mulus Deandra.
"Eugh," Deandra melenguh merasakan geli di tubuhnya. Perlahan matanya terbuka dan betapa terkejutnya Deandra saat melihat orang yang ada di hadapannya sekarang.
"Ya ini Om Sayang," Azmi memeluk tubuh itu dengan erat sebelum Dea menyebutkan namanya.
"Om lepasin Dea, Dea sudah menikah." Jawab Deandra dengan raut wajah datar. Meskipun hatinya sangat senang bertemu dengan orang yang selama ini dirindukannya. Tapi tetap saja ia harus membatasi diri agar tidak terpesona pada Om kesayangannya.
"No Honey, sampai kapanpun kamu tetap milik Om." Azmi tersenyum menyesap leher Deandra dia tidak ingin berdebat yang ia inginkan sekarang hanya menyalurkan rasa rindunya.
"Lepasin Dea please!!" Mohon Deandra mencoba menghindari Azmi. Namun pria itu semakin kuat merengkuh tubuhnya. Membuat Dea tidak bisa banyak bergerak karena kalah tenaga.
"Kenapa Om membuat Dea takut," lirih Deandra ketakutan dengan air mata yang berjatuhan di pipinya. Bahkan dia tidak tahu sekarang sedang ada dimana.
"Dea jangan takut Sayang, Om akan melakukannya dengan lembut." Bujuk Azmi tidak menghentikan kesenangannya. Deandra menggelengkan kepala dengan air mata yang semakin deras.
...🐥🐥🐥...
"Sial, hilang sinyal. Kita kehilangan jejak. Disini sudah tidak bisa melacak keberadaan Dea." Ucap Denis cemas, meminta anak buahnya segera berpencar.
Tian mengusap wajahnya dengan kasar, berharap mereka tidak terlambat menyelamatkan Dea.
"Edric cari dataran yang lebih tinggi kita cari sinyal dulu." Perintah Tian pada menantunya yang menyetir mobil. Mereka menyusuri jalanan selama sepuluh menit sampai menemukan daerah yang bisa menjangkau sinyal.
Denis terus mengawasi ponselnya untuk mendapatkan titik terakhir keberadaan sang putri.
"Edric ambil jalan lurus, lalu belok kiri sekitar tiga puluh menit dari sini," beritahu Denis setelah menemukan keberadaan putrinya.
"Percepat Edric, aku tidak ingin terlambat menyelamatkan Dea." Teriak Tian sangat cemas pada keadaan putrinya. Pasti bajingan itu yang sudah menculik Deandra kembali.
__ADS_1
Edric yang tidak mengerti dengan permasalahan yang terjadi hanya mempercepat laju mobilnya. Sampai mereka tiba di lokasi.
Denis menyebar anak buahnya untuk mencari keberadaan Dea dan mereka menemukannya di kamar utama.
"Om jangan!!" Teriak Deandra ketakutan saat Azmi ingin meluncuti seluruh pakaiannya.
"Sstt jangan takut Sayang, ini tidak sesakit yang Dea bayangkan." Azmi menenangkan gadis yang masih berada di bawah kungkungannya.
Braakk
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan kasar. Azmi yang terkejut langsung menyelimuti tubuh Dea.
"Lepaskan putriku brengsek!!" Amuk Tian, Edric langsung mengelumbuni tubuh istrinya yang menangis ketakutan dan memeluknya.
"Edric, bawa Dea ke mobil sekarang!" Perintah Denis.
Edric mengangguk, menggendong Dea ke mobil. Ternyata gadis sombong ini bisa menangis juga, dia pikir Deandra tidak punya air mata.
"Berani kalian datang ke sarangku," ucapnya dengan menyeringai tipis. Lalu beberapa saat kemudian anak buat Azmi datang dan terjadilah perkelahian sengit di kedua belah pihak.
Sementara Edric masih menenangkan istri yang baru dinikahinya. Dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Tangannya mengepal kuat melihat bibir Deandra yang bengkak dan berdarah karena bekas gigitan. Juga leher yang dipenuhi tanda percintaan.
Ia tidak ingin bertanya apapun, Edric akan membuat perhitungan pada pria yang sudah membuat istrinya mengeluarkan air mata. Dia paling benci melihat ada orang yang menyakiti miliknya. Walau tidak ada cinta di hatinya tapi gadis ini telah sah menjadi istrinya.
Selang satu jam Denis dan Tian kembali dengan wajah babak belur begitu juga para pengawal.
"Biar aku yang menyetir Dad," ucap Edric pada Denis.
"Kau temani Dea saja!" Sahut Denis dingin, kedua pria itu masih berselimut amarah di hatinya.
Sepanjang perjalanan pulang tidak ada yang bersuara sibuk dengan pemikiran masing-masing. Sementara Deandra tertidur dalam pelukan Edric.
__ADS_1
.
.
.
.
.
...🌹🌹🌹...
Selamat datang di karya baru othor yang masih belajar ini 😄.
Story ini seri lanjutan dari Aksara Cinta.
Di sarankan mampir ke sebelah terlebih dulu. Dukung terus karya othor dengan memberikan like, komen dan vote 🥰.
Sambil menunggu Love You Mr. Arrogant update bisa mampir dulu di karya othor yang lain. Yang merupakan seri sebelumnya cerita ini.
📚 El & Ken
📚 Kesucian Cinta
📚 Aksara Cinta
Cerita lain :
📚 Ajari Aku Mencintaimu
📚 Gemuruh Cinta Sang Guntur
__ADS_1