
Jovie berhasil membawa paksa Ellea ke apartemennya setelah tahu apa masalah yang gadis itu hadapi. "Kau tidak bisa berbohong padaku, Elle!"
Ellea tidak berminat menjawab, kekesalannya selangit pada pria yang sebelas dua belas dengan Edric itu. Pemaksa, namun sayangnya dia cinta.
"Kau sudah tidak menganggapku kakakmu lagi? Kau bisa mencariku saat kesusahan, bukan jadi gelandangan di jalanan." Jovie tidak berhenti mengomel sambil melepaskan flat shoes Ellea. Bagian depan dan tumit gadis itu lecet karena terlalu lama berjalan.
Ellea masih tetap diam, perlakuan Jovie yang membersihkan dan mengolesi kakinya dengan salep itu membuat hatinya kembali menghangat. Ellea menutup mata, menarik napasnya panjang. Ia tidak boleh lemah, harus bisa melawan perasaannya yang semakin membuncah.
"Sejak kapan kau tidak punya telinga sampai tidak menjawab aku ajak bicara!" Pria itu tidak segan-segan menjewer telinga Ellea. Dia lebih suka melihat gadis itu cerewet daripada pendiam. Ellea sangat tidak cocok jadi pendiam dan wanita anggun.
"Aaww sakit Kak Jo!" Jerit Ellea menangkap tangan Jovie yang menjewer telinganya sampai terasa pedas.
"Kalau aku sedang bicara itu didengar dan dijawab. Jangan hanya seperti orang bisu!" Jovie mendengus melepaskan tanggannya dari telinga sang gadis yang memerah.
"Sekarang sudah puas mengomelnya, aku mau pergi!" Ketus Ellea, hari ini orang-orang sangat suka menyakitinya. Tadi pipinya yang kena tampar sekarang telinganya yang dijewer.
__ADS_1
"Pergilah!!" Jovie melipat tangan di depan dada membiarkan saja gadis keras kepala itu pergi.
Ellea menenteng sepatunya, beranjak meninggalkan Jovie. Kapan dia bisa move on kalau masih berada di dekat pria itu.
"Kak Jo!!" Teriak Ellea karena pintunya tidak bisa dibuka. Pantas saja Jovie membiarkannya pergi semudah itu.
"Dasar manusia licik," Ellea mengumpat dalam hati. Gadis itu terduduk di belakang pintu. Dia lelah, ingin segera pergi dari orang-orang yang membuat hatinya lelah. Tapi sekarang malah terperangkap di apartemen Jovie.
Jovie beranjak dari sofa mendekati gadis yang menelungkupkan wajahnya di lutut. Ellea menangis dalam diam.
"Ada Kak Jo disini," dengan sayang Jovie memeluk Ellea. Setiap melihat Ellea menangis hatinya ikut merasakan sakit. Pria itu menggendong sang gadis ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur.
"Kau akan tinggal bersamaku disini," beritahu Jovie sambil mengelus puncak kepala Ellea. Entah apa nama perasaannya ini, sejak dulu ia menyayangi Ellea seperti adiknya sendiri. Tapi sekarang Jovie tidak yakin. Karena setiap berada di dekat sang gadis hasratnya bergejolak menginginkan adik kecilnya ini.
Ellea menggeleng, menghapus air mata yang sangat memalukan. Kenapa dia menangis di hadapan Kak Jo. "Aku mau pergi," keukeuh putri bungsu Hansel itu.
__ADS_1
"Apa harus aku mengancam dulu agar kau tetap diam disini!!" Jovie menggeram, kepala mungil gadis ini sangat keras kepala.
"Aku gak mau disini Kak Jo, kau mengerti tidak? Tanpa bantuanmu pun aku akan bisa bertahan hidup!!" Sarkas Ellea bangun dari tempat tidur.
Jovie dengan sigap menahan Ellea dan mendorongnya kembali ke tempat tidur. Pria itu naik menindih sang gadis, "apa harus seperti ini dulu agar kau menurut padaku!!"
Ellea menahan napas saat Jovie menindihnya. Pria itu terlihat sangat marah, "kau tidak boleh lemah Ellea. Kau harus pergi dari tempat ini. Kau bisa hidup tanpa mereka semua!!"
Gadis itu mendorong tubuh Jovie dengan sekuat tenaga. Tapi tidak membuahkan hasil karena tenaga Jovie lebih besar darinya. Malah pergerakan sang gadis membuat Jovie semakin lapar ingin memangsa Ellea.
"Sudah cukup melawannya Baby, aku sedang tidak ingin berbaik hati denganmu!!" Jovie menarik depan kemeja Ellea sampai kancingnya terlepas dan berjatuhan.
Ellea tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena tangannya tertindih. Hatinya semakin sakit sekarang, tapi bibirnya seketika menyunggingkan senyuman. Apa yang harus ditangisi, karena sekarang ia tidak punya apapun.
"Aku mencintaimu Kak Jo, tapi kau memperlakukanku seperti ini. Apa aku tidak berhak untuk bahagia. Aku hanya ingin pergi dari kalian untuk mencari kebahagiaanku sendiri. Tapi kalau Kak Jo ingin melakukannya padaku, lakukanlah!! Tapi setelah itu biarkan aku pergi." Pasrah Ellea dengan senyuman getir.
__ADS_1