Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 124


__ADS_3

"Ed aku bosan," Ellea menggedor pintu kamar sang kakak. Sejak pulang tadi pasangan itu tidak ada keluar.


Ia bosan selama dua hari ini hanya menonton televisi, Edric mengurungnya di apartemen. Pelayan hanya datang saat mengantarkan makanan untuknya. Ia persis binatang peliharaan yang tidak boleh keluar.


Edric bersedekap dada sambil bersandar setelah membuka pintu. "Memangnya mau apa biar gak bosan? Mau pulang ke mansion?"


Ellea sontak menggelengkan kepala, mana mungkin dia kembali ke mansion kalau sudah diusir. "Jalan-jalan," jawabnya dengan wajah merengut.


"Kau boleh keluar ditemani Ron." Pria itu berujar, sangat tahu pasti Ellea tidak akan mau. Hanya perlu sedikit trik untuk menghadapi adiknya yang suka memberontak persis sang istri itu.


"Ck, dia itu bukan asisten kau lagi Edric. Kenapa sesuka hati menyuruhnya menjagaku." Wajah cantik gadis itu semakin mengkerut masam. Si empunya mengedikkan bahu acuh.


"Aku mau ikut jalan-jalan!" Teriak Deandra ikut nimbrung dari dalam kamar.


"No Sweetheart!" Sahut Edric cepat. "Jadi mau jalan atau tidak?" Tanyanya pada sang adik.


"Jadi!!" Seru Deandra menyahut lebih dulu.


"Bukan kau yang aku tanya De!" Pria itu berdesis, daripada menemani Deandra jalan-jalan lebih baik mereka bikin baby.


"Tidak. Aku tidak mau sama Ron!!" Decak Ellea, memilih kembali ke kamarnya. Ia tidak nyaman berada di dekat Ron, pria itu sangat perhatian padanya. Takut terkesan seperti memberikan harapan palsu.

__ADS_1


Edric tersenyum penuh kemenangan, tidak perlu susah payah mengusir Ellea.


"Edric aku mau jalan!" Rengek Deandra saat sang suami kembali mendekat ke arahnya.


"Coba berdiri." Dikte Edric berjalan ke tempat tidur, tidak jadi mendekati sang istri.


Deandra menurut, meletakkan laptop di pangkuannya ke meja dan berdiri sesuai instruksi Edric.


"Sekarang mendekatlah kesini," pria itu mengulurkan tangan seperti memandu bayi yang sedang belajar jalan.


Lagi-lagi Deandra menuruti aba-aba Edric, berjalan mendekat ke arah sang suami. Saat sudah dekat Edric menariknya ke pangkuan.


"Dea sudah jalan kan, jadi kita gak perlu repot-repot keluar kamar Sayang." Edric tertawa gelak melihat wajah cengo Deandra yang belum sadar kalau dikerjain.


"Bukan bodoh Sayang, tapi penurut." Sebut sang pria mengacak gemas rambut wanitanya.


"Kau harus minta maaf dengan membawaku jalan-jalan!" Cetus Deandra.


"Mau jalan-jalan kemana?" Tanya Edric seraya merapikan rambut Deandra yang baru saja di acak-acaknya. Ia belum pernah membahagiakan istrinya ini.


"Boleh kemana saja?" Deandra bertanya balik.

__ADS_1


"Kemanapun yang Dea mau, asal jangan ke bulan. Nanti disana gak bisa minta jatah," Edric mengerlingkan mata genit. Sebisa mungkin dia tidak mengungkit perihal baby.


"Ish gak ada jatah-jatahan, aku mau sama Elle liburannya."


"Tidak akan ada izin kalau kau mau liburan bersama orang lain. Harus bersamaku dan hanya berdua," tegas Edric segera mengantisipasi Deandra mengajak Ellea.


"Gak seru Edric. Kau itu tidak asik," Sungut Deandra. "Pasti dalam kepalanya hanya ada pikiran mesum," gerutunya dalam hati.


"Terserah, kalau mau liburan bersamaku. Kalau tidak, kau tidak boleh kemanapun." Edric menggulung tubuh Deandra ke tempat tidur lalu menindihnya dengan senyuman usil.


"Dasar Mr. Arrogant, suka-suka hati mengatur hidupku!!" Umpat Deandra kesal.


"Mulutnya tidak boleh mengumpat Sweetheart," pria itu menggigit pelan bibir bawah sang istri.


"Terserah, mulut-mulutku!" Seru Deandra menutup wajah Edric dengan tangan lalu mendorong menjauh darinya.


"Dikasih tahu kayak disuruh ya," gemas Edric menggigit Deandra di pipi.


Drtt... drtt...


Dering ponsel Edric menjeda kemesraan pasangan yang baru tadi sore baikan itu. Tangan Edric menjangkau ponsel yang berada di atas nakas.

__ADS_1


"Siapa?" Deandra menyelidik. Pria itu tidak menjawab.


"Alice?" Tanya Deandra dengan decakan saat membaca nama pemanggil di ponsel Edric. Nama kontaknya pun masih belum diganti. Wanita itu langsung mendorong tubuh Edric yang berada di atasnya. Pantas saja Edric selalu memanggilnya Sweetheart.


__ADS_2