Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 149


__ADS_3

"Braakk!!"


Suara pecahan kaca depan mobil yang dihantam menggunakan balok mengalihkan perhatian dua pria yang sedang mengikat tangan Ellea.


Putri bungsu Hansel itu ikut menoleh dan mengucap syukur dalam hati karena ada yang menolongnya.


Setelah selesai mengikat Ellea, dua orang itu keluar dari mobil. Hanya menghadapi satu orang, mudah bagi mereka untuk melumpuhkannya.


Namun dugaan mereka salah. Setelah beberapa menit bertarung pria itu masih baik-baik saja, walau menghadapi dua orang terlatih sekaligus.


Ron yang baru memarkirkan mobil langsung mendekat saat melihat ada kekacauan. Matanya melebar sempurna menemukan Ellea yang dalam kondisi terikat di mobil.


Pria itu bergegas membuka pintu mobil, "maaf aku terlambat." Sesal Ron, padahal baru beberapa menit yang lalu mereka berbicara lewat telepon. Ia melepaskan ikatan di tangan dan kaki Ellea. Lalu dengan hati-hati melepaskan lakban di mulut sang gadis.


Tidak berapa lama para petugas keamanan berdatangan. Mengamankan dua orang yang sudah membuat kekacauan.


"Ada yang terluka?" Ron meneliti bagian tubuh Ellea yang tampak untuk memastikan gadis itu baik-baik saja.


"Tidak ada," jawab Ellea dengan helaan napas berat. Entah apa jadinya dia kalau sampai dibawa oleh dua orang itu.

__ADS_1


"Syukurlah," pria itu merapikan jalinan rambut Ellea lalu menuntunnya keluar dari mobil.


Kalau sampai gadis ini kenapa-kenapa saat bersamanya sudah dapat dipastikan, dia yang akan diamuk Edric.


"Kau tidak apa?" Tanya pria yang menolong Ellea.


Gadis itu mengangguk pelan, "terima kasih Uncle," ucap Ellea. Pria yang menyelamatkannya itu merupakan paman Deandra. Ia mengenalnya, tapi tidak tahu kenapa orang itu bisa berada di AJ Entertainment.


Jeri menjawab dengan senyuman, menepuk puncak kepala Ellea dengan lembut dua kali.


"Berhati-hatilah," ujarnya lalu beralih pada Ron. "Jaga gadismu ini baik-baik, ada yang sedang mengintainya." Pesan Jeri sebelum pergi yang diangguki Ron.


"Jangan tanya aku, aku juga tidak tahu siapa orangnya." Ron berujar lebih dulu sebelum Ellea mengajukan segala rentetan pertanyaan.


Ia bukan tidak tahu siapa pelakunya, karena Ron mengenal dua pria yang ingin menculik Ellea tadi.


"Ck, jangan berbohong padaku Ron." Decak Ellea berjalan menuju mobil Ron dengan kaki yang sengaja dihentak-hentakkan.


Ron membiarkan saja tingkah Ellea yang seperti anak kecil, mengikutinya ke mobil sambil mengulum senyum.

__ADS_1


"Mau makan burger?" Ron menyodorkan burger saat mereka sudah berada di mobil. Setahunya Ellea belum ada makan sejak siang. Jadi membelikan burger untuk gadis itu mengganjal perut.


"Lagi diet!" Jawab Ellea ketus membuang wajahnya ke arah luar.


Grk... grk


Suara laknat yang sangat Ellea benci tiba-tiba keluar sendiri. Membuatnya malu setengah mati di hadapan Ron.


"Yakin tidak mau?" Pria itu pura-pura tidak mendengar suara cacing yang berdemo di perut Ellea.


"Tidak!" Jawab Ellea gengsi.


"Ya sudah aku makan saja daripada mubazir." Ron membuka bungkus burger siap untuk melahapnya.


Ellea meneguk saliva, perutnya semakin keroncongan melihat burger yang sangat menggoda.


Beberapa detik kemudian burger di tangan pria itu berpindah ke mulutnya. Ellea menyengir lebar setelah menggigit burger yang masih Ron pegang.


"Katanya tidak mau," Ron mendelik kemudian tertawa melihat tingkah menggemaskan Ellea.

__ADS_1


"Aku lapar, dietnya besok saja." Seru Ellea merebut burger milik Ron, melahapnya tanpa malu.


__ADS_2