Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 107


__ADS_3

Edric tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bermanja-manja pada sang istri. Hal yang belum pernah dilakukannya selama menikah.


"Ish, kenapa kau yang minta dimanja. Harusnya kau yang memanjakanku." Wanita cantik itu mencubit gemas hidung Edric yang tidur di pangkuannya.


Ada kebahagian yang tidak bisa Deandra lukiskan saat ini karena Edric mau menunjukkan sisi lain dalam dirinya.


"Malam ini kau dulu memanjakanku, aku masih kangen." Edric mengangkat sedikit kepalanya lalu mengecup bibir sang wanita singkat.


"Kan tadi aku yang minta tidur dipeluk." Deandra memasang tampang merengut, pura-pura merajuk.


"Hm, mau dipeluk ya..." Sulung Hansel itu terpaksa bangun dan membawa Deandra dalam pelukan sebelum istrinya itu merajuk sungguhan dan minta diantar pulang.


"Tapi bo'ong!!" Seru Deandra sambil tertawa gelak dalam pelukan Edric, membuat si pria gemas.


"Oh jadi pura-pura merajuk," Edric menggigit hidung Deandra gemas. Tadinya ingin menggelitiki istrinya ini. Tapi urung, saat ingat benih yang baru ia semai sedang berlomba-lomba untuk menembus cangkang sel telur dalam perut sang istri.


Deandra hanya tersenyum, semakin beringsut dalam kehangatan yang Edric berikan.


Sementara Ellea yang selalu diteror sang kakak untuk membujuk Mom Linn memilih pulang saat hari sudah gelap. Agar ada alasan yang ia berikan pada Edric nanti.

__ADS_1


Edric memang tidak datang ke mansion untuk menerornya. Kakaknya itu selalu menelpon mengganggunya. Dia bukannya berhasil membujuk Mom Linn malah jadi sasaran kemarahan sang emak. Tapi tumben hari ini Ellea tidak mendapat teror dari Edric.


Baru satu kaki Ellea masuk ke dalam mobil ada yang menarik tas punggungnya. Sehingga tubuhnya tertarik ke belakang. Hampir saja dia terjatuh kalau orang yang menarik tasnya itu tidak menangkap tubuhnya.


"Pantas saja dia tidak menelpon ternyata mengikutiku!" Decak Ellea dalam hati, berpikir Edric yang mengikutinya. Tapi aroma parfumnya berbeda dengan yang sering Edric gunakan.


"Hai gadis kecil," Azmi mengusap mata Ellea yang melotot dan mulut menganga lebar. "Kau terpesona padaku, hm." Godanya seraya menegakkan tubuh Ellea.


"Astaga bukan Edric!" Ellea tidak meladeni ucapan om-om itu dengan cepat ia masuk ke mobil. Tapi lagi-lagi tubuhnya tertarik ke belakang.


"Kau tidak bisa kabur dariku sebelum memberikan Dea padaku baru kau bisa lepas," ucap Azmi seenaknya.


"Uncle ngapain nyari Dea sama aku, aku ini bukan emaknya!!" Sarkas Ellea mencakar tangan Azmi dengan kuku-kuku cantiknya.


"Terserahku, kuku-kukuku weee." Ellea menjulurkan lidahnya pada pria dewasa itu kemudian kabur ke dalam mobil dengan cepat sebelum dia ditarik lagi.


"Kau tidak bisa kabur anak kecil!" Azmi ikut masuk ke mobil. Duduk di atas pangkuan Ellea.


"Om beraat, kakiku bisa patah!!" Pekik Ellea, kenapa hidupnya jadi susah karena para pria yang mengejar Deandra.

__ADS_1


"Kalau begini bagaimana, masih berat?" Azmi memutar tubuhnya mengecup kening gadis itu.


Ellea langsung menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Tapi tidak merasakan apa-apa, bahkan tidak ada beban berat lagi di atas pangkuannya.


"Baby, are you okay?" Jovie menarik tangan Ellea yang menutup wajah.


"Kak Jo," Ellea refleks langsung memeluk laki-laki itu karena senang bisa selamat dari om-om yang mengerikan. Mengerikan karena pesona pria dewasa itu bisa menjeratnya. Tapi bagaimana dia sampai tidak mendengar apa-apa saat om itu keluar dari dalam mobilnya.


"Uncle itu kemana?"


"Itu," tunjuk Jovie pada pria yang tergeletak di tanah.


Ellea membelalakkan mata, "Kak Jo apain. Kalau dia mati nanti aku di penjara."


"Tidak akan mati, hanya pingsan sesaat." Beritahu Jovie, dia tidak ingin membuang tenaga meladeni pria yang selalu mengganggu Ellea.


"Pindah duduk, aku antar pulang." Ucap Jovie seraya mengecup pipi Ellea sambil mengelus-elus di punggung.


Ellea membeku, Jovie kembali membuat acara move on-nya berantakan. Ia lebih baik dibenci daripada diperlukan seperti ini karena sama-sama menyakitkan.

__ADS_1


"Baby, are you okay?" Pria itu menangkup pipi Ellea khawatir, karena tidak merespon ucapannya.


Ellea mengangguk kecil, dalam hatinya membatin. "Hanya hatiku yang sedang tidak oke sekarang."


__ADS_2