
"Kau mulai hari ini kuliah lagi, nanti diantar Ron. Barang-barang dan perlengkapan kuliahmu akan diantar kemari." Beritahu Edric pada Ellea sambil menyuapi bayi besarnya. Seumur-umur baru kali ini ia mau mengurus orang lain.
"Kenapa harus Ron, Edric. Carikan aku pengawal yang lain saja," tolak Ellea. Dia akan merasa canggung kalau bersama pria itu, ujung-ujungnya pasti tetap sama. Edric akan memaksanya menikah dengan Ron.
"Mulai sekarang Ron yang akan menjadi pengawal kau. Itupun kalau kau masih mau aku urus!"
Ellea menghela napas panjang, ingin kabur lagi tapi tidak memiliki banyak uang. "Iya terserah kau saja," pasrahnya. Ia akan mengumpulkan uang dari yang Edric kasih untuk kabur nanti.
"Uang belanja dipegang Ron, kalau perlu apa-apa tinggal minta padanya." Edric berujar karena tahu apa yang ada di otak sang adik. "Kau tidak boleh pegang ponsel, Ron yang akan mengurus semua keperluanmu."
"Siap Tuan," lagi-lagi Ellea hanya bisa menurut. Mau protes pun sia-sia, baru berencana ingin kabur saja sudah dipatahkan Edric.
Sementara Deandra sampai selesai sarapan hanya diam menyimak pembicaraan kakak dan adik itu.
...🌹🌹🌹...
__ADS_1
"Sudah siap Nona?" Ron datang menjemput Ellea tidak lama setelah Edric mengantar Deandra ke kampus.
"Panggil Lea saja aku bukan majikanmu Ron," ralat Ellea. Ia hanya sedang beruntung karena Deandra, Edric jadi mau menampungnya.
Ron mengangguk, bisa melihat kesedihan yang gadis itu sembunyikan. "Ini ponselmu bawalah," katanya memberikan ponsel milik Ellea.
"Kau saja yang pegang, aku tidak perlu itu." Ellea hanya mengambil koper yang berisi pakaian dan perlengkapan kuliahnya.
"Kalau ini?" Ron menunjukkan card di tangannya.
"Bawalah uang cash kalau kau ingin belanja," ujar Ron memberikan amplop yang sudah disiapkannya tanpa sepengetahuan Edric.
"Tidak, aku punya uang sendiri." Tolak Ellea, uangnya memang masih ada walau tidak banyak.
"Oke, kau ganti pakaian dulu baru kita berangkat." Pria itu tidak membantah lagi. Ellea mengangguk membawa masuk kopernya ke kamar.
__ADS_1
Ia tidak tahu apa rencana Edric, tapi semua ini pasti ada hubungannya dengan perjodohan yang Dad Harry paksakan.
"Kau menginginkan sesuatu?" Tanya Ron pada Ellea yang hanya menatap jalanan di sepanjang jalan. Gadis cantik itu hanya diam, hal yang sangat langka terjadi.
"Tidak," jawab Ellea yang sedang memikirkan nasib selanjutnya tanpa bantuan Dad Harry. Ia rindu pada mom dan dad, tapi... Ah sudahlah.
"Ron, kenapa kau masih mau menjadi pengawalku. Padahal kau tidak kekurangan uang sampai harus jadi pengawal?" Ellea bertanya memecah keheningan.
"Apa kau keberatan kalau aku yang menjadi pengawalmu?" Ron malah bertanya balik.
"Tentu saja sangat keberatan," sahut Ellea dalam hati. "Ada hal yang lebih bermanfaat untuk kau urus selain diriku."
"Katakan apa yang kau inginkan, aku akan membantumu kalau ingin keluar dari apartemen Edric." Kasihan pada gadis yang terbiasa bebas dan bersenang-senang itu. Hanya duduk diam di apartemen pasti sangat membosankan.
"Kalaupun aku ingin pergi itu tidak membutuhkan bantuan kau," Ellea berdecak merasa ilfil pada pria yang sok peduli padanya padahal ingin mengambil keuntungan lain.
__ADS_1
Ron menghela napas panjang, betapa sulitnya untuk mengambil hati gadis arrogant di sampingnya ini. Semua ini ia lakukan untuk melindungi Ellea walau harus mengesampingkan pekerjaannya yang lain.