Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 203


__ADS_3

"Sayang buka pintunya," Mom Linn mengetuk-ngetuk pintu kamar Ellea.


"Aku belum mandi Mom, sana dulu." Sahut Ellea yang masih berdiri di belakang pintu. Jantungnya berdebar melompat-lompat di dalam sana.


"Oh Tuhan kenapa aku seperti abg baru jatuh cinta," gumamnya sambil memegangi dada agar jantungnya tidak melompat keluar dari tempatnya.


"Buka dulu pintunya," bujuk sang ibu.


Dengan helaan napas berat Ellea membuka sedikit pintu kamar. Takut Mom Linn datang membawa pasukan.


"Kau kenapa? Mencari siapa?" Tanya yang Mom Linn pada Ellea yang celingak-celinguk ke kanan dan kiri.


"Huh selamat," ucapnya setelah memastikan tidak ada orang lain. Membiarkan Mom Linn masuk ke kamarnya.


"Cepat sana mandi dan ganti pakaianmu," perempuan setengah baya itu memberikan gaun berwarna putih gading yang dibawanya pada sang putri.


"Mau kemana aku pakai ini Mom," Ellea membelalakkan mata. Kalian tahu gaun apa yang Mom Linn bawa? Gaun pengantin gaes. OMG, ada apa dengan orang-orang di rumahnya hari ini.


"Mau resepsi pernikahan," sahut Mom Linn enteng yang lagi-lagi membuat Ellea terbelalak kaget. Bola matanya hampir menyembul keluar.


"Kapan aku menikah jadi ada resepsi?" Tanya Ellea saat sadar dari keterkejutannya.


"Beberapa jam yang lalu Ron sudah menikahimu di masjid depan." Beritahu Mom Linn yang membuat Ellea jatuh pingsan saat itu juga.


"Eeee kenapa malah pingsan!!" Pekik Mom Linn panik menangkap tubuh Ellea. "Daddy!!" Teriaknya memanggil sang suami, apa sangat keterlaluan mereka mengerjai putrinya.


"Elle!!" Pria paruh baya itu berlari mendekati sang istri dan membawa tubuh Ellea ke tempat tidur. "Sayang bangun," panggilnya seraya menepuk-nepuk pipi sang putri.


"Mom... Mom, sudah Edric bilang kasih tahu orangnya dulu." Edric berdecak karena ide Momnya yang ingin memberikan kejutan untuk Ellea sampai membuat sang adik pingsan.


"Ya mana Mom tahu kalau sampai pingsan," Mom Linn membela diri sembari mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Ellea.

__ADS_1


"Sayang, Elle bangun." Panggil Edric mencubit-cubit pipi Ellea.


Ellea mengerjapkan mata, pandangannya masih kabur dan gelap.


"Mom aku mimpi, Mom bilang aku sudah menikah." Ucapnya seraya menatap ke arah Mom Linn.


"Itu bukan mimpi, kau memang sudah menikah." Edric menjepit hidung Ellea gemas.


"Apa?"


"Jangan pingsan lagi," tahan Edric sampai melotot.


"Aku tidak pingsan, hanya kaget. Aku dinikahkan sama siapa?" Ujar Ellea lemas, mengulurkan tangan minta dipeluk Edric.


"Astaga, sudah jadi istri orang masih manja sama kakakmu." Edric berdecak membawa Ellea bangun dan memeluknya. "Itu suamimu," tunjuknya pada Ron yang berpakaian rapi mengenakan tuxedo hitam.


Ellea langsung menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Edric. Menarik selimut untuk menutupi perutnya yang terbuka.


"Edric, suruh adikmu mandi dan ganti pakaian. Daddy dan Mom menemani tamu di luar," ujar Dad Harry mengajak istrinya meninggalkan kamar Ellea.


"Dengar, suruh Ron pergi dulu Kak."


"Sudah pergi," bohong Edric. Sehingga Ellea berani menyembulkan wajahnya keluar dan membuka mata. Betapa terkejutnya gadis itu saat melihat Ron duduk di sampingnya.


"Aaaaarrgghh, kalian kenapa jahat!!" Pekik Ellea membuat dua pria itu tertawa gelak.


"Urus istrimu Ron, sebentar lagi MUA akan datang." Dengan tega Edric menyerahkan Ellea pada Ron.


"Kak, jangan tinggalin ish malu. Suruh Ron keluar," rengek Ellea hampir menangis menahan malu. Wajahnya sampai memerah seperti tomat busuk.


"Bye-bye," goda Edric tanpa memperdulikan teriakan sang adik. Daddy Calla itu puas menertawakan Ellea.

__ADS_1


"Hei malu-malu," Ron menangkap Ellea yang ingin kabur mengejar Edric.


"Mau mandi Ron!!" Ellea mencari alasan agar bisa melepaskan diri dari Ron.


"Sini aku bantu," goda Ron membuat Ellea benar-benar menangis karena menahan malu.


"Hei-hei, kenapa menangis." Ron ingin memeluk gadis itu, tapi Ellea bersikeras menolak.


"Nanti bajumu kotor, aku belum mandi. Bau keringat," kilahnya.


"Ya sudah mandi dulu," Ron berhenti mengusili istrinya mengecup di puncak kepala yang membuat Ellea kabur ke bathroom dengan kupu-kupu berterbangan di rongga perutnya.


Gadis itu memukul pipinya kanan dan kiri memastikan semua yang terjadi hari ini bukanlah mimpi.


Dimana ada pengantin wanita yang seperti dirinya, belum mandi. Oh Tuhan, kenapa mereka kejam sekali. Harusnya ini jadi momen spesial dalam hidupnya.


Ellea sengaja berlama-lama berendam di bathtub. Ia pikir Ron akan menyerah menunggu, ternyata pria itu masih ada di kamarnya.


"Sudah, sini makan dulu. Nanti pingsan lagi," ujar Ron yang tadi sudah minta disiapkan buah untuk Ellea. Istrinya itu baru selesai olahraga pasti kelaparan.


"Aku ganti baju dulu," tolak Ellea.


"Sini dulu," tegas Ron menarik Ellea duduk di sampingnya.


Ellea yang hanya mengenakan bathrobe waspada kalau-kalau Ron melecehkannya.


"Buka mulutnya," Ron menyuapkan potongan buah apel ke mulut Ellea. Ellea dengan gelisah merapatkan bathrobe nya.


"Aku tidak akan melakukan sekarang tenang saja," ujar Ron saat mengerti kekhawatiran Ellea. "Tapi kalau kau penasaran rasanya bisa kita cicil sekarang," godanya yang membuat Ellea memucat.


"Aku belum siap, tapi penasaran!!" Batin Ellea sampai bergidik ngeri saat membayangkan Ron menindih tubuhnya.

__ADS_1


"Aaaaaa," pekik Ellea tanpa sadar menutup kedua telinganya.


"Kau membayangkannya?" Gelak tawa Ron pecah melihat keluguan gadis yang baru dinikahinya.


__ADS_2