Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 79


__ADS_3

"Karena Daddy sudah memaksa Dea menikah dengan pria yang tidak Dea cintai," sebut Deandra pelan tapi masih bisa di dengar Edric. Pria itu memelototkan mata sampai hampir menyembul keluar.


"Dea menyesal?" Tian bertanya dengan sengaja. Sangat senang melihat wajah kesal menantunya itu. Ia bersyukur rumah tangga putrinya sudah membaik sekarang.


"Sedikit," jawab Deandra yang sukses membuat Edric semakin melotot.


"Awas saja kalau kau sudah sembuh akan ku hukum sampai tidak bisa berjalan. Dan kubuat hamil, agar tidak ada kata menyesal yang keluar dari mulutmu lagi." Gerutu Edric dalam hati, harga dirinya terluka mendengar Deandra berucap seperti itu.


"Jadi Dea mau berpisah?" Pancing Tian.


Edric menarik napas panjang. Ia sampai tidak fokus pada dokter yang menjelaskan kondisi Ellea, karena mertuanya itu sengaja memprovokasi Deandra.


Setelah dokter selesai memeriksa Ellea, Edric mendekati snag istri dan memisahkannya dari Dad Tian.


"Kalian sudah lama berpelukan, kita tidak sedang syuting serial Tinky Winky." Ucap Edric yang diselimuti rasa kesal.

__ADS_1


Tian dan Denis menahan tawa melihat keposesifan menantunya. Sementara Ellea dibuat jengah karena kakaknya itu sangat peduli pada Deandra. Ia semakin tidak suka pada perempuan yang menjadi kakak iparnya itu.


"Edric, kau ini kenapa sih? Masa aku tidak boleh memeluk Daddy." Omel Deandra karena dipaksa Edric melepaskan pelukan Dad Tuan.


"Aku sudah membiarkan kau berpelukan dengan Dad Tian dan Dad Denis apa masih kurang puas?" Tukas Edric dingin.


Deandra terdiam karena Edric benar-benar sedang emosi.


"Kau tadi tidak mendengar kalau putriku menyesal menikah dengan kau?" Tian menanggapi ucapan menantunya.


"Hei kau lupa, Deandra Adley ini masih putriku!!" Seru Tian dengan suara meninggi.


"Tentu saja aku ingat Dalau Dad Tian itu ayah mertuaku," Edric memutar bola mata jengah.


"Semoga Daddy tidak lupa kalau seorang istri itu milik suaminya. Dan Dad Tian sudah menyerahkan Deandra padaku, jadi dia milikku." Edric mempertegas ucapannya, ia sudah tidak bisa bicara baik-baik lagi pada ayah mertuanya ini.

__ADS_1


Denis geleng-geleng kepala melihat Tian yang sangat bahagia menggoda Edric sampai marah. Sekarang mereka sangat yakin kalau menantunya itu akan bisa menjaga Deandra dengan baik.


"Kalau begitu aku ambil kembali!!" Ujar Tian serius.


"Coba saja kalau Dad bisa mengambilnya!" Ucap Edric dengan angkuh, sampai kapanpun ia tidak akan melepaskan miliknya. Cukup satu kali ia kehilangan wanita yang sangat dicintainya.


"Daddy, berhenti!" Rengek Deandra, memukul pelan bahu Dad Tian.


"Lihat nih sedikit lagi Mr. Arrogant-ku mengamuk." Wanita itu baru sadar kalau Dad Tian sedang mengerjai Edric. Karena semakin kesini ada saja ucapan Dad Tian yang disengaja untuk membuat suaminya marah.


"Siapa?" Tian menajamkan pendengarnya mendengar panggilan sayang Deandra pada Edric.


"Mr. Arrogant, manusia angkuh-ku yang menyebalkan." Sebut Deandra kemudian menempelkan kepalanya di perut Edric dengan manja.


Penuturan Deandra itu membuat kekesalan Edric mereda. Ia terlambat menyadari kalau sedang dipermainkan Dad Tian.

__ADS_1


Sementara Ellea yang menyimak perdebatan Edric dengan Uncle Tian merasa terabaikan. Apalagi saat sang kakak berusaha mempertahankan Deandra. Entah kenapa hatinya terasa panas ketika Edric lebih peduli pada wanita itu sekarang.


__ADS_2