Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 116


__ADS_3

"Edric, apa-apaan kau ini memaksaku pulang!!" Pekik Ellea yang diseret Edric ke mobil. Dia baru tiba di stasiun tapi sudah dipaksa sang kakak pulang. Lelahnya saja belumlah hilang.


"Edric, kau sudah mengusirku. Untuk apalagi menyuruhku kembali ke neraka itu!!" Ellea semakin menjerit setelah sampai di mobil.


"Diam Elle!" Bentak Edric, kalau bukan karena Deandra mana mungkin dia menjemput Ellea secepat ini. Belum ada dua puluh empat jam mereka berpisah. Adiknya itu belum merasakan hukuman hidup susah.


Ellea memilih menurunkan sandaran kursi lalu melanjutkan tidur. Daripada melawan Edric yang bisa membuat kewarasannya tergadaikan.


Edric yang melihat Ellea tertidur menghela napas lelah. Mobil yang mereka tumpangi sudah meluncur menuju bandara.


"Kalau kau menurut tidak akan jadi seperti ini," gumamnya sambil mengusap puncak kepala Ellea. Membuat sang gadis tertidur semakin nyenyak.


Pria itu tidak membangunkan sang adik saat sudah sampai bandara. Memilih menggendongnya, mereka menggunakan penerbangan pribadi.


Sampai di apartemen hari sudah subuh, Edric membaringkan Ellea di tempat tidur. Sementara Deandra tertidur di sofa ruang tengah menunggunya pulang.


"Kalian menyusahkanku saja. Kalau berada dalam satu atap pasti bertengkar terus." Gumam Edric pelan seraya membelai pipi Deandra, istrinya itu semakin cantik kalau tertidur.


"Edric dimana Elle? Kenapa kau pulang tanpa membawa Elle!" Deandra terbangun saat sang suami ingin memindahkannya ke kamar.


"Tidak ketemu, aku lelah. Sekarang kau harus membayar lelahku ini," decak Edric.


"Ish mesum," Deandra mendorong pelan bibir Edric yang ingin menyosor. "Tidak mau, kau tidak dapat jatah kalau tidak membawa Elle pulang!"


"Ck, kalau aku membawanya pulang awas kau bertengkar terus. Aku ini bukan babysitter kalian." Edric membawa paksa Deandra ke kamar. Kalau urusan menyemai benih tidak ada lelahnya.


Ia sudah susah payah memohon sampai menjatuhkan harga diri pada Dad Tian agar diberi kesempatan bersama istrinya ini lagi. Jadi Edric tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada setiap saat. Karena ia hanya diberi waktu satu bulan oleh ayah mertuanya itu. Dan kesepakatan ini tanpa diketahui Deandra.

__ADS_1


"Edric aku tidak mau!!" Tolak Deandra di mulut, tapi hatinya berkata lain saat Edric mendorongnya dengan lembut ke tempat tidur. Otot-otot kekar sang suami sudah mampu menciptakan desiran panas di tubuhnya.


"Tidak ada penolakan Sayang," Edric mengulum senyum mencumbui Deandra yang tidak bisa menolak sentuhannya. Ia cukup menghipnotis wanitanya itu dengan kecupan-kecupan manja di area terlarang.


"Sekarang mau dilanjut atau masih tetap tidak mau?" Goda sang pria kala wanitanya sudah terbakar gairah.


"Kau jahat Edric!! Aku tidak tahan lagi," ucap Deandra dengan suara manja.


"Aku datang Sayang," Edric mengecup seluruh wajah wanita tersayangnya dan bersiap menyebarkan bibit unggul sambil berdoa. Semoga salah satu dari mereka bisa bertahan hidup di dalam sana.


Pergulatan yang awalnya tidak diinginkan Deandra itu berlangsung lama. Sampai wanita itu kelelahan dan tertidur.


"Cepat hadir Sayang," gumam Edric pelan lalu mencium perut Deandra yang sudah tertidur. Pria itu beranjak membersihkan diri, sebentar lagi matahari akan muncul dan dia belum ada memejamkan mata sepanjang malam ini.


Sementara dalam kamar tamu Ellea terbangun dan sadar kalau dia sudah tidak berada di mobil lagi. Gadis itu melenturkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Aku lapar!" Ucap Ellea yang mengejutkan Deandra, sampai menjatuhkan mangkok dari tangannya dan itu membangunkan Edric yang baru saja terlelap.


Pria itu bergegas mencari sumber suara, khawatir terjadi apa-apa pada istrinya yang bisa membuat benihnya gagal tumbuh lagi.


"Hei kau ada disini. Kau belum mati dan gentayangankan. Tapi kenapa menghantuiku!" Deandra mendekati Ellea dan memukul keras pipi gadis itu lalu menjambak-jambak rambutnya untuk memastikan yang ada di depannya bukan hantu sambil berteriak, "Edric ada hantu!!"


"Sakitttt, aku ini manusia!" Pekik Ellea, tidak terima dijambak gadis itu menjambak balik Deandra.


"Edric ada hantu!" Deandra kembali berteriak. Tidak sadar kalau hantu mana bisa kesakitan.


"Hentikan!!" Tegur Edric sambil memijat kepalanya pusing. Belum ada satu jam bertemu, istri dan adiknya itu sudah saling jambak.

__ADS_1


"Edric aku dihantui Ellea, kau bisa melihatnya tidak. Makanya kau cepat cari adikmu itu," cerocos Deandra menghambur kepelukan Edric.


"Kau kurang istirahat makanya berhalusinasi seperti ini. Aku tidak melihat ada Elle disini," ucap pria itu yang membuat Ellea melotot tajam karena Edric berpura-pura tidak melihatnya.


"Cepat cari Elle, apa dia bunuh diri jadi sampai menghantuiku. Dia bilang lapar Edric," Deandra membenamkan wajahnya di bahu Edric. Tapi sebentar-sebentar matanya melirik ke arah Ellea yang tidak juga menghilang dari pandangannya.


"Bagaimana aku mencari Elle kalau kau ketakutan seperti ini. Aku tidak mungkin meninggalkanmu," Edric menahan tawa. Baru tahu kalau istri judesnya ini penakut.


"Edric, hantu Elle berjalan kesini!!" Jerit Deandra menutup mata lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher sang suami.


"Hei, aku ini bukan hantu!!" Jengkel Ellea yang disebut-sebut sebagai hantu.


"Kau mendengar itu Edric?" Tanya Deandra dengan suara bergetar.


"Aku tidak mendengar apa-apa Sayang. Memangnya suara apa?" Pria itu meniup-niup telinga sang istri yang sangat lucu kalau sedang ketakutan.


"Ck," Ellea berdecak. Edric bukannya memberitahu Deandra kalau dia ini manusia malah memanfaatkan ketakutan istrinya.


"Suara setan Sayang," Deandra tertawa gelak mengalungkan tangannya di leher sang suami dengan manja lalu mengecupnya di bibir.


"Kau mengerjaiku?" Edric membelalakkan mata.


"Tentu saja, mana ada hantu yang kesakitan saat aku jambak. Terima kasih suamiku," wanita itu tersenyum dan kembali memberikan kecupan di bibir Edric. Sengaja untuk memanasi Ellea.


"Sial kau sengaja menjambakku!" Geram Ellea menarik rambut panjang kakak iparnya namun segera di tepis Edric.


"Jangan sentuh istriku, Elle. Kalau bukan karenanya aku tidak akan mencarimu. Dan sudah kubiarkan kau jadi gembel!" Sentak Edric.

__ADS_1


"Aku tidak meminta kau mencariku!!" Ucap Ellea dengan perasaan terluka meninggalkan dapur. Untuk apa dia dijemput kalau akhirnya diperlakukan seperti ini.


__ADS_2