Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 65


__ADS_3

"Kau ini bagaimana sih, Elle sakit sampai tidak tahu?" Marah Edric pada Deandra yang sedang menyiapkan perlengkapan kuliah. Wanita itu dibuat bingung pada pria yang tiba-tiba marah saat masuk ke kamar.


"Dia tidak bilang kalau sedang sakit, jadi bagaimana aku bisa tahu." Jawab Deandra lugas dengan perasaan terluka, karena lagi-lagi Edric menyalahkannya.


"Bisakah kau sedikit lebih peka dengan keadaan di sekitarmu. Jangan egois, kita tinggal disini untuk menjaga Elle." Ucap Edric dengan suara lantang, tidak bisa menahan emosi karena Deandra selalu memberikan jawaban yang sukses membuat amarahnya langsung naik ke ubun-ubun. Wanita itu tidak ada lembut-lembutnya selain di tempat tidur. Satu hal yang Edric lupa, Deandra tidaklah bisa diperlakukan dengan keras. Karena istrinya itu semakin memberontak.


"Ya, aku minta maaf. Aku yang salah, aku yang egois." Deandra melemparkan tasnya ke sofa lalu masuk ke bathroom dan membanting pintu dengan kasar. Ia yakin semua ini hanya akal-akalan Ellea agar Edric marah padanya.


Edric yang melihat kemarahan Deandra hanya bisa mengusap dada. Dia yang marah kenapa istrinya itu ikutan marah. "Minta maaf itu dari hati, bukan hanya di mulut." Decaknya keras agar bisa didengar Deandra.


"Haaah!!" Di dalam bathroom Deandra yang mendengar ucapan Edric menghela napas dengan kasar berkali-kali. Seberat ini melalui pernikahan yang tidak didasari rasa cinta. Baru hubungan mereka mulai membaik, ada saja masalah yang datang.


Wanita itu mencuci wajah dengan gusar, "dewasa Dea. Kau tidak boleh terus seperti anak kecil. Ini bukan mansion Daddy, kau harus mengikuti peraturan di rumah ini kalau ingin tetap bersama Edric." Beritahu Deandra pada dirinya sendiri.


Ia sudah bertekad untuk membuat Edric jatuh cinta padanya. Itu artinya Deandra harus belajar menekan emosi agar tidak meledak setiap berada di dekat Edric. Dia tidak boleh kalah dengan Ellea dan Alice, bisa-bisa ulat bulu centil dan adik iparnya itu tertawa bahagia kalau mereka bercerai.

__ADS_1


Setelah bisa mengendalikan emosinya Deandra keluar dari bathroom mendekati Edric yang masih menunggunya duduk bersandar di sofa.


"Aku minta maaf, kali dari hati." Ucap Deandra memasang wajah dengan senyuman manis seraya bergelayut manja di tangan Edric.


Tentu saja Edric dibuat mengkerutkan kening karena istrinya yang arrogant ini meminta maaf lagi bahkan sekarang diikuti senyuman.


"Kau tidak kerasukan kan?" Tanya Edric khawatir menempelkan punggung tangannya di kening Deandra.


"Ck, kau ini selalu saja merusak suasana. Aku ini sudah susah-susah menahan emosi padamu. Untung aku mau minta maaf atas kesalahan yang tidak aku lakukan. Bela saja adikmu itu terus kalau kau mau bercerai dariku." Omel Deandra, memukul bahu Edric dengan keras.


"Kau bukan meminta padaku Edric, kau itu menyalahkanku. Kau menyalahkanku karena Elle sakit. Kau menyalahkanku karena tidak bisa menjaga Elle. Kau menyalahkanku karena tidak peka di rumah ini." Deandra mengeluarkan semua uneg-uneg di hatinya.


"Aku tidak menyalahkanmu. Aku minta maaf kalau caraku meminta membuatmu tersinggung." Edric menyatukan keningnya lalu mengecup bibir Deandra dan menahannya disana. Sejenak pria itu tidak melakukan apa-apa selain menempelkannya saja. Napas mereka saling menyatu dengan detakan jantung yang laing bersahutan.


Deandra bersorak dalam hati, satu langkah dia berhasil. Hari ini Ellea gagal membuatnya bertengkar dengan Edric. Bukan gagal, tapi dia bisa menghentikan pertengkaran ini dengan cepat.

__ADS_1


"Aku mau minta maaf pada Elle," bibir Deandra bergerak mengeluarkan suara yang tidak terlalu jelas. Edric menjawabnya dengan sebuarh sesapan, karena saat Deandra berbicara bibir itu begitu menggoda dirinya.


"Thanks Sweetheart, maaf kalau aku memaksamu mengalah pada Ellea." Edric mengusap bibir wanita yang baru saja dibuatnya membengkak.


"Apa kau senang aku seperti ini?" Tanya Deandra.


"Tentu saja, aku suka wanita penurut dan lemah lembut. Tidak suka pemberontak seperti yang sering kau lakukan. Kau itu membuatku semakin emosi kalau menjawab ucapanku dengan lantang. Kita jadi bukan seperti pasangan suami istri yang sedang berdebat," jelas Edric panjang lebar.


"Kalau aku berubah apa kau bisa mencintaiku?" Deandra kembali bertanya, agar dia tidak salah saat membuat keputusan bertahan. Masih belum terlambat kalau ia ingin mundur.


Edric diam tidak menjawab, menatap Deandra tanpa ekspresi.


"Apa kau tidak bisa mencintaku yang apa adanya seperti ini?" Tanya Deandra lagi yang berujung sama, tidak mendapat jawaban dari Edric.


Wanita itu menganggukkan kepala mengerti atas diamnya Edric. "Aku tidak bisa seperti Alice wanita yang kau cintai, makanya kau tidak bisa mencintaiku." Ucap Deandra dengan tersenyum manis, menepuk pipi Edric pelan. "Tidak apa, aku akan tetap bertahan disini semampuku." Lanjutnya lalu mengulurkan tangan, "ayo temani aku minta maaf pada Elle."

__ADS_1


__ADS_2