Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 162


__ADS_3

"Kenapa senang banget. Senang habis ketemu Kak Jo, hm." Goda Ron yang dengan sabar menunggu Ellea sampai selesai mandi. Gadis itu kegerahan setelah panas-panasan di taman.


"Kalau iya memangnya kenapa? Cemburu yaa, ayo ngaku." Ellea memainkan alis balas menggoda Ron.


"Tentu saja, siapa yang tidak cemburu kalau melihat calon istrinya didekati sang pujaan hati." Sindir Ron dengan tawa kecil.


"Ish kau ini, kusuruh Sari datang kemari baru tahu rasa!" Sungut Ellea memukul bahu Ron pelan.


"Jangan!" Sergah Ron cepat, "nanti kau cemburu aku yang repot."


"Enak saja, siapa juga yang cemburu!" Seru Ellea dengan bibir yang mengerucut tajam.


"Siapa lagi, kalau bukan ini orangnya." Ron menjepit hidung sang gadis diikuti tawa. Kalau bisa sekarang juga ia bawa gadisnya ini ke penghulu. Tapi sayang, Ellea selalu menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan orang lain atas keadaannya sekarang.


"Bukan aku!" Pekik Ellea ikut tertawa gelak.

__ADS_1


"Ekhm," Edric berdehem. Tidak salah dia meminta Ron untuk datang, pria itu bisa menghibur adiknya.


Ron hanya bisa menghela napas panjang, bukan karena Edric. Tapi pada wanita hamil yang berdiri di samping pria itu. Dia sudah menjauhkan Ellea dari Deandra agar tidak bertengkar. Tapi dua orang itu sangat suka datang mengganggunya.


"Edric, lihat Ron tidak suka padaku!" Rengek Deandra, membuat si empunya yang ditunjuk membelalakkan mata.


"Kalau bukan istri Edric, sudah ku bedah perut buncitnya itu!" Umpat Ron dalam hati, kenapa wanita hamil ini selalu membuat orang kesal dan naik darah.


"Sweetheart, mau jalan-jalan," ajak Edric. Lebih baik ia membawa Deandra menjauh daripada ada pertengkaran sesion kedua antara istri dan adiknya.


“Shoppingnya sama Buba dan Mom Aru saja ya, hari ini kita khusus pacaran Sayang.” Tolak Edric secara halus, membawa istrinya ke kamar untuk bersiap-siap.


Ia sudah jera menemani Deandra shopping. Tidak cukup satu jam dan tidak cukup satu kali berkeliling. Makhluk Tuhan yang bernama perempuan itu tidak akan pernah lelah kalau diajak shopping selama dua puluh empat jam nonstop.


“Aku maunya mencari perlengkapan baby bareng kau Edric!" Tegas Deandra yang tahu kalau Edric hanya mencari-cari alasan agar tidak menemaninya shopping

__ADS_1


“Daddy cukup cari uangnya ya. Urusan belanja Mommy saja,” calon ayah itu mengelus-elus perut sang istri sambil mengedipkan mata manja. Berharap Deandra tidak merajuk lagi.


“Ogah, aku maunya kita shopping berdua!" Wanita hamil itu kekeuh ingin ditemani Edric.


“Aku yang antar dan Mom Linn yang menemani shopping bagaimana,” bujuk Edric.


“Baby maunya sama Daddy nih,” Deandra mengeluarkan jurus memelas sambil mengelus-elus perut buncitnya.


“Sayang,” rengek Edric memeluk sang istri dari belakang. Tidak tahu kemana harus mencari pertolongan. Kali ini lebih baik ia diamuk Deandra daripada menemani shopping yang sangat melelahkan.


"Tidak jadi shoppingnya, aku mau pulang ke mansion Dad Tian saja!" Ucap Deandra ketus melepaskan diri dari pelukan sang suami.


"Eee... Jangan! Ayo kita shopping," pasrah Edric memutar tubuh Deandra lalu memeluknya dari depan. Apa kata mertuanya nanti, kalau putri tersayang mereka merajuk karena tidak ditemani shopping.


"Tapi jangan lama-lama ya. Kakiku ini tidak sekuat perempuan kalau mengelilingi mall," ucapnya lemas.

__ADS_1


Deandra menganggukkan kepala, dalam hati bersorak riang karena berhasil membuat Edric menuruti kemauannya.


__ADS_2