Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 90


__ADS_3

Edric tidak menyusul Deandra yang sudah pergi lebih dulu. Ia memilih menenangkan diri di kantor, perkataan Alice mengusik hatinya.


Jadi dialah selama ini yang kurang memperhatikan wanita itu sampai Alice merasa kesepian. Karena ia terlalu sibuk membuktikan diri pada Dad Harry kalau bisa memimpin dua perusahaan sekaligus.


Sementara Alice mengembalikan mobil yang dipinjamnya pada pria yang melindunginya saat anak buah Edric ingin menyekapnya. "Aku tidak ingin melanjutkan rencana ini lagi. Edric sudah tidak menginginkanku." Wanita itu tersenyum memberikan kunci mobilnya.


Jika kalian pikir ia wanita yang kuat maka kalian salah. Dia hanyalah wanita biasa yang tidak memiliki apa-apa. Edric sampai ingin menyekapnya agar tidak mengganggu Deandra.


Dan Jovie sekarang juga sudah tidak berpihak padanya lagi. Alice benar-benar sendirian sekarang. Siapa yang peduli pada hatinya yang terlampau sakit ini. Baik Edric maupun Jovie sudah membuangnya.


"Kau menyerah setelah berjuang sejauh ini?" Tanya pria itu, ia bisa melihat kesedihan di wajah Alice.


"Untuk apalagi aku berjuang kalau tidak memiliki harapan lagi. Aku tidak punya apapun untuk melawan mereka," ucap Alice jujur. "Terima kasih karena sudah menampungku. Aku akan pergi jauh dari sini."

__ADS_1


"Tinggallah di apartemenku," pria itu memberikan kunci apartemennya dan kartu atm. "Dan ini untuk memenuhi kebutuhanmu."


Alice menggelengkan kepala, "tidak perlu. Aku akan mencari kerja. Sebentar lagi aku wisuda, aku tidak ingin bergantung pada orang lain lagi."


"Bawalah, kalau sekarang kau tidak memerlukannya mungkin suatu saat nanti. Jangan sungkan untuk minta tolong padaku kalau kau membutuhkan bantuan."


"Terima kasih," ucap Alice terharu. Ternyata masih ada orang yang mau menolongnya. Pria itu membalas dengan senyuman.


...🌹🌹🌹 ...


Deandra menunggu Edric memberikan penjelasan padanya namun pria itu hanya diam sejak pulang dari kantor sore tadi. Bahkan suaminya itu terlihat dingin padanya setelah pertemuan mereka dengan Alice tadi siang.


Sementara Ellea memang terbiasa makan dalam diam. Hanya menjadi saksi pasangan suami istri itu bermesraan. Tapi ada yang berbeda malam ini.

__ADS_1


Usai makan malam Ellea kembali ke kamar, ia tidak ingin mengurusi masalah yang terjadi diantara kakak dan kakak iparnya. Begitu juga dengan Deandra. Sedang Edric masuk ke ruang kerjanya. Pikirannya masih tertuju pada Alice.


Sambil menunggu Edric masuk ke kamar Deandra mengerjakan tugas kuliahnya. Dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Edric malam ini juga. Tidak ingin membuat otaknya overthinking dan membuat jawaban yang kepalanya buat sendiri.


Tapi sampai jam sepuluh malam Edric tidak juga masuk ke kamar. Wanita itu memilih membaringkan tubuhnya.


Tidak lama setelah Deandra tertidur Edric masuk ke kamar. Dia sengaja menghindari istrinya itu.


"Apa yang aku rasakan sekarang? Apa benar aku mencintaimu, atau hanya ingin memuaskan hasratku padamu." Tanya Edric dalam hati menatap Deandra yang tidur membelakanginya.


Hatinya sedang berada di persimpangan jalan. Dia merasa bersalah pada Alice karena menyalahkan perempuan itu atas semua yang terjadi. Padahal dialah yang membuat akar kehancuran hubungan mereka.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mungkin menceraikanmu." Edric menahan tangannya untuk tidak mengusap kepala Deandra.

__ADS_1


Deandra sebenarnya belum tidur. Ia yang tadinya ingin bicara mengurungkan niatnya, karena Edric seperti tidak ingin melihatnya.


"Apa aku akan tersingkirkan sekarang, kalau Edric kembali pada wanita itu." Deandra menekan dadanya yang berdenyut nyeri. Ia pikir sudah berhasil menaklukkan hati Edric, namun ternyata tidak.


__ADS_2