
"Sayang, udah dong ngambeknya. Gak nakal lagi kok, janji." Bujuk Ron sambil memainkan rambut Ellea setelah mereka kembali ke kamar. Istrinya itu tidak ada senyum-senyumnya sejak bangun tidur, hanya merengut masam.
"Mau jalan-jalan gak?" Tawarnya saat Ellea tak kunjung menyahut.
"Capek ish, kau saja sana jalan sendiri. Jangan ganggu aku!!" Usir Ellea, jantungnya masih saja deg-degan berada di samping Ron.
"Oke-oke kita main tiktok saja!" Ujar Ron yang sebenarnya betah berada di samping Ellea. Tidak peduli istrinya itu merasa risih.
"Tapi aku bosan, kita ngapain di kamar seharian gini."
"Kita main ular tangga," jawab Ron yang diartikan Ellea lain. Wanita cantik itu mendengus kesal. "Dasar mesum!!" Umpatnya.
"Hei apa yang kau pikirkan," Ron tertawa gelak memperlihatkan permainan ular tangga di ponselnya pada Ellea.
"Kau membayangkan main ular tangga yang lain ya, mau diulang lagi yang tadi malam hm?" Godanya yang membuat sang istri memukuli tubuhnya dengan brutal.
"Sayang, Sayang. Tangannya nanti sakit loh," Ron menangkap tangan Ellea lalu mengecup kedua punggung tangan itu dengan senyuman manis.
Walau gengsi tetap saja hati Ellea berbunga-bunga. Karena Ron begitu lembut memperlakukannya. Bersama Ron dia tidak akan kekurangan cinta.
"Aku sudah lihat semuanya juga, kenapa sih masih malu-malu?" Tanya Ron yang jadi gemas sendiri. Sejak kemarin istrinya itu tidaklah seperti Ellea yang ia kenal, pecicilan. Sekarang lebih banyak diam.
"Malu Ron," Ellea menyembunyikan wajahnya di bahu Ron. Agar suaminya itu tidak melihat wajahnya yang sudah memerah karena malu.
"Malunya karena apa Sayang? Aku lagi nanya nih, wajahnya yang cantik jangan disembunyikan terus dong." Ron terkekeh geli, semakin senang menggoda Ellea yang malu-malu kucing.
__ADS_1
"Jangan nakal, aku cubit nih!" Geram Ellea saat Ron dengan sengaja mengangkat wajahnya yang sedang menahan malu setengah mati.
"Mau nyubit dimana hm? Kenapa jadi gumusin banget sih sekarang." Ron tetap mengangkat wajah Ellea agar menatap ke arahnya lalu mengecup di pipi kanan dan kiri.
Ellea mendengus, semakin dia malu-malu Ron semakin gencar menggodanya. Jadi lebih baik putuskan saja urat malu. Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu naik ke pangkuan Ron. Membuat si empunya membelalakkan mata karena terkejut.
"Mau apa hayoo?" Tanyanya seraya mengalungkan tangan ke leher sang suami.
"Emang boleh?" Pria itu mengedipkan mata genit.
"Tentu saja," jawab Ellea dengan tersenyum manis lalu menggigit hidung Ron sampai terpekik kesakitan.
"Sakit Sayaaang!!"
"Ini sakit Sayang," ringis Ron mengendus-endus kan hidungnya ke pipi Ellea.
"Tahu sakitkan? Sama ini juga masih sakit." Rengut Ellea yang membuat Ron jadi tertawa gelak.
"Kenapa gak bilang sih kalau masih sakit. Tapi kalau di dekat kau dia juga sakit Sayang." Tunjuk Ron pada adik kecilnya yang ditindih Ellea. Si empunya hanya menyengir lebar menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Kenapa gak nyari aku?" Tanya Ellea yang merasa masih butuh penjelasan dari Ron. Katanya cinta tapi ditinggal pergi gak dicari.
"Karena aku gak mau memaksamu hidup bersamaku. Kita harus realistis Sayang, kalau orang bersikeras ingin pergi ya sudah jangan diganggu lagi." Jawab Ron sambil membelai pipi halus Ellea lalu mengecupnya kembali. Sungguh dia sangat kecanduan pada istrinya ini.
"Sekarang kenapa mau, pakai acara nikah diam-diam lagi. Kan gak seru, aku gak dilamar. Gak dikasih bunga, gak dikasih cincin sambil dinner romantis." Cerocos Ellea dengan pipi menggembung.
__ADS_1
"Bagiku menikahimu tiba-tiba itu hal teromantis yang pernah aku lakukan. Kau mau bunga?" Tanya Ron yang diangguki Ellea.
"Nanti aku petikkan di kuburan," sahutnya yang membuat si singa betina kembali mengaum.
"Ya Tuhan kenapa aku punya suami yang bentukannya begini." Ellea mendesah kesal, ingin turun dari pangkuan sang suami namun ditahan Ron.
"Kenapa kau tidak bilang mencintaiku dari dulu?" Ron bertanya balik.
"Kata siapa aku mencintaimu," sinis Ellea.
"Kata Dear Diary."
"Kau mencuri bukuku?" Wanita itu langsung memelototkan mata. Pantas saja buku kesayangannya itu tidak ada. Ia sudah mencari kemana-mana dan sangat ingat kalau membawanya saat pulang ke Indonesia.
"Hanya menyimpan bukan mencuri Sayang," Ralat Ron. Ia mendapatkan kiriman buku itu satu hari sebelum pertunangannya dengan Frida. Entah siapa yang mengirim padanya. Awalnya Ron mengabaikan karena mengira itu hanya curhatan lama Ellea dan saat ini gadisnya itu sudah punya anak dan suami. Namun pada malam pertunangannya itu ia baru tahu kalau Ellea masihlah sendiri.
"Kau jahat tahu," Ellea yang tadi sudah memutus urat malunya sekarang urat malu itu tersambung kembali. Membuatnya semakin malu saja.
"Aku sudah ada disini jadi milikmu dan kita sudah bersama Sayang. Maaf tidak mencarimu sejak dulu," ucap Ron membawa Ellea dalam pelukan.
Ellea tidak menyahut hanya menguatkan pelukannya pada sang suami. Kalau ditanya apakah dia bahagia? Tentu saja dia sangat bahagia sampai tidak tahu harus mengekspresikan perasaannya seperti apa saat tahu dirinya sudah menjadi istri Ron.
...🌹🌹🌹...
Nih aku kasih bonchap di sempat-sempatin demi kalian 😄
__ADS_1