Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 197


__ADS_3

"Selamat Ron," Jovie melepaskan genggaman tangannya dari Ellea kemudian menjabat tangan Ron. Pria itu sedang sendirian menyapa rekan-rekan bisnisnya.


"Terima kasih," ucap Ron memicing curiga. Tidak pernah mendengar berita pernikahan Jovie. Netranya menatap wanita yang sedari tadi membuang pandangan darinya. Awalnya ia mengira Ellea menikah di Inggris.


"Uncle mau turun," pinta Calla.


Membuat kecurigaan Ron semakin menjadi-jadi saat mendengar bocah kecil itu memanggil Jovie uncle.


"Panggil Dad, Calla. Dan ini Mom," bisik Ellea sampai memelototkan mata memberitahu putri kakaknya itu.


"Lupa," Calla menyengir tanpa dosa beringsut turun dari gendongan Jovie.


"Matanya Sayang," Jovie mengusap mata Ellea agar berhenti melotot.


"Habisnya susah dibilangin," decak Ellea merengut. Tidak tahukah moodnya sedang tidak baik.


"Uncle ganteng," ujar Calla mendekati Ron menarik-narik ujung jas pria itu.


"Uncle sama Daddy gantengan siapa, hm?" Tanya Ron yang sudah mensejajarkan tubuhnya dengan Calla.


"Daddy," jawab Calla pasti.


"Oh ya, masa sih gantengan Daddy." Pria itu membawa Calla dalam gendongannya.

__ADS_1


Ellea menghela napas berat, kenapa keponakannya ini membuatnya tertahan lama di dekat Ron.


"Daddy Calla ganteng banget, makanya Calla cantik." Ucap bocah kecil itu yang mengingatkan Ron dengan bunga Calla Lily. Nama yang Edric berikan untuk putrinya.


"Calla Lily Hansel, bunga terindah di dunia." Tebak Ron yang membuat Ellea langsung memucat dan pergi dari tempat itu.


"Uncle tahu?" Seru Calla girang.


"Tentu saja Uncle tahu," Ron tersenyum penuh arti. Kecurigaannya benar apalagi saat melihat wajah Ellea yang langsung berubah.


"Kau berhutang penjelasan padaku!" Decak Ron memberikan Calla pada Jovie.


"Kau tidak bertanya," jawab Jovie enteng. Membiarkan Ron mengejar Ellea keluar dari ballroom hotel.


"Aunty gak marah sama Calla Sayang, ayo kita tunggu Daddy di sana." Tunjuk Jovie pada sebuah meja kosong.


"Aunty kemana?" Gadis kecil itu masih menanyakan keberadaan Ellea.


"Keluar sebentar, kita tunggu di sini." Jovie mendudukkan Calla di pangkuannya.


"Lama, Calla mau nyari Aunty." Putri Edric itu beringsut turun dari pangkuan Jovie namun segera Jovie tarik kembali.


"Calla," tegur Jovie tegas. Membuat gadis kecil itu menciut dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Elle mana?" Tanya Edric saat melihat Jovie hanya bersama putrinya.


"Marah ketahuan Ron," jawab Jovie singkat.


"Kau tidak mengejarnya. Kau ini memang tidak bisa diandalkan dari dulu," decak Edric kesal yang ditanggapi Jovie dengan helaan napas berat.


"Daddy, Aunty tadi melotot. Calla takut," adu Calla melompat ke gendongan sang ayah.


"Aunty marah?" Edric bertanya sambil mengusap-usap punggung Calla.


"Iya, Aunty marah sama Calla."


"Calla nakal ya, jadi Aunty marah?" Pria itu menatap teduh netra sang putri.


Gadis kecil itu menggelengkan kepala, "Calla cuma lupa panggil Uncle Jo Daddy." Jawabnya jujur yang membuat Deandra terkekeh geli. Jelas saja Ellea marah karena kedoknya terbongkar gara-gara sang putri.


"Calla sama Mommy Sayang, biar Daddy sama Uncle Jo cari Aunty dulu." Deandra mengambil alih putrinya dari gendongan Edric. Namun Calla menggeleng tidak mau.


"No, Calla juga mau nyari Aunty. Calla mau minta maaf," ucap Calla sendu.


"Putri Daddy ini pintar, tinggal sebentar sama Mom ya Sayang." Bujuk Edric lembut, tapi sang putri tetap tidak mau sampai menangis kejer.


"Oke-oke kita cari Aunty," putus Edric sambil menenangkan Calla yang menangis nyaring sampai orang-orang menoleh ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2