Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 140


__ADS_3

Deandra mengerutkan kening ikut menertawakan Edric yang cemburu pada Dad Denis.


"Jangan ikut tertawa Sweetheart," tidak peduli ada para tetua di sekitarnya Edric tetap menciumi pipi Deandra. Menghapus jejak Dad Denis disana.


"Putra kau ini sangat menyebalkan Harry," decak Denis melihat Edric melap bekas ciumannya di pipi sang putri.


"Kau juga sama menyebalkannya," jawab Harry dengan tawa kecil mendekati menantu tersayangnya. Tidak menyangka sebentar lagi ia akan benar-benar memiliki cucu.


"Dad tidak boleh peluk dan cium Dea!" Larang Edric sebelum Dad Harry melakukannya pada sang istri.


"Kata siapa? Bolehkan Sayang?" Pria itu merentangkan tangan pada sang menantu yang langsung disambut oleh Deandra.


"Ck, kau ini suka sekali dipeluk-peluk!" Decak Edric kesal karena tidak bisa melarang ibu hamilnya itu.


"Aku cuma memeluk Daddy bukan orang lain Edric. Aku bosan kau terus yang memeluk," ucap Deandra bercanda yang membuat sang pria melotot tajam.

__ADS_1


Kalau saja tidak ingat wanitanya itu baru berhenti marah padanya dan sedang hamil ingin sekali Edric membuatnya cemburu lagi.


"Kalau Edric nakal bilang sama Daddy ya Sayang, biar Daddy yang menghukumnya." Harry berujar sambil mengusap rambut Deandra dengan sayang. Ia bersyukur rumah tangga putranya bisa bertahan sampai sekarang dan keduanya sudah tidak malu-malu lagi bersikap romantis di depan mereka.


"Edric nakal, karena sudah bikin aku hamil Dad." Adu Deandra yang ditertawakan oleh semua orang di kamar itu kecuali Edric.


"Bukan nakal Sayang. Daddy malah bangga kalau aku bisa kasih cucu cepat," ralat Edric.


"Memang Dea tidak mau hamil?" Tanya Linn dengan lembut padahal sudah tahu kalau menantunya itu mengamuk saat mengetahyi kehamilannya.


Edric tersenyum mengecup samping kepala wanitanya yang masih berada dalam pelukan Dad Harry. "Thanks Sweetheart," ucapnya bahagia karena Deandra mau menerima calon buah hati mereka. Dan wanitanya itu tidak kekurangan cinta dari orang-orang terdekatnya.


"Ehm yang sudah mesra-mesraan lagi, kalau begini cucu Daddy bisa nambah." Goda Tian yang sedari tadi diam.


"Dad, yang satu belum keluar ini." Rengek Deandra dengan bibir manyun.

__ADS_1


"Nanti setelah keluar kita bikin lagi Sayang," celetuk Edric yang sontak mendapat cubitan cinta di perut dari kesayangannya.


"Ish, kau saja bikin sendiri, bawa di perutmu sendiri dan keluarkan sendiri!" Gerutu Deandra.


"Biar Mom dan Dad yang jaga baby-nya, kalian yang bikinkan." Usul Harry yang langsung membuat pasangan muda itu membelalakkan mata bersamaan.


"Enak saja, Daddy kalau mau bikin saja sendiri jangan ambil anakku!" Seru Edric.


"Sayang, ayo kita bikin lagi." Goda Harry, mengulurkan tangannya pada sang istri. Namun tangan itu cepat di tepis Mom Linn dengan pipi yang merona merah karena malu.


Disaat keluarga Hansel itu sibuk memanjakan menantu yang sedang mengandung cucu mereka. Sementara di tempat lain Ellea berdiam diri di kost Sari sendirian. Pemilik kost sudah berangkat kuliah.


Gadis itu hanya menonton televisi sambil membaca majalah karena tidak tahu harus melakukan apalagi.


Mengingat keluarga hatinya jadi mendung, Mom Linn dan Dad Harry tidak merindukannya. Sedang Edric sedang sibuk pada istrinya yang tengah hamil muda. Gadis itu sontak memegangi perutnya sambil tersenyum miris. Bisakah dia mengandung anak dari orang yang dicintai dan mencintainya juga.

__ADS_1


Ellea menarik napas panjang, siapa yang menyayanginya selain diri sendiri. Dan sekarang tidak ada yang bisa membantunya keluar dari masalah ini selain dirinya sendiri juga.


__ADS_2