Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 195


__ADS_3

"Kau kenapa?" Deandra memicingkan mata melihat adik iparnya yang terlihat tidak mood sejak mereka pulang tadi.


"Lagi galau belum bayar tagihan listrik," celetuk Ellea asal. Posisinya menghadap televisi, namun matanya tertutup.


Ia tidak pernah bercerita pada siapapun perihal perasaannya. Pasti orang akan menyalahkannya, karena dulu Ron selalu memujanya tapi dia yang tidak pernah menggubris perasaan pria itu.


Jadi untuk apa mengungkapkannya pada orang lain. Ellea lebih memilih menenggelamkan perasaan pada buku-buku hariannya. Mencurahkan seluruh rasa sakitnya disana.


Sekarang ia sedang mendapatkan karma. Mendengar Ron bicara tidak ramah padanya saja, itu sudah cukup membuat jiwanya gundah gulana.


"Kau memang pintar, tapi kau tidak pintar menyembunyikan perasaanmu Elle!!" Seloroh Deandra.


"Tolong jangan gunakan kepintaranmu itu juga untuk kepo mengurusi urusan orang lain," desis Ellea kesal.


"Aku tidak kepo pada orang lain, aku kepo pada adik iparku ini. Ada apa hm, yakin tidak mau curhat padaku. Aku tahu kenapa kau tidak mau pulang ke Indonesia selama ini, walau kau tidak cerita padaku." pancing Deandra dengan senyuman usil.


"Shut up Deandra!!" Geram Ellea membekap mulut kakak iparnya.


"Pasti karena ini, hm. Cantik banget sih pacarnya, aku dengar mereka sebentar lagi akan menikah." Deandra melepaskan tangan Ellea dari mulutnya. Dan semakin berisik mengeluarkan ponselnya yang menampilkan wajah Ron bersama dengan wanita yang tadi siang Ellea lihat di restoran.


Putri bungsu hansel itu menghela napas panjang, ingin sekali mencakar-cakar wajah cantik kakak iparnya ini. Lebih baik dia masuk ke kamar daripada dimarahi Mom Linn lagi gara-gara bertengkar dengan Deandra.


"Eits kau mau kemana, aku belum selesai bicara!!" Seru Deandra semakin menjadi-jadi menggoda sang ipar.

__ADS_1


"Sayang," tegur Edric yang menyusul ke ruang tamu. Mereka bukan tidak tahu dengan kegundahan hati adiknya itu. Walau tidak bersama, Edric selalu mengawasi Ellea dari jauh.


"Aku belum selesai bicara dengannya Sayang. Dia sudah kabur," Deandra tersenyum usil.


"Biarkan saja, nanti dia tidak betah di rumah." Edric mengambil posisi duduk di samping sang istri lalu melirik ponselnya. "Kau dapat foto dari mana hm?" Tanyanya mencubit gemas hidung wanita Deandra.


"Pengawalmu lah dari mana lagi." Deandra menyandarkan kepalanya manja di pelukan Edric. "Sayang, kau tidak mau membuat Ron kembali pada Elle lagi. Selama ini kita pura-pura tidak tahu kalau dia mencintai Ron." Ibu satu anak itu menatap intens netra prianya.


Edric menggelengkan kepala. "Mereka sudah dewasa Sayang, biarkan Elle memilih jalannya sendiri."


"Ck, kau ini sok bijak. Padahal kau yang mengancam akan menjodohkannya kalau tidak mau pulang." Deandra berdecak dengan kelicikan sang suami.


"Aku hanya mengancam, tidak serius menjodohkannya Sayang." Kekeh Edric mengecup gemas Deandra.


"Why, she is my wife?" Goda Edric menangkap putrinya yang menerjang mereka.


"She is my mom, Daddy jangan dekat-dekat. Nanti jadi adek, Calla gak mau punya adek." Sebut Calla dengan lancar membuat Deandra tertawa gelak.


Sedang Edric membelalakkan mata, "siapa yang ngajarin Calla bicara seperti itu? Daddy gak pernah ngajarin ya."


"Aunty Elle," jawab Calla tanpa dosa. Memberi jarak antara mom dan dadnya agar tidak menempel.


"Oh Tuhan, baru satu minggu ada dia sudah merusak otak polos putriku!!" Geram Edric tertahan.

__ADS_1


"Anak Mommy pintar deh. Calla gak mau punya adek ya Sayang?" Tanya Deandra dengan senyuman penuh arti.


"Gak mau. Calla gak mau punya adek," jawab Calla.


"Okey, kalau Calla gak mau punya adek nanti malam tidur sama Mommy ya. Sayang Calla deh," Deandra berseru senang menciumi pipi chubby sang putri.


"Boleh?" Tanya Calla dengan wajah berbinar. Karena biasanya Dad Edric selalu mengajarinya untuk tidur sendiri.


"Boleh dong Sayang."


"No Honey!!" Tegas Edric, entah ditujukan untuk siapa.


"Why?" Bocah berusia empat tahun yang sedang penasaran-penasarannya itu menatap sang daddy bingung.


"Karena Calla anak pintar, jadi bobonya sendiri. Putri Daddy bukan anak manja kan Sayang?" Katanya seraya mengusap kepala sang putri. Kepala mungil itu mengangguk pasti. Karena tidak suka dibilang anak manja, apalagi oleh momnya.


"Good, berarti Calla tidur sendiri. Nanti Daddy beliin boneka baru," Edric tersenyum penuh kemenangan bisa meracuni otak putrinya. Ia sudah merencanakan ingin memberikan adek untuk Calla setelah Deandra selesai kuliah. Dan sekaranglah waktunya.


"Yeeayy, Calla mau boneka baru yang banyak." Putri Edric itu bersorak gembira.


"Of course. Kalau Calla pintar pasti Daddy beliin boneka baru," ujar Edric.


"Dasar modus!!" Umpat Deandra dalam hati. Menatap tajam sang suami, yang ditatap menanggapinya dengan senyuman genit.

__ADS_1


__ADS_2