Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 176


__ADS_3

Memasuki usia kandungan sembilan bulan, perut Deandra sudah semakin membuncit. Wanita hamil itu tetap tidak bisa jauh-jauh dari sang suami. Kemanapun Edric pergi pasti ingin membuntuti.


“Capek loh Sayang, aku sebentar saja. Dea nunggu di rumah sama Mommy ya, ini sudah malam.” Bujuk Edric yang ingin menghadiri undangan dari rekan bisnisnya.


“Mau ikut Ayang, justru sudah malam gak mau biarin kamu sendirian nanti di gondol cewek centil.” Cemberut Deandra, terus menempel pada Edric. Membuat Mom Linn yang ada di sampingnya terkekeh.


“Gak akan ada cewek centil yang berani dekat-dekat. Nanti Zain yang aku jadiin pawang ratu buaya,” Edric menanggapi ucapan sang istri dengan candaan.


"Gak mempan dipawangin, ini ulat bulu bukan ratu buaya Edric. Ulat bulu itu beracun bisa bikin gatal-gatal. Kalau kamu gatal-gatal gak ada aku nanti gimana," celoteh Deandra yang mengundang kekehan.


"Rupanya dia masih cemburu buta sama Alice," batin Edric ingin sekali menertawakan tingkah lucu istrinya ini.


"Dea percaya sama aku kan?" Tanya Edric menangkup wajah Deandra, menatap netra sang istri dengan lembut. Wanita yang sebentar lagi menjadi ibu muda itu menganggukkan kepala.


"Aku cuma milikmu Sayang," ungkap Edric meyakinkan. Hampir satu tahun hidup bersama Deandra membuatnya sangat mengerti dengan pemikiran wanitanya yang overthinking berlebihan ini.


"Ayang gak boleh lirik-lirik," ujar Deandra manja.


"Kalau gak lirik-lirik nanti jalannya nabrak dong Sayang," kekeh Edric. Kenapa istrinya ini menggemaskannya sangat berlebihan.

__ADS_1


"Ish, gak boleh pergi!!" Kesal Deandra memukul bahu Edric karena dari tadi ditertawakan, padahal tidak sedang melawak.


"Stt, tangannya nanti sakit." Edric mengambil tangan Deandra yang barusan memukulnya, lalu dikecupnya disana.


Mom Linn yang menyaksikan keromantisan anak dan menantunya itu jadi gemas sendiri. Pantas saja Ellea selalu protes kalau sang kakak bermesraan di depan matanya, karena bisa menyebabkan baper.


"Dea sama Mommy ya Sayang, Edric sebentar saja. Kasian dedek kedinginan kalau keluar malam-malam," ujarnya ikut membujuk sang menantu.


"Ayo Mommy temani ke kamar," ajak Mom Linn.


"Peluk lagi ya," ucap Edric saat sang istri tak kunjung beranjak dari sisinya.


"Gak mau ditinggal Ayang," rengek Deandra sudah berlinangan air mata. Edric jadi tidak tega meninggalkannya, tapi kalau diajak juga kasihan.


Edric melirik arloji di pergelangan tangannya. Sudah lima belas menit ia membujuk Deandra, tidak ada pilihan lain selain membawanya.


"Ayo kita berangkat," ajak Edric dengan tersenyum seraya menghapus air mata di pipi Deandra. Istrinya itu langsung mengangguk ceria.


"Ed," Mom Linn menggelengkan kepala memanggil suaminya. Tidak setuju dengan keputusan Edric membawa perempuan hamil itu malam-malam.

__ADS_1


Edric menatap tidak tega pada sang istri yang tadi sudah ceria sekarang berubah sendu lagi.


"Cucu kakek mau dengar dongeng gak? Kakek dogengkan sebelum tidur ya." Dad Harry yang baru datang langsung berjongkok mengusap perut Deandra.


Istri Edric itu menggelengkan kepala tidak mau. Masih kekeuh ingin ikut sang suami.


"Dea mau apa Sayang, Daddy akan turuti asal tidak ikut Edric."


"Dea boleh minta apa saja?" Tanya Deandra antusias sampai melepaskan diri dari pelukan Edric.


Membuat Edric menghela napas panjang, dia susah-susah membujuk. Eh malah semudah itu berpaling ke lain hati saat diiming-imingi Dad Harry.


"Tentu saja, apapun buat kamu Sayang." Pria setengah baya itu tersenyum manis.


"Mau ice cream yang banyak," pinta Deandra dengan berbinar ceria. Karena Edric sudah menjatah porsi ice creamnya, tidak boleh makan yang banyak.


"No Sweetheart, tadi sudah makan ice cream. Nanti badan Dea tambah melebar loh," sergah Edric cepat. Lagi-lagi membuat Deandra langsung memanyunkan bibir.


"Mom tolong ambilkan ice cream," pinta Dad Harry yang segera diangguki sang istri. "Kita makan di kamar ya Sayang," ucapnya pada Deandra.

__ADS_1


"Dad," Edric tidak setuju kalau Deandra dikasih ice cream terlalu berlebihan.


"Sekuat apasih dia makan ice cream. Sana kau berangkat, Daddy yang urus istrimu." Bisik Dad Harry di telinga sang putra. Karena sebenarnya Edric bukan hanya menghadiri undangan, tapi ada misi tersembunyi yang akan dilakukannya.


__ADS_2