Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 39


__ADS_3

"Hei kau, kerasukan setan apa?" Tanya Sari pada temannya yang senyam-senyum sendiri.


"Aku baru menyingkirkan ulat bulu berbahaya dari Edric!!" Seru Deandra senang.


"Ulat bulu? Kau berani memegang ulat bulu?" Tanya Sari bergidik ngeri membayangkan makhluk kecil yang menggeliat-geliat itu.


"Tentu saja aku berani, kenapa aku harus takut pada ulat bulu centil itu!!" Seloroh Deandra menggebu-gebu.


"Astaga!!" Sari menepuk jidat, baru mengerti ulat bulu versi Deandra. "Lalu, kau buang kemana ulat bulunya?" Tanyanya penasaran.


"Bukan ulat bulu yang ku buang, tapi jas limited edition milik Edric yang tersentuh ulat bulu ku buang ke tong sampah!" Jawab Dea kemudian tertawa gelak mengingat bagaimana ekspresi Edric saat kehilangan jas mahalnya.


"Kau sinting!! Kalau pemulung yang menemukan jas itu dan mereka jual kembali. Pasti bisa naik haji! Kenapa tidak kau berikan padaku saja!!"


"Biarkan saja aku sinting. Siapa suruh diam saat ulat bulu itu mendekat!" Kesal Deandra, "sana ambil jasnya di tong sampah depan."


"Kau!!" Sari menggeram kesal, "kalau kau sedang cemburu melihat Edric di dekati ulat bulu tidak perlu juga menyuruhku mengambil barang yang sudah masuk tong sampah. Penghinaan sekali," sungutnya.

__ADS_1


"Apa, cemburu?" Deandra tertawa gelak. "Untuk apa aku cemburu pada ulat dulu itu."


"Dasar tidak sadar diri!!" Cerca Sari, "untung kau itu temanku yang banyak duit dan royal. Kalau tidak, sudah pasti ku eliminasi dari daftar teman!!"


"Jadi kau berteman denganku hanya karena ada maunya?" Deandra melirik sinis Sari dan memainkan alis.


"Tentu saja, emang apalagi yang bisa ku harap darimu selain uang." Sari tertawa gelak karena sudah berhasil membuat wajah Deandra masam.


"Kau itu lupa kalau sering minta contekan padaku!!" Deandra menyentil jidat Sari dengan kasar karena kesal.


"Aawww, aku melupakan yang satu itu." Sari menyentuh keningnya yang terasa pedas. "Ternyata kau ini selain istri durhaka juga teman yang tiada ahlak," sungutnya.


"Apa? Jadi kau sudah menggagahi tubuh si tampan itu. Terus bagaimana rasanya? Apa dia sangat perkasa di tempat tidur? Terus-terus apa saja yang kalian lakukan?" Tanya Sari sangat antusias, bersiap mendengarkan cerita Deandra walau nanti lamanya sama dengan kuliah tiga SKS. Untung di kelas sedang sepi, hanya ada mereka berdua.


Deandra yang menyadari dirinya baru saja salah bicara memelototkan mata. Lalu sedetik kemudian tersenyum tipis.


"Tentu saja kami bercinta dan dia sangat perkasa. Miliknya sangat memuaskanku," Deandra sengaja berucap dengan keras.

__ADS_1


"Hei tidak perlu kencang-kencang. Aku belum tuli!! Walau sangat bersemangat mendengarkannya." Sari kembali memasang telinganya dengan khusuk.


"Ah, aku sangat bersemangat menceritakan percintaan panas kami. Kau sih memancingku!" Deandra tertawa dalam hati.


"Apa? Kau sudah bercinta dengan Edric?" Alice yang mendengar ucapan Deandra terbakar api amarah.


Dia yang sudah menunggu lama saja tidak pernah merasakannya. Deandra baru satu bulan bersama Edric langsung mendapatkan apa yang seharusnya jadi miliknya. Alice mendekat dan mencengkram kerah kemeja Deandra.


"Kena kau!!" Seru Deandra dalam hati. Dia memang sempat melihat saat Alice menuju kelasnya. Jadi dia sengaja berucap nyaring.


"Hei siapa kau, lepaskan temanku!!" Sari berdiri kemudian mencengkram tangan Alice lalu menamparnya dengan keras di pipi.


"Kau, beraninya menampar senior!!" Alice melepaskan cengkramannya, menunjuk wajah Sari sambil mengusap pipinya yang panas.


"Kenapa aku harus takut!!" Jawab Sari menantang, tidak peduli kalau dia diserang para senior satu kelas nanti.


"Masih belum berasa ya, sini aku tambahin!!" Deandra merapikan kemejanya lalu beranjak mendekati Alice dengan tatapan menajam.

__ADS_1


"Atau kau masih ingin mendengar kelanjutan cerita percintaan panas kami tadi malam. Kau salah orang jika ingin mencari masalah denganku." Deandra mendorong bahu Alice dengan kasar.


"Kau berani denganku!!" Alice balas mendorong Deandra lebih kasar.


__ADS_2