Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 158


__ADS_3

"Baby," Jovie mengejar Ellea dan bersimpuh di depannya. Tidak peduli kalau gadis itu akan kembali mengusirnya.


"Jangan putuskan sesuatu saat kau masih emosi. Sakitmu ini bukanlah penghalang untuk kau menjemput kebahagian." Ujarnya seraya menggenggam tangan Ellea.


"Aku sedang tidak butuh nasehat. Sekarang pergilah, tinggalkan aku sendiri!" Lagi-lagi Ellea mengusir Jovie. Tahu apa pria ini tentang kebahagiaan, sedang hatinya berkali-kali dibuat terluka olehnya.


Jovie berpindah ke belakang Ellea, memeluk gadis itu dari belakang. "Maaf, karena aku kau melalui banyak hal menyakitkan. Aku ingin melihat kau bahagia, maafkan kakakmu yang selalu menyakitimu ini. Maafkan aku Sayang," ucap Jovie mengecup samping kepala Ellea berulang kali.


Jovie tahu semua kesalahannya tidak akan mudah termaafkan. Berapa kali dia melecehkan gadis ini. Entah sejak kapan perasaannya yang menyayangi Ellea seperti seorang adik jadi berubah menganggapnya sebagai wanita dewasa. Bahkan tidak rela saat melihatnya bersama pria lain.


"Hatiku ini sudah terlampau sakit Kak Jo. Kau pikir aku bahagia menikah dengan Ron," ungkap Ellea dengan suara pelan. Apa yang bisa dia lakukan selain menurut dan belajar mencintai Ron, meskipun sangat sulit untuknya. Ia sampai harus berpura-pura lupa kalau masih mencintai pria lain.


"Maaf," gumam Jovie karena merasa dialah penyebab semua luka di hati Ellea. "Bisakah aku menebus semua kesalahan ini sekarang dan membuatmu bahagia?" Tanyanya yang dijawab gelengan oleh sang gadis.


"Elle!"

__ADS_1


Jovie melepaskan pelukannya dari Ellea saat Edric datang bersama Ron.


"Sayang," Edric memindahkan Ellea ke brankar lalu memeluknya.


"Ada apa?" Tanyanya cemas. Ia langsung ke rumah sakit saat Ron mengabari Ellea sedang tidak baik-baik saja.


Ron yang berada di kursi roda ikut mendekat di bantu perawat. Setelahnya ia meminta perawat itu keluar ruangan. Mereka harus bicara dengan kepala dingin agar Ellea tidak tertekan.


Ellea menggelengkan kepala, membenamkan wajah di pelukan Edric.


"Sekarang kau maunya bagaimana?" Edric bertanya dengan lembut di depan Ron dan Jovie. Agar dua pria itu mendengar sendiri keinginan Ellea. Ia tidak akan memaksa Ellea untuk menuruti kemauannya lagi.


"Ron, aku minta maaf tidak bisa melanjutkan pernikahan kalian dan kau Jovie. Jangan ganggu Elle lagi." Ucap Edric yang merasa sangat bersalah pada Ron. Pria itu baru sadarkan diri dan harus mendengar berita buruk. Padahal pernikahan mereka tinggal satu minggu lagi.


"Aku tidak bisa!" Jawab Ron dan Jovie bersamaan. Membuat Edric menghela napasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan Elle berjuang sendirian. Kalau Ron yang menemaninya maka aku akan menjauh. Tapi kalau tidak, aku yang akan menjaganya!" Sela Jovie cepat menatap pria yang duduk di kursi roda.


"Ya, Lea harus memilih salah satu dari kami." Ron ikut menimpali. Ia tidak memaksa Ellea melanjutkan pernikahan mereka.


"Aku tidak ingin memilih siapapun!" Jerit Ellea geram, matanya sampai melotot tajam pada Ron dan Jovie. Bukannya menakutkan, malah terlihat lucu.


"Elle, suara kau melengking!" Tegur Edric sambil menutup kupingnya yang terasa panas.


"Ish, mereka itu ngeselin!"


"Biarkan saja jangan diladeni. Jangan sedih-sedih lagi," Edric merapikan rambut Ellea lalu mengikatnya ke belakang.


"Jovie sudah ngasih kau makan?" Tanya Edric, membiarkan saja dua pria itu kesal padanya. Lah dia mau bicara apalagi kalau Ellea sudah berkata tidak ingin memilih siapapun.


"Aku bukan ayam Edric. Aku bisa makan sendiri, cuma gak bisa jalan aja." Jawab Ellea yang sudah bisa tersenyum lagi.

__ADS_1


"Besok nanti bisa jalan lagi," hibur Edric sambil menunggu Mom Linn dan Dad Harry. Mereka sedang sibuk mengurus pernikahan Ellea yang sudah sepakat untuk ditunda oleh kedua belah pihak, tanpa sepengetahuan Ron dan Ellea. Karena kondisi kedua calon pengantin itu tidak memungkinkan.


Ya ditunda, bukan dibatalkan. Edric masih berharap Ellea mau melanjutkan pernikahannya dengan Ron tanpa paksaan.


__ADS_2