Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 142


__ADS_3

“Baby,” Jovie menarik tangan Ellea yang baru keluar dari taksi online. Gadis itu mendatangi sebuah rumah produksi untuk melakukan pemotretan.


Ya, berbekal nekat Ellea ikut mendaftar casting pencarian model yang ada di majalah. Sekarang ia sudah memiliki pekerjaan, Sari sangat membantunya walau sering bertengkar dengan gadis judes itu.


“Kak Jo,” Ellea tidak heran lagi melihat Jovie atau Ron mengikutinya. Untung para preman yang diperintahkan Sari selalu berhasil membuatnya lolos dari dua orang pria itu. Entah apa yang sudah gadis itu lakukan sampai para preman-preman jalanan tunduk padanya.


“Ikut Kak Jo, please. Kau tidak perlu susah payah seperti ini kalau ingin jadi model.” Ia bisa membuat Ellea menjadi model terkenal tanpa harus merintis dari bawah.


Gadis itu tersenyum tipis, “sayangnya saat ini aku sedang tidak membutuhkan bantuan Kak Jo. Jadi lebih baik Kak Jo berhenti membuntutiku lagi.”


“Tidak akan, kalau kau tidak mau ikut aku maka pihak agensi yang akan memutuskan kerjasama denganmu!” Tegas Jovie, tidak peduli Ellea akan marah padanya. Ia sudah memerintahkan para pengawal untuk berjaga-jaga jika ada para preman yang menyerangnya lagi.


“Kenapa kau sangat jahat padaku. Aku ini pernah salah apa? Kau tahu aku lelah, lelah dengan sikap kalian yang sok berkuasa atas diriku ini!” Teriak Ellea kesal, sungguh sangat lelah menghadapi para pria keras kepala ini.

__ADS_1


Ia hanya ingin hidup tenang tanpa gangguan. Sempat hatinya luluh pada Jovie, tapi ketika mengetahui pria itu masih memiliki hubungan dengan Alice sekarang dia tidak percaya lagi. Semuanya hanyalah omong kosong.


“Kau tidak salah, aku yang salah.” Jovie menarik Ellea, membawanya paksa ke mobil. “Aku bisa memenuhi segala keperluanmu, kau tidak perlu bekerja.” Ucapnya lembut seraya mengelus pipi sang gadis.


“Aku tidak butuh bantuan Kak Jo. Aku hanya ingin sekarang Kak Jo pergi, lepaskan aku dan jangan mengganggu hidupku lagi.” Ucap Ellea dengan memohon.


“Aku tidak bisa membiarkan kau sendirian,” Jovie memerintahkan supir untuk segera membawa mereka pergi.


"Sampai kapan kau sesuka hati padaku seperti ini. Turunkan aku sekarang!!" Teriak Ellea sangat jengkel pada Jovie. Ia baru saja mendapatkan pekerjaan, tidak ingin kehilangan pekerjaannya.


Gadis itu menghela napas lelah, menggigit tangan Jovie. "STOP!!" Pekiknya setelah berhasil membuat Jovie meringis kesakitan. Pak supir berhenti mendadak karena kaget mendengar teriakan Ellea.


"Cepat jalan!" Perintah Jovie tidak mempedulikan tangannya yang sakit. Memeluk Ellea yang sudah siap ingin melarikan diri. "Kau tidak akan bisa pergi dari sini Baby!!"

__ADS_1


"Aku benci kau Jovie!!" Tekan Ellea sampai menangis karena sangat kesal.


"Tidak apa kau membenciku, asal kau tidak jauh dariku lagi." Ucap Jovie, baru mobil berjalan beberapa meter ada yang mencegat mereka. Kesempatan itu Ellea gunakan untuk melarikan diri kembali, sangat yakin kalau yang mencegat mobil Jovie para preman suruhan Sari.


"Jangan coba-coba keluar dari mobil. Kalau kau melakukannya aku akan membuat kau tidak akan bisa pergi dariku lagi!!" Ancam Jovie.


"Kau egois Jovie!!" Ellea meluapkan kekesalannya memukul dada Jovie sambil menangis. Sedang diluar sana dua orang bertubuh tinggi tegap dengan pakaian hitam menggedor-gedor pintu mobil yang mereka tumpangi.


"I'm sorry Baby," lirih Jovie menghapus air mata Ellea. Ia terpaksa bersikap keras seperti ini agar gadisnya ini tidak melarikan diri lagi.


“Keluar, lepaskan Nona Ellea!” Teriak salah seorang pria.


“Ck, jalan Pak.” Perintah Jovie tidak mempedulikan orang-orang itu. Tidak lama para pengawalnya datang membereskan dan membuat mobil mereka bisa melaju tanpa hambatan.

__ADS_1


"Kenapa baru sekarang mencari Ellea," pria itu berdecak melihat para pengawalnya membuat mundur pengawal Edric.


Ellea menarik napas berat, ternyata Jovie sudah sangat siap untuk menculiknya pantas saja tidak ada para preman yang membantunya seperti kemarin-kemarin. Orang-orang suruhan Edric saja dibuatnya mundur. Kenapa saat seperti ini pun dia masih tidak bisa membenci pria yang memeluknya ini.


__ADS_2