Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 151


__ADS_3

"Kau suka?" Ron mencobakan cincin listring yang berbalut berlian asli ke jari manis Ellea. Cincin dengan model sederhana itu tampak elegan. Ia sudah memesannya jauh hari tanpa diketahui sang gadis.


Ellea mengangguk berbinar, sangat suka dengan cincin mewah berbalut butiran berlian  yang berjejer di bagian depannya.


Ron selalu memperlakukannya istimewa seperti seorang putri. Lelaki itu selalu memberikan kejutan. Ia sudah tidak menentang pada pernikahan dadakan yang akan diadakan dua minggu lagi. Hubungannya dengan Mom Linn dan Dad Harry juga baik-baik saja. Kedua orang tuanya itu tidak marah padanya, hanya membuatnya jera saja.


“Elle bikinkan aku susu rasa almond,” pinta Deandra sengaja mengganggu dua orang yang semakin hari semakin lengket itu.


“Ada pelayan kenapa kau menyuruhku!” Sentak Ellea tidak terima Deandra memperlakukannya seperti pelayan.


Ada saja keinginan ibu hamil itu yang menyusahkannya semenjak mereka pindah ke mansion. Ya, sejak Mom Linn dan Dad Harry kembali ke Indonesia mereka pindah ke mansion. Karena dua orang tua itu beralasan ingin setiap hari melihat calon cucunya yang masih berumur empat bulan dalam kandungan.


“Baby pengen Aunty Elle yang bikinkan,” sebut Deandra dengan wajah hampir menangis sambil mengelus-elus perutnya.


“Tidak, kau selalu saja beralasan Baby!” Tolak Ellea, sangat tahu kalau Deandra hanya ingin mengerjainya saja.


“Edric, Elle tidak mau membuatkan susu.” Rengek Deandra berteriak dengan mata berkaca-kaca.


“Elle buatkan keponakanmu susu!” Perintah Edric yang menyusul sang istri ke ruang tengah. Kalau dibiarkan dua wanita itu akan perang dunia lagi.


“Tidak mau, kau saja yang buatkan. Kan daddy-nya,” kekeuh Ellea menolak.


“Biar aku yang buatkan susunya,” ujar Ron mengalah. Menengahi keduanya sebelum pertengkaran semakin sengit.

__ADS_1


“Aku maunya buatan Elle, Baby tidak mau minum kalau buatan orang lain!” Ujar Deandra kekeuh dengan wajah meyakinkan.


“Elle buatkan Sayang,” pinta Edric dengan lembut. Deandra tidak akan berhenti merengek sebelum dituruti.


“Menyusahkan saja!” Gerutu Ellea beranjak dari tempat duduknya. 


"Awas saja, akan kubuat kau jera minum susu buata ku Baby nakal!" Kesal Ellea.


Deandra langsung tersenyum cerah saat Ellea menuruti keinginannya. Suatu kebahagiaan tersendiri baginya saat melihat wajah marah sang ipar.


“Kau ini suka sekali mengerjai Elle,” gemas Edric. Dia bukan tidak tahu kalau istrinya ini hanya sengaja mengerjai sang adik. Dan itu sudah berulang kali dilakukannya.


Ron yang menyaksikan keusilan wanita hamil itu geleng-geleng kepala. Akan jadi seperti apa nanti anak mereka.


“Jangan nakal lagi Sayang,” tegur Edric yang tidak dihiraukan Deandra.


“Cantikkan,” wanita itu memperlihatkan jemarinya ke depan Edric.


“Dea, itu cincinku!” Teriak Ellea menghentakkan susu ke atas meja sampai airnya tumpah. Ron dan Edric menghela napas kasar bersamaan.


“Kalian tidak bosan bertengkar setiap hari!” tegur Mom Linn dari arah belakang saat menyaksikan anak dan menantunya kembali bertengkar.


“Aku cuma nyoba ini Mom, Elle malah marah padaku.” Adu Deandra dramatis memperlihatkan jarinya yang tersemat cincin kawin Ellea.

__ADS_1


“Lea...” Mom Linn tersenyum saja kemudian melirik putri bungsunya.


“Aku lagi yang salah! Salah lagi... Salah lagi... Salah terus!!" Seru Ellea luar biasa kesal dengan kakak iparnya itu.


“Siapa yang menyalahkan kau. Itu Mom bikinkan brownies kesukaanmu," ujar Mom Linn mengalihkan perhatian Ellea agar tidak meladeni Deandra.


“Gak mau, aku maunya cincinku kembali!” Pekik Ellea merebut cincin di jari Deandra.


“Aku pinjam sebentar saja!” Ujar Deandra menyembunyikan jarinya, semakin mengusili Ellea.


“Kembalikan Sayang, kalau Dea mau kita bisa beli. Itu cincin dari Ron,” bujuk Edric pada wanitanya. Membuka jalinan tangan Deandra dengan lembut lalu melepaskan cincin di jari manisnya.


"Sebentar lagi Edric!!" Rengek Deandra merajuk dengan mata berkaca-kaca saat Edric memberikan cincinnya pada Ellea. Ibu hamil itu cepat berubah mood. Padahal tadi hanya mengerjai Ellea tapi sekarang malah merajuk sungguhan.


"Nanti kita beli sepuluh Sayang," bujuk Edric dengan kekehan seraya membawa Deandra dalam pelukan.


"Sudah kalian pindah tempat nanti bertengkar lagi," suruh Mom Linn pada Ellea dan Ron. Dua orang itu tidak bisa disatukan pasti bertengkar. Deandra selalu membuat ulah yang menyebabkan Ellea marah dan mengamuk.


"Aku yang duluan disini Mom!" Seru Ellea tidak terima. Dia hanya diam malah diusir.


"Kita nonton," ajak Ron yang sedari tadi hanya diam menikmati perdebatan keduanya.


"Aku ikut!!" Sahut Deandra cepat. Membuat Mom Linn, Edric dan Ron menghela napas panjang.

__ADS_1


__ADS_2