Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 56


__ADS_3

Di negara yang berbeda Edric semakin khawatir karena layar kamera Deandra berubah gelap. Ia baru tiba di Inggris dua jam yang lalu. Baru istirahat sebentar saat pengawal yang ia tugaskan menjaga Deandra memberikan laporan tentang istrinya.


"Oh Tuhan aku salah mengerjai orang," Edric mencoba menghubungi Deandra kembali namun tidak ada jawaban.


Ia hanya iseng ingin membuat wanitanya itu cemburu setelah mendengar laporan dari pengawal. Tapi ternyata waktunya tidak tepat, Deandra benar-benar sedang marah.


Edric sudah menghentikan penyebaran video yang dilakukan Alice. Mantan kekasihnya itu ingin mempermalukan Deandra. Dan itu tidak akan terjadi selama ada dia yang melindungi Deandra.


Setelah memberikan peringatan Edric memerintahkan pengawalnya untuk melepaskan Alice. Walau bagaimanapun wanita itu pernah menjadi bagian dari hidupnya yang sangat berarti. Ia tidak mau melihat Alice terluka.


...💥💥💥 ...


"Kau sudah pulang kuliah?" Sapa Ellea basa-basi pada Deandra yang lewat ruang tengah.


"Kau kemana saja jadi baru pulang?" Deandra tidak mempedulikan pertanyaan Ellea, membanting tubuhnya di samping sang adik ipar.


Selama Edric pergi, selama itu juga Ellea tidak pulang ke rumah. Jadilah dia kesepian di mansion ini sendirian kecuali ditemani para pelayan.

__ADS_1


"Ck kau ini, aku bertanya malah bertanya balik! Nih suamimu tercinta menggangguku terus. Kau sudah jatuh miskin tidak punya ponsel sendiri jadi Edric menelponku!" Ellea melemparkan ponsel yang baru seminggu dibelinya ke pangkuan Deandra.


"Aku malas bicara dengannya!" Deandra melempar kembali ponsel Ellea dengan angkuh.


"Kau ini kenapa sih merepotkanku saja!!" Ellea berdecak kesal mendial nomor kakaknya.


Deandra mengangkat bahu acuh, meninggalkan Ellea ke kamar. Hari ini sudah banyak energinya yang terbuang sia-sia, jadi lebih baik ia istirahat.


"Aku tahu Dea ada di rumah, cepat berikan ponselmu padanya!" Titah Edric pada Ellea sambil mengawasi CCTV di mansionnya. Ia sampai memundurkan jadwal pertemuan dengan investor karena tidak tenang sebelum mengetahui Deandra baik-baik saja.


"Elle, jangan banyak protes!!" Peringat Edric, "tugasmu disana menjaga Dea bukan malah meninggalkannya sendirian di mansion. Kau mau aku laporkan kelakuanmu itu pada Mom and Dad?"


"Edric, call me Lea bukan Elle." Decak Ellea, sangat benci dengan nama panggilan yang disematkan sang kakak.


"Kau tidak lihat aku ini mencari istrimu tercinta ke kamar, jadi berhenti mengancamku seperti anak kecil!"


"I — don't — care!!" Eja Edric tidak menggubris kekesalan Ellea.

__ADS_1


"Dasar suami istri sama saja!!" Gumam Ellea seraya mendorong pintu kamar tanpa mengetuknya. Ia nyelonong masuk mendekati Deandra, "Edric." Gadis itu melempar ponsel di tangannya tanpa ragu.


"Aku tidak butuh ponselmu!" Deandra tidak berniat menyambut ponsel milik Ellea, membiarkannya saja jatuh ke lantai.


"Deandra Adley kau keterlaluan!!" Teriak Ellea emosi, melihat ponsel barunya yang jatuh karena tidak disambut sang kakak ipar.


"Aku sudah bilang tidak ingin bicara dengannya!!" Deandra balas berteriak nyaring dan semua teriakan itu masih bisa Edric dengar. Karena tidak terjadi apa-apa pada ponsel Ellea yang tahan banting.


Pria yang berada di negara berbeda itu menarik napas panjang. Dua perempuan yang sama-sama keras kepala disatukan, beginilah jadinya. Edric memijat kepalanya yang berdenyut. Ia meminta kepala pelayan di mansion Hansel untuk melerai kedua wanita itu.


"Kau!!" Ellea mengacungkan telunjuk pada Deandra. "Aku menyesal sudah mendukung Daddy menikahkan Edric denganmu!!" Teriaknya lantang.


"Aku tidak pernah memohon dukungan darimu!!" Jawab Deandra dengan arrogant mengibaskan rambut panjangnya kemudian melepaskan jam tangan dengan santai.


"Kau ini tidak pantas menjadi istri Edric!!" Ellea semakin berteriak murka.


"ELLEA HANSEL, CUKUP!!" Teriak Edric dengan nada tegas. Ia bahkan tidak yakin kedua wanita itu mau mendengarkannya.

__ADS_1


__ADS_2