Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 106


__ADS_3

"Edric," gumam Deandra yang terbangun dengan tubuh terasa remuk. Bagaimana tidak remuk, Edric pantas disebut sebagai singa lapar menyiksa dirinya di tempat tidur.


"Ya Sayang, mau apa?" Edric merapikan selimut sang istri. Tidak bosan memandang wajah cantik Deandra sejak tidur tadi. Takut istrinya kabur saat ia tertidur, jadilah Edric menunggui wanitanya sampai bangun.


"Aku haus."


"Tunggu sebentar," pria itu bergegas bangun dari pembaringan mengambilkan segelas air putih untuk Deandra.


"Bangun dulu, minumnya pelan-pelan." Edric kembali ke sisi sang istri.


"Badanku sakit semua," keluh Deandra. Bangun dan menyandarkan kepala ke bahu Edric.


Edric hanya tersenyum merapikan rambut wanitanya yang berantakan, "istirahatlah lagi kalau masih lelah."


"Antar aku pulang ke mansion Dad Tian," pinta Deandra. Dad Tian pasti mencarinya, tadi dia hanya pamit ke supermarket sebentar.


"Kau akan tidur disini malam ini bersamaku," Edric melingkarkan tangan ke pinggang sang istri lalu menciumi dari samping. Ia tidak ingin berpisah dari Deandra lagi.


"Aku mau pulang Edric, Dad Tian pasti mengkhawatirkanku." Rengek Deandra menahan selimutnya agar tidak melorot. Jangan sampai singanya ini kembali mencabik-cabik tubuhnya.


"Dad Tian pasti tahu aku yang menculikmu. Jangan banyak bergerak, dia harus jadi disini." Edric mengelus lembut perut Deandra, sedang si empunya membelalakkan mata.

__ADS_1


"Aku tidak mau hamil Edric, aku masih mau kuliah. Aku belum mau punya anak," Deandra menggelengkan kepala. Membayangkan menggendong bayi di usia dua puluh tahun membuatnya bergidik ngeri.


"Tidak ada yang melarangmu kuliah Sweetheart. Kau masih bisa kuliah walaupun punya baby," beritahu Edric dengan lembut. Kalau Deandra hamil sudah tentu istrinya itu tidak bisa kemana-mana dan tidak akan pergi darinya lagi.


"Tapi kuliahku akan terganggu kalau hamil. Pokoknya aku tidak mau hamil Edric. Tidak mau!!" Deandra dengan tegas menolak. Enak saja hamil, yang body-nya masih oke begini saja Edric berani ingin kawin lagi. Bagaimana kalau tubuhnya jadi gentong setelah melahirkan.


"Kalau tidak mau, kau tidak boleh keluar kamar selama satu bulan. Tidak boleh kuliah, tidak boleh bertemu siapapun kecuali aku!"


"Terserah, siapa juga yang mau tinggal disini. Aku mau pulang ke mansion Dad Tian!"


"Eits," Edric menarik selimut Deandra yang ingin beranjak dari tempat tidur. Dengan cepat pria itu berpindah posisi menindih sang istri.


"Berani menyentuh lantai aku akan membuat kau tidak bisa berjalan." Tegas Edric lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Deandra.


"Aku sudah bicara baik-baik tapi kau selalu berani menentangku." Edric tidak peduli dengan deandra yang merajuk. Ia mengeksplor kembali tubuh yang membuatnya candu itu.


"Aku benci kau Edric!!" Deandra sebisa mungkin menahan suaranya agar tidak mendesah, yang bisa membuat singanya jadi semakin lapar.


"Sttt, jangan marah. Aku cuma minta kau mau mengandung anakku," ucap Edric lembut di telinga Deandra.


Deandra tidak menjawab, hatinya sangat kesal pada Edric yang selalu memperlakukannya sesuka hati. Wanita itu sampai menangis saking kesalnya.

__ADS_1


"Sweetheart kau menangis?" Edric langsung berguling ke samping Deandra dan menyelimuti wanita tersayangnya. 


"Maaf Sayang," ungkapnya memeluk sang istri erat. "Oke nanti saja punya anaknya," bujuk Edric tapi hatinya tetap berharap bibit unggulnya tumbuh dengan subur di rahim Deandra.


"Aku mau pulang, kau selalu membuatku kesal. Aku tidak mau disini."


"Oke aku antar," Edric mengalah. Tidak berani memaksa lagi, ia tidak ingin Deandra stres yang bisa mengakibatkan tertundanya kehamilan. Besok-besok Edric masih bisa menculik istrinya ini lagi. Pria itu dengan telaten membantu Deandra mengenakan pakaiannya.


"Kenapa kau tidak menahanku lagi?" Heran Deandra.


"Untuk apa aku menahan orang yang sudah jelas tidak mau tinggal," Edric tersenyum mengecup kening sang istri.


Deandra terdiam, "apa dia sudah menyerah? Apa Edric sudah tidak mau membujukku lagi?" Sejujurnya ia tidak ingin jauh-jauh dari Edric lagi.


"Ayo aku antar pulang," Edric mengulurkan tangan.


"Aku mau tidur kau peluk malam ini," ucap Deandra akhirnya. Tidak ingin kehilangan Edric hanya karena egonya yang terlalu tinggi. Selama satu bulan ini Edric juga tidak menemui Alice hanya mengikutinya kemana-mana. Jangan ditanya darimana dia tahu, tentu saja Dad Tian yang mengatakan.


Edric bersorak senang dalam hati, kenapa tidak dari tadi dia gunakan trik ini agar istrinya ini tidak memberontak. Ah dia lupa, kalau semakin dikekang Deandra akan semakin melawan.


"Kau yakin tidak ingin pulang ke mansion Dad Tian?"

__ADS_1


Deandra menggeleng, lalu memeluk pinggang Edric. Membenamkan wajahnya di perut sang suami dengan nyaman, "aku mau bersama kau disini."


Tentu saja Edric tidak melarang, malah pria itu kegirangan karena usahanya membuahkan hasil.


__ADS_2