Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 192


__ADS_3

"Sayang tolong, aunty sama nenekmu mengamuk." Kekeh Edric berlari ke kamar lalu naik ke atas tempat tidur.


Menciumi gemas sang putrinya yang masih anteng tidur setelah menyiksa mom dan dadnya tadi malam. Putrinya itu begadang, jadilah mereka juga ikut begadang.


"Ayaaang ish, nanti baby nangis lagi!!" Deandra yang baru keluar dari bathroom menarik tubuh Edric agar menjauh dari sang putri.


"Ya udah Mommy saja yang diunyel-unyel pipinya." Edric membalik badan, menguyel pipi Deandra lalu menciuminya gemas sampai ibu satu anak itu kesulitan bernapas.


"Edric, kau kerasukan setan apaan sih!" Deandra mendengus mendorong tubuh Edric yang sudah membuatnya kekurangan pasokan oksigen.


"Kerasukan kau Sayang," pria itu tersenyum genit menggoda sang istri.


"Jadi kau anggap aku setan, hah!!" Deandra melotot tajam diikuti decakan.


"Bukan aku yang bilang kau setan Sweetheart. Kau sendiri yang mengatakannya," jawab Edric dengan cengiran lebar.


"Edric!!" Pekik Deandra tertahan. Ingin berteriak tapi takut Baby Calla terbangun.


"Yes Honey Bunny Sweety, ada apa? Kangen, hm. Sini kita obati kangennya." Edric semakin menggoda istrinya yang kesal sambil menoel-noel gemas di hidung.

__ADS_1


"Edric, aku ini sedang marah!!" Perjelas Deandra.


"Aku tahu Sayang. Tidak perlu kau katakan, aku tahu kalau istriku yang cantik ini sedang marah." Jawab Edric dengan senyuman nakal,  "Sayang kita bulan madu yok." Ajaknya yang kembali mendapat tatapan membunuh dari sang istri.


"Puasa Edric, puasa. Mau bulan madu apaan huh. Telat ngajaknya!!" Seru Deandra, "awal menikah dulu kemana saja jadi baru ingat bulan madu sekarang."


"Gak jadi deh Sweetheart," Edric langsung menciut. Menarik Deandra untuk duduk. Jangan memancing apalagi mengungkit masa lalu, dia yang akan babak belur sendiri.


"Kenapa gak jadi?" Deandra memicingkan mata dengan senyuman sinis.


"Aku salah, oke aku salah." Edric mengangkat tangan melakukan pengakuan dosa. Sebelum semua dosa-dosanya disebutkan Deandra satu persatu. "Maaf ya dulu Daddy sering menyakiti Mommy."


"Sayang, sudah dong judesnya ih. Ngeselin tahu lihat wajah judes gini." Edric mencubit-cubit pipi sang istri dengan manja. "Mommy Calla ini pasti tambah cantik kalau senyum yang manis begini," godanya sambil menarik pipi Deandra.


"Sakit Edric!!"


"Uh sakit ya, cup cup cup. Sini di sun dulu biar hilang sakitnya Sayang." Dengan usil Edric mengecup pipi sang istri kembali sampai memerah baru melepaskannya.


"Sarapan-sarapan," Mom Linn memutar bola mata jengah. Tadi ia pikir dua orang itu sudah menunggu di meja makan. Ternyata masih bermesraan di kamar.

__ADS_1


"Mom, aku dicubit. Pipiku sampai dower," adu Deandra sengaja dimanja-manjakan.


"Edric, kau jangan suka mengganggu istrimu!!" Tegur Mom Linn diikuti pelototan tajam, tak lupa tangannya ikut menyiksa sang putra. Tadi anak ini sudah membuat Ellea mengamuk dan sekarang malah mengusili istrinya.


Edric membulatkan mata saat Mom Linn mencubitnya. Sang istri malah tersenyum penuh kemenangan mengedipkan mata genit padanya.


"Mom, kalau aku gak gangguin istriku. Terus gangguin siapa lagi?" Tanya Edric jahil.


"Urus burungmu saja, jangan suka ganggu orang!!" Sarkas Mom Linn geram, membawa Deandra ikut dengannya mumpung Baby Calla masih tidur.


Istri Edric itu sampai meringis mendengar ucapan frontal mom mertuanya.


"Mulutnya Mom, ini burungku sudah puasa jangan dibawa-bawa. Mom gak kasihan sama dia," ucap Edric memelas mengikuti sang mommy yang membawa istrinya.


"Buat apa mengasihani burungmu itu hah, biarkan saja dia puasa sampai jadi cacing!" Celetuk Mom Linn yang membuat Edric berpikir keras. Telur jadi burung wajar, tapi kalau burung jadi cacing bagaimana siklus hidupnya.


"Mom bagaimana siklus hidup burung jadi cacing, hm?" Tanya Edric dengan wajah cengo.


Perempuan setengah baya itu langsung menghentikan langkahnya. Melepas sendal lalu melemparkan pada sang putra.

__ADS_1


Edric segera kabur sebelum terkena serangan Mom Linn sambil tertawa gelak. Senangnya dia hari ini bisa mengerjai beberapa orang sekaligus.


__ADS_2