Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 37


__ADS_3

"De, kenapa lama sekali!!" Edric menggedor-gedor pintu bathroom namun tidak ada sahutan.


"Sial tidak dikunci!" Decaknya saat pintu terbuka setelah didorongnya.


"Astaga tidur, kau ini merepotkan sekali. Membuang-buang waktuku saja!!" Kesal Edric karena dia menunggu selama empat puluh lima menit di meja makan. Tanpa rasa kasihan Edric mengguyur kepala Deandra dengan air dingin.


"Bocor... bocor!!" Teriak Deandra mengusap wajahnya karena kesulitan bernapas saat air meluncur di hidungnya.


"Ini bukan iklan pembalut!!" Edric berdecak kesal.


"Aku sedang casting iklan cat tembok!!" Sahut Deandra yang masih belum menyadari kalau Edric ada di bathroom


"Bangun Deandra Hansel!!"


Suara berat Edric menyadarkan Deandra, yang tiba-tiba membuka mata.


"Hei kenapa kau mengintipku mandi. Mau bintitan hah!!" Ketus Deandra menyemburkan air di bathtub yang penuh busa ke arah Edric. "Cepat keluar!!" Usirnya.


"Hentikan Deandra Hansel!!" Tegas Edric dengan suara dingin.


Sontak Deandra menghentikan tangannya yang menyemburkan air.


"Kau sudah membuang waktuku selama satu jam. Sekarang cepat selesaikan mandinya, atau kau akan menerima hukuman ku kurung seharian di kamar untuk memuaskanku!!" Cetus Edric meninggalkan bathroom dengan pakaian basah. Terpaksa dia berganti pakaian lagi.

__ADS_1


"Dasar Mr. Arrogant kejam!!" Teriak Deandra jengkel yang masih bisa di dengar Edric. Si empunya menarik napas berat masuk ke walk in closet.


Sepanjang perjalanan menuju kampus Deandra tidak mau mengeluarkan suara indahnya. Dia sedang merajuk dengan Edric. Namun pria yang berstatus sebagai suaminya itu bukannya membujuk malah mendiamkan saja. Bahkan terkesan sangat dingin padanya.


"Sepertinya aku salah menikahi orang!!" Gerutu Deandra kesal, mengetuk-ngetuk kaca mobil dengan keras.


"Kau sedang bicara denganku?" Edric menoleh sekilas ke arah Deandra.


"Tidak. Aku sedang bicara dengan kaca spion!!" Jutek Deandra, mengarahkan pandangannya keluar.


"Sekali diantar suami ke kampus malah dianggurin," Deandra masih menggerutu tapi kali ini dalam hati.


"Oh!" Edric kembali diam setelah menanggapi dengan satu kata.


"Edric Hansel!! Aku ini sedang marah, bisakah kau membujukku?" Pekik Deandra geram setelah lima menit mereka saling diam kembali.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau ingin dibujuk." Edric menahan tawa melihat kekesalan sang istri.


"Nanti kalau sedang marah aku akan bikin pengumuman di masjid!! Aku umumkan kalau suamiku yang bernama Edric Hansel sudah mati. Biar kau dikubur warga hidup-hidup!!"


"Oh manisnya istri sombongku ini," goda Edric mencubit gemas pipi Deandra.


"Jangan pegang-pegang. Aku alergi tanganmu!!" Seru Deandra dengan kekesalan yang berkali-kali lipat.

__ADS_1


"Mau dibujuk bagaimana, hm?" Tanya Edric setelah memarkirkan mobil di depan kampus Deandra.


"Tidak bisakah kau usaha untuk membujukku!!" Sungut Deandra semakin kesal.


Edric menggeleng pelan, ternyata sesulit ini membujuk istri yang sedang merajuk.


"Kalau begini bagaimana?" Edric menghapus jarak diantara mereka. Menyesap lembut benda kenyal yang memabukkan. Perlahan sesapan yang pelan itu jadi semakin menuntut. Deandra sampai kesulitan bernapas karena tidak Edric beri kesempatan.


"Sekarang masih mau dibujuk," Edric tersenyum mengusap bibir Deandra yang basah dengan jempolnya. Wanita itu menggeleng malu-malu setelah mendapatkan perlakuan manis Mr. Arrogantnya.


"Belajar yang pintar dan jaga jarak dengan Om tersayangmu itu!! Kalau dia dekat-dekat kabari." Edric menepuk puncak kepala Deandra dua kali lalu mengecupnya di kening.


"Iya!!" Rengut Deandra saat Edric menyebutkan kata om tersayang. Ia keluar dari mobil yang diikuti Edric.


"Kenapa kau ikut turun?" Tanya Dea melihat Edric yang berjalan di sampingnya.


"Aku mau bertemu seseorang!!" Jawab Edric acuh. Padahal dia hanya ingin mengantar Deandra sampai ke kelas dan memastikan tidak ada si manusia brengsek yang mengganggu istrinya.


"Oh!" Jawab Deandra seolah tak peduli. Padahal dalam hatinya bertanya-tanya, siapa lagi orang yang ingin Edric temui kalau bukan mantan kekasihnya.


"Edric!!" Panggil seseorang.


"Panjang umur!!" Umpat Deandra dalam hati melihat wanita yang berjalan mendekati Edric dengan senyuman menawan.

__ADS_1


__ADS_2