Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 70


__ADS_3

"Hei anak haram, berapa kau menjual tubuhmu pada Edric hah!!"


Deandra dan Sari yang duduk bersampingan saling pandang. Lagi-lagi Alice menyerang ke kelasnya, tapi kali ini suasana kelas masih ramai karena dosen baru saja meninggalkan kelas mereka.


Semua mata sontak menoleh ke arah Deandra yang diteriaki Alice. Memberikan tatapan bingung karena tiba-tiba saja senior mereka di kampus itu datang dan berteriak. Ini bukanlah waktunya ospek.


"Heh kau itu tidak bisa berpikir ya, mana ada orang yang menjual diri pada suami sendiri. Otak itu jangan hanya ditaruh di dengkul!" Cerca Sari dengan berkacak pinggang saat si empunya tak berminat untuk menanggapi.


Deandra tak terusik, pengakuan Edric bahwa dialah satu-satunya wanita yang pria itu sentuh sudah cukup untuk membuat kepalanya tetap dingin. Sekuat itu pengaruhnya.


"Kau jangan ikut campur, ini masalahku dengan anak haram ini." Alice berkoar-koar dengan nyaring, sengaja menekankan kata anak haram agar semua orang tahu.


"Aku tidak punya masalah dengan kau!!" Deandra tersenyum sinis, walau dia menjadi pusat perhatian tapi wanita itu tidak peduli.


"Kau tidak dengar! Dia tidak punya masalah dengan kau!!" Sari menyeret Alice keluar dari ruang kelas dengan paksa.


"Lepas kau jangan mencari masalah denganku!!" Sentak Alice, dia belum selesai meluapkan kekesalannya pada Deandra.

__ADS_1


"Siapa yang sudi berurusan denganmu!!" Sari mendorong wanita itu dengan kasar. "Merepotkan saja!" Decaknya setelah berhasil mengusir si ulat bulu.


"Mana bayaran untukku!" Sari mendekati Deandra dan mengulurkan tangan dengan melambai-lambai.


"Kau ini, aku tidak meminta kau mengusir ulat bulu itu. Untuk apa aku membayarmu!" Desis Deandra yang sangat hafal otak mata duitan temannya itu. Walau Sari peduli padanya tapiĀ  tetap saja minta imbalan juga pada akhirnya.


"Aku itu baik hati berinisiatif mengusir makhluk yang suka menempel dimana-mana itu. Harusnya kau juga berinisiatif untuk memberiku penghargaan." Sari mengedipkan mata menggoda.


"Dasar mata duitan!!" Deandra berdecak mengeluarkan lembaran merah satu lembar dari dompetnya.


"De, ini cuma cukup untuk makan bakso. Gak cukup buat beli baju, make up dan kuota." Cetus Sari dengan wajah masam karena hanya dapat satu lembar uang seratus ribuan.


"Kalau aku jadi sugar baby daddymu gimana?" Sari mengerling jahil.


"Kalau kau mau mati berdiri sekarang coba saja!" Sambar Deandra emosi dengan tatapan membunuh.


"Ck, kau ini tidak bisa diajak bercanda. Tambahin!!" Seru Sari tidak mau mengalihkan tangannya sebelum mendapat uang tambahan.

__ADS_1


Deandra menghela napas dengan kasar mengeluarkan sembilan lembar uang berwarna merah kembali dari dompetnya.


"Bagus, ayo semuanya ke kantin aku traktir!" Teriak Sari seraya mengipas-ngipaskan lembaran merah di tangannya dengan wajah berbinar.


Deandra menggelengkan kepala, "dasar tukang palak!!" Desisnya kesal karena kehilangan sepuluh lembar uang bergambar Presiden Indonesia pertama itu.


"Tukang palak cantik tak masalah," sahut Sari dengan percaya diri mengajak semua teman-temannya ke kantin.


Lagi-lagi Deandra hanya bisa menghela napas dengan kasar.


"Ayo ikut ke kantin, aku sedang baik hati jadi ingin mentraktir kau."


"Malas," sahut Deandra. "Bisa-bisanya menganggap diri baik hati setelah memalakku!" Umpatnya dalam hati.


"Ayooo, aku tidak terima penolakan!!" Sari menarik paksa Deandra keluar dari ruangan kelas.


"Kau ini bisa tidak sehari saja tidak menggangguku!!" Deandra benar-benar kesal dengan tingkah temannya ini.

__ADS_1


"Oh tentu saja tidak bisa. Karena aku dilahirkan hanya untuk membuat kau kesal." Sari menyahut dengan santai, menggandeng Deandra ke kantin dengan wajah tanpa dosa.


__ADS_2