
Sebentar-sebentar Deandra melirik layar ponsel saat ada notifikasi masuk, berharap Edric menghubunginya. Sudah tiga hari pria itu melakukan perjalanan bisnis namun tidak sama sekali memberinya kabar.
"Mr. Arrogant-mu itu tidak akan ingat denganmu. Mungkin sekarang dia masih bergulat di tempat tidur setelah menghabiskan malam panas dengan wanita sexy." Ucap Sari asal, sengaja memanasi Deandra yang katanya tidak cemburu melihat sang suami bersama mantan. Gadis itu dengan santai menyuapkan bakso ke mulut tanpa mempedulikan tatapan Deandra yang menajam padanya.
"Jaga mulut lemesmu itu Sari, atau aku sobek pakai garpu ini!!" Kesal Deandra menghempaskan sendok dan garpu ke mangkok. Dia tidak bersemangat makan, moodnya sudah anjlok.
"Terima saja kenyataan kalau Edric yang tampan itu tidak mencintaimu." Sari semakin menggoda, sama sekali tidak takut dengan ancaman Deandra.
"Kau bayar sendiri!!" Deandra mendorong mangkok di depannya sampai kuah bakso itu keluar dari tempatnya mengotori meja kantin.
"Eits tidak bisa. Kau belum makan sejak pagi, jadi sekarang cepat makan. Atau aku panggil mamang ojek untuk menyuapimu makan!!" Seru Sari.
"Malas, kau membuatku hilang nafsu makan!!" Ketus Deandra, ingin beranjak dari kantin namun tangannya ditahan Sari.
__ADS_1
"Jatuh cinta ternyata membuatmu jadi bodoh!!" Sari menusuk bakso di mangkok Dea lalu menyuapkan paksa ke mulut gadis bersuami itu.
Deandra ingin mengumpat tapi mulutnya penuh dengan satu biji bakso berukuran sedang. Wanita itu langsung tersedak dan memuntahkannya di tisu.
"Kau keterlaluan Sari!!" Teriak Deandra dengan mata berair. Sekarang ia menjadi pusat perhatian.
"Maaf, aku hanya ingin kau makan." Sesal Sari mengambilkan Deandra air putih.
"Ck, wanita jorok seperti ini ternyata yang menjadi istri Edric!!" Sindir Alice setelah berhasil merekam.
"Bagus kau datang di waktu yang tepat!!" Ucapnya dingin lalu pergi dari kantin setelah meluapkan kekesalannya pada Alice. Tidak peduli dengan tatapan orang-orang padanya. Moodnya yang tadi hancur sekarang bertambah hancur.
"Dasar anak haram!!" Teriak Alice nyaring yang masih bisa di dengar Deandra.
__ADS_1
Istri Edric itu menggenggam tangan kuat dan menahan diri agar tidak berbalik menghajar si ulat bulu sampai pingsan. Deandra mempercepat langkahnya meninggalkan kantin menuju parkiran.
"Bagus kau menyiramku, ini bisa jadi berita viral." Gumam Alice dengan seringaian licik melihat punggung Deandra menjauh. Beberapa detik kemudian ada dua orang berseragam hitam menarik tubuhnya keluar dari kantin secara paksa.
"De maaf," ucap Sari sungguh-sungguh. Ia langsung menyusul Deandra ke parkiran kampus.
"Pergilah, aku tidak ingin melihat wajahmu!!" Kesal Deandra karena sudah dibuat malu masuk ke mobil. Hari ini ia sengaja ingin menyetir sendiri.
Sari hanya menghela napas panjang meninggalkan parkiran. Tidak ingin membuat Deandra tambah marah, padahal dia cuma ingin wanita bersuami itu mengakui perasaannya sendiri.
"Brengsek kau Edric, gara-gara kau aku jadi begini!!" Umpat Deandra memukul setir mobil untuk meluapkan emosinya.
Drt... drt...
__ADS_1
"Bagus kau tahu kalau aku sedang marah." Deandra langsung menjawab panggilan video dari Edric. Suaminya itu masih bergelut di bawah selimut dengan rambut acak-acakan.
Pikiran Deandra jadi melayang kemana-mana. Apa yang diucapkan Sari tadi berputar di kepalanya. Wanita itu langsung membanting ponselnya semakin kesal. Hari ini semua orang hanya bisa membuatnya kesal saja.