Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 89


__ADS_3

"Edric, aku alergi ulat bulu." Deandra memeluk tangan Edric semakin erat dengan suara sengaja dimanja-manjakan.


"Ayo kita pergi dari sini," Edric menimpali ucapan Deandra. Bukan sekarang saatnya dia untuk membuat Alice mendapatkan balasan atas perbuatannya.


"Jadi ulat bulu ini yang tadi mengikuti mereka," Deandra tersenyum mengejek pada mantan kekasih Edric itu.


"Babe, apa karena satu kesalahan yang aku lakukan kau melupakan semua kenangan yang pernah terjadi diantara kita." Ucap Alice sendu, yang membuat langkah Edric terhenti.


Karena Edric berhenti maka otomatis Deandra ikut berhenti. "Cih, kau itu kurang mendalami aktingmu!"


"Aku minta maaf, aku mohon agar kau mau memaafkanku. Aku yakin kau masih mencintaiku." Alice tidak menggubris perkataan Deandra, karena tujuannya hanya satu. Mendapatkan hati Edric kembali.


"Ed," Alice bersimpuh di kaki Edric saat pria itu tidak meresponnya.


Hati Edric yang sudah mengeras karena dikecewakan wanita yang dulu sangat dicintainya itu bergetar saat melihat Alice sampai bersimpuh di kakinya. Pria yang memasang wajah datar itu melepaskan rangkulan Deandra dari tangannya.

__ADS_1


"Bangunlah, aku tidak suka kau seperti ini." Edric mengulurkan tangan membantu Alice bangun. Mereka masih berada di basement. Ia tidak ingin sampai tersebar berita kalau ada perempuan yang sampai bersimpuh di kakinya hanya untuk minta maaf.


Deandra yang melihat bagaimana Edric luluh karena ucapan Alice hatinya mendadak nyeri. Dimana kata "I love you" yang tadi prianya itu ucapkan, kalau saja masih peduli pada mantan kekasihnya.


"Kau mau memaafkanku?" Alice mendongakkan wajah, menyambut uluran tangan Edric dengan senyum yang tersembunyi.


Edric tidak menjawab, membantu Alice berdiri. Sementara Deandra menahan emosinya yang meletup-letup dalam hati. Kalau dia meluapkan akan sia-sia saja, Edric pasti lebih memilih membela wanita itu lagi.


Tanpa Edric sadari Deandra mundur, melangkahkah kaki untuk menjauh dari dua orang itu. Kenyataan Edric masih mencintai masalalunya membuat hati kecil Deandra tersentil.


"Sekarang kau sudah puas membuat wanitaku cemburu!!" Ucap Edric dingin, melepaskan pelukan Alice dengan kasar. Dia bukan tidak tahu kalau Deandra marah padanya.


"Aku tidak berniat membuatnya cemburu. Aku tulus minta maaf dan sangat rindu padamu," ucap Alice dengan mata berkaca-kaca.


"Kau pikir aku percaya padamu," Edric ingin bermain-main sebentar dengan wanita ini. Agar sakit hatinya terbalaskan.

__ADS_1


"Babe, aku harus apa agar kau mau memaafkanku." Ucap Alice pelan saat menyadari satu hal, pria itu bukanlah Edric-nya yang dulu. Edric yang sangat memujanya. Dan mau melakukan apapun untuknya.


"Apa kau pikir perselingkuhanmu dengan Jovie bisa termaafkan? Hanya untuk memenuhi nafsumu itu kau malah tidur dengan sahabatku. Dan karena obsesimu juga kau ingin membuat Jovie meniduri adikku. Dimana rasa kemanusianmu, Alice!!"


"Dan satu hal yang mungkin kau lupakan, kau berkali-kali ingin membuat wanitaku terluka. Apa kau pikir itu hanya satu kesalahan?" Tanya Edric penuh penekanan.


"Aku mungkin mencintaimu, tapi itu dulu. Sebelum aku tahu sifat iblis yang ada dalam dirimu!" Lanjut Edric menggebu-gebu, menahan tangannya agar tidak mencekik leher Alice.


Alice membeku mendengar penuturan panjang Edric. Air matanya berjatuhan saat mendengar ucapan pedas pria yang dicintainya. Ia tidak menyangka pria yang sangat memujanya dulu itu mampu berkata kasar padanya.


"Apa kau pernah memikirkan perasaanku Edric. Kau meninggalkanku menikah dengan perempuan lain. Saat aku meminta dirimu seutuhnya menjadi milikku kau menolak. Tapi kau dengan senang hati menyentuh perempuan itu." Alice tersenyum getir, "ya aku memang salah. Semua yang terjadi kesalahanku. Selama ini hanya Jovie yang mengerti perasaanku dan selalu ada saat aku butuh kau. Tapi kau tidak ada untukku. Dia bahkan mau menggantikan dirimu saat aku kesepian."


Wanita itu menghapus air matanya dengan kasar. Ia membalikkan badan meninggalkan Edric yang membisu setelah mengungkapkan perasaannya yang terpendam. Jovie benar, tidak seharusnya dia masih mengharapkan Edric yang sudah memiliki istri.


Edric menghela napas dengan kasar saat melihat wanita yang paling dicintainya menjauh membawa air matanya. Benarkah dia yang salah, dialah yang sebenarnya menyakiti Alice terlebih dulu sebelum wanita itu berselingkuh dengan Jovie.

__ADS_1


__ADS_2