Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 138


__ADS_3

Deandra yang mendengar Edric sampai memohon padanya merasa terenyuh. Sungguh ia tidak membenci bayi dalam kandungannya ini. Deandra hanya belum siap menjadi ibu, dan takut kalau Edric meninggalkannya nanti sehingga harus merawat anaknya sendirian.


"Jangan pernah katakan kau tidak menginginkannya lagi Sayang. Setidaknya jangan sampai dia mendengar mom-nya tidak menginginkan kehadirannya. Dia berhak hidup dan dicintai, kalau kau tidak mau mencintainya biar aku saja yang mencintainya. Tapi kumohon, jangan katakan hal yang bisa membuatnya bersedih." Ucap Edric dengan suara bergetar di samping telinga sang istri.


Hatinya sangat sedih menerima kenyataan Deandra tidak menginginkan anak mereka. Padahal dia sangat menginginkan buah hati yang terlahir dari wanitanya ini. Dengan begitu Deandra tidak akan meninggalkan dirinya.


"Edric," lirih Deandra saat menyadari pipinya basah. Bukan karena kecupan basah Edric tapi karena air mata prianya. Wanita itu membawa tubuh Edric yang bergetar dalam pelukan. Apa dia sudah sangat keterlaluan sampai membuat Edric memohon dan menangis padanya untuk anak mereka. Hal yang mungkin tidak pernah pria itu lakukan selama ini.


"Aku mencintaimu Sayang, apa kau ragu dengan perasaanku ini sampai tidak menginginkannya?" Tanya Edric yang tidak tahu apa alasan Deandra sampai tidak menginginkan buah hati mereka.

__ADS_1


Wanita itu hanya bisa mengangguk pelan. Edric menangkup kedua pipi sang kekasih. "Please jangan ragukan aku lagi, semua ini milikmu Sweetheart. Aku milikmu," ungkapnya menciumi seluruh wajah Deandra dengan penuh cinta. Harus bagaimana lagi ia membuktikan kalau rasa cintanya sekarang hanya untuk wanitanya ini.


"Aku takut kau meninggalkanku setelah anak ini lahir," lirih Deandra mengungkapkan ketakutannya. Tidak ingin seperti Mom Aru yang hanya membesarkannya sendirian.


"Tidak akan, aku tidak akan meninggalkanmu Sayang." Pria itu meyakinkan sang istri sambil menguatkan pelukan. "Aku akan selalu berada disisimu, mencintaimu setiap saat."


Deandra mengangguk kecil menerima cinta yang pria itu berikan. "Jangan buat aku kecewa karena sudah memilih jatuh sedalam-dalamnya pada cintamu," gumamnya pelan.


Perlahan Edric menempelkan bibirnya pada bibir mungil sang kekasih yang sangat dirindukannya. Hanya menempelkan saja menunggu respon Deandra yang ternyata tidak menolak. Sesapan yang awalnya lembut itu jadi semakin dalam dan menuntut.

__ADS_1


Deandra hampir kehabisan napas kalau saja Edric tidak memberikannya kesempatan menghirup napas.


"I miss you Sweetheart, boleh aku menjenguknya." Bisik Edric sensual lalu menggigit cuping telinga Deandra pelan. Membuat wanita yang sedang hamil muda itu merinding dan tidak bisa menolak.


Kesabaran Edric menghadapi istri labilnya akhirnya berbuah manis. Pria itu bisa mereguk kembali kenikmatan bersama wanita tersayangnya. Kali ini dengan cinta yang lebih besar.


"I love you Sweetheart," bisik Edric pada Deandra yang sudah lemas tidak berdaya. Ia akan terus mengulang-ulang ungkapan cinta untuk wanitanya ini.


Tubuh Deandra yang tadi sakit sekarang bertambah semakin remuk menghadapi singa laparnya. Walau Edric memperlakukannya dengan sangat lembut dan hati-hati tetap saja energinya terkuras habis.

__ADS_1


"Terima kasih Sweetheart," ucap Edric dengan tulus beralih menciumi perut Deandra. Ungkapan yang baru sempat dia katakan karena sibuk menenangkan wanitanya ini. "Terima kasih sudah mengijinkannya tinggal di rahimmu. Terima kasih sudah menghadirkannya disini, aku mencintaimu." Senyuman tidak luntur dari wajah tampan pria itu, dengan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


__ADS_2