
"Edric, kau tidak mau mencari Elle. Baby kangen aunty-nya ini," rengek Deandra sengaja agar suaminya itu mau menjemput Ellea yang sudah dua bulan ini tidak pulang.
Hubungan suami istri itu semakin lengket saja. Apalagi Deandra yang tidak bisa jauh-jauh dari Edric. Kalau berjauhan dari sang suami ia mengalami sakit kepala dan mual-mual. Jadilah dengan sangat terpaksa Deandra harus cuti kuliah dan mengikuti kemanapun Edric pergi.
"Baby?" Edric yang sedang sibuk dengan laptopnya menoleh pada sang istri. Wanita itu mengangguk sambil mengelus perut yang mulai membuncit.
"Baby yang mau bertemu aunty-nya atau kau yang kesepian tidak punya teman bertengkar lagi." Edric tertawa kecil beranjak mendekati Deandra yang tiduran di sofa.
"Baby, Daddy." Ucap Deandra manja menirukan suara anak kecil sambil merentangkan tangan minta di peluk.
"Uh Baby besar Daddy yang manja," Edric membantu Deandra bangun dan dengan senang hati memeluk wanitanya yang sudah tidak segan bersikap manja padanya. Bahkan tidak mau ditinggalkan jauh-jauh.
"Jemput aunty Elle please," pinta Deandra memohon dengan wajah memelas. Ia rindu bertengkar dan membuat adik iparnya itu kesal.
"Kalau ada Aunty Elle disini mau apa, hm?" Pancing Edric. Ia memang sudah tahu dimana adiknya itu tinggal tapi tidak bisa bertemu langsung. Karena para preman jalanan di sekitar tempat itu tidak memperbolehkan orang lain bertemu Ellea. Dan Edric tidak ingin pusing mengurusnya selama sang adik baik-baik saja.
"Mau diajak bertengkar," sahut Deandra keceplosan.
__ADS_1
"Tuhkan nakal," calon ayah itu mencubit gemas hidung mancung sang istri. Si empunya hanya menyengir lebar.
"Janji jemput Elle," pinta Deandra ulang. Sudah beberapa kali ia meminta Edric untuk menjemput Ellea tapi suaminya itu tidak melakukannya sampai sekarang.
"Daddy," rengek Deandra saat Edric tidak mengiyakan keinginannya. Pria itu hanya diam tidak menjawab.
"Edric!!" Pekik wanita itu kesal karena didiamkan.
"Yes Sweetheart, nanti Daddy jemput Aunty Elle." Katanya terpaksa menuruti kemauan wanita tersayangnya.
"Thanks Daddy," ucap Deandra berbinar. Sudah tidak sabar ingin mengerjai Ellea dengan dalih kehamilannya.
"Daddy bau!" seru Deandra dengan tawa gelak.
"Yaudah gak usah peluk-peluk lagi kalau Daddy bau," Edric melepaskan pelukannya pura-pura merajuk.
"Edric!" Rengek Deandra masih belum puas memeluk sang suami.
__ADS_1
"Panggil Honey dulu baru di peluk lagi," Edric mengulum senyum melihat wajah masam kesayangannya.
Wanita hamil itu mengerucutkan bibir tajam. "Honey," panggilnya malas-malasan.
"Yes Sweetheart," sang pria tersenyum membawa Deandra dalam pelukan. "Bau acem, hm." Goda Edric menciumi gemas Deandra seperti memperlakukan anak kecil. Dia suka gemas sendiri kalau wanitanya itu sudah bertingkah manja.
"Biarin, yang penting masih ada yang mau peluk." Ibu hamil muda itu menyengir lebar.
"Meluknya terpaksa ini sambil gak napas Sweetheart," katanya mengunyel-unyel pipi Deandra yang sekarang lebih berisi.
Deandra mengerucutkan bibir semakin tajam, "ish Daddy jahat!"
"Cup, cup. Bumil cantik Daddy ini mau merajuk lagi. Temani Daddy kerja dulu ya baru nanti dilanjut merajuknya," bujuk Edric.
Wanita hamil itu mengangguk, "gendong." Pintanya manja yang disetujui Edric.
Deandra tidak mau melepaskan tangannya memeluk Edric walau tahu sang suami sibuk memeriksa berkas-berkas. Sampai wanita itu tertidur dalam posisi duduk dengan kepala bersandar di bahu prianya.
__ADS_1
Edric tersenyum mengecup puncak kepala sang istri yang semakin hari semakin manja, kemudian membenarkan posisi tidurnya. Setelahnya ia meminta anak buahnya untuk menjemput Ellea.