
Edric yang terburu-buru meninggalkan apartemen bibirnya tiada henti mengumpat karena pintu lift sangat lama terbuka. Istrinya itu tidak bisa dihubungi, apalagi Ellea yang ponselnya masih ia sita.
Ting
Pintu lift terbuka menampilkan sosok Deandra dengan pakaian yang berantakan. Edric langsung menarik wanitanya itu dalam pelukan.
"Sweetheart apa yang terjadi?" Tanyanya sangat cemas sekaligus bersyukur istrinya itu tidak terluka.
Deandra mendengus, mendorong tubuh Edric dengan kasar lalu meninggalkannya lebih dulu. Masih kesal pada pria itu, dia menunggu-nunggu berharap dijemput. Eh yang ditunggu malah enak-enakan tidur.
"Sayang..." panggil Edric dengan rengekan membuat Ellea yang dituntun Ron tertawa gelak. Suara tawa Ellea menyadarkan Edric kalau masih ada orang lain di depan pintu lift selain dirinya.
"Ron lepaskan dia!" Edric menatap tajam Ron kemudian beralih pada sang adik.
"Minggir Ed, kaki Elle kram!" Ron tidak menghiraukan peringatan mantan bosnya. Tetap menuntun Ellea berjalan menuju unit apartemen Edric.
"Kau berani padaku sekarang Ron!" Teriak Edric geram dengan suara menggelegar, segera menyusul dua orang itu.
Ron tidak meladeni ucapan Edric. Masuk ke apartemen pria itu tanpa pamit pada pemiliknya terlebih dulu. Dengan pelan Ron membimbing Ellea berbaring di tempat tidur.
"Kenapa kau bawa dia kesini!" Sentak Edric pada Ron yang dengan lancang masuk ke kamar.
"Kau mau aku membawanya ke apartemenku?" Tanya Ron sinis melepaskan alas kaki Ellea dan baru menyadari kalau kaki gadis itu lecet.
"Ron aku bisa sendiri!" Tolak Ellea menarik kaki sebelum pria itu menyentuhnya. "Kau bukan asisten Edric lagi, jadi tidak perlu melakukan itu."
__ADS_1
"Aku melakukannya bukan karena Edric," Ron menegaskan. Inilah saatnya dia menunjukkan perhatiannya pada Ellea.
"Keluar Ron!!" Usir Edric. Melihat Ron sangat memanjakan Ellea membuatnya berdecak kesal. Dia saja tidak pernah memperlakukan sang adik dengan semanis itu.
"Kau yang keluar Edric! Lihat kaki Elle lecet gara-gara kau usir kemarin!" Ron sangat geram pada mantan bosnya itu.
"Kau beneran sakit?" Edric mendekati Ellea. Pria itu sampai melupakan sang istri yang masih marah padanya.
"Ck kau itu sok perhatian, sana urus istrimu!!" Usir Ellea.
"Dasar adik durhaka!!" Gemas Edric mencubit pipi sang adik.
"Singkirkan tanganmu Edric!!" Kesal Ellea, "cari istrimu sana sebelum diculik orang lagi. Istri dalam bahaya kau malah enak-enakan tidur seperti kerbau!" Cerocos sang gadis.
"Itu karena kau tidak membangunkanku anak nakal. Kau harus mendapatkan hukumannya!"
"Mulutmu ini kebanyakan makan cabe rawit!!" Edric menjepit bibir Ellea sebelum pergi meninggalkan.
"Mending cabe rawit dari pada kau makan semen. Makanya kaku!" Balas Ellea tidak mau kalah.
Edric tidak menyahut lagi, benar-benar menghilang di balik pintu kamar Ellea. Pria itu mendatangi istrinya ke kamar.
"Sweetheart..." panggil Edric dengan senyuman yang sangat manis seraya memeluk Deandra dari belakang.
Lagi-lagi Deandra melepaskan tangan Edric yang memeluknya lalu beranjak dari sofa. Kekesalannya pagi tadi saja belum belum hilang, pria itu malah menambah kadar kekesalannya lagi.
__ADS_1
"Sayang, jangan marah!" Mohon Edric mengikuti Deandra kemanapun wanita itu bergerak.
Deandra ke balkon, Edric ikut menyusul ke balkon. Deandra duduk di tempat tidur, Edric juga mengikutinya. Ia tidak lelah mengikuti pergerakan Deandra demi mendapatkan suara emas istri tersayangnya yang masih marah itu.
.
.
.
.
.
...🌷🌷🌷...
Hai kakak-kakak mampir yuk di karya aku yang lain. Semua Sudah tamat 🥰
Ajari Aku Mencintaimu
Gemuruh Cinta Sang Guntur
El & Ken
Kesucian Cinta
__ADS_1
Aksara Cinta