Love You Mr. Arrogant

Love You Mr. Arrogant
Part 47


__ADS_3

"Minggir Ron!!" Edric mengambil alih kemudi dari Ron. Memaksa asistennya itu pindah, ia tidak ingin kehilangan jejak Deandra.


"Anda sedang emosi Tuan, berbahaya kalau menyetir." Cegah Ron yang tahu bagaimana cara menyetir tuannya kalau sedang emosi.


"Kau membantahku Ron!! Mau kukirim sekarang ke sungai Nil, hah!!" Edric menarik paksa Ron keluar dari balik kemudi sebelum banyak waktunya yang terbuang sia-sia.


"Ba-ik Tuan." Belum naik mobil saja Ron sudah memucat.


"Astaga, aku salah pilih asisten!!" Decak Edric, kalau saja bukan teman dan bisa diandalkan otaknya dia sudah membuang Ron ke sungai Nil.


"Saya fobia kecepatan Tuan," ucap Ron pelan saat tuannya mulai melajukan mobil.


"Kau itu kebanyakan fobia, lama-lama kau mengindap depresi dan masuk rumah sakit jiwa!!" Sarkas Edric menambah kecepatannya tanpa mempedulikan Ron yang semakin memucat.


"Kalau kau bukan atasanku sudah ku hajar!!" Umpat Ron yang hanya berani terucap dalam hati.


"Apa? Kau ingin menghajarku Ron!!" Edric mengangkat sebelah sudut bibirnya semakin menambah laju mobil. Dengan lihai ia menyalip mobil-mobil yang ada di depannya sampai mendapatkan klakson dari mobil-mobil lain.

__ADS_1


Sungguh Edric tidak peduli kalau harus kena tilang, yang penting tujuannya tercapai menyusul Deandra secepatnya.


"Ti-daak Tuan!!" Ron menggenggam hand grip semakin erat dengan mata terpejam. Ia masih ingin hidup lebih lama lagi, walaupun tidak bisa mendapatkan cinta Nona Ellea tidak apa. Rapalnya dalam hati. Tentu saja tidak serta merta karena Tuan Edric dia masih bertahan menjadi asisten tuan arrogant-nya yang suka menindas ini.


"Jangan berani-berani kau mengotori mobilku Ron!!" Sentak Edric kala mendengar asistennya menahan muntah. Setelahnya ia memotong jalan mobil yang sedang melaju di depannya sampai berhenti mendadak.


Dengan langkah tegap Edric keluar dari mobil seraya memasang kacamata hitam kebanggaannya. Tidak mempedulikan Ron yang hampir mati ketakutan dan langsung muntah-muntah setelah keluar dari mobil.


“Keluar!!” Edric menggedor kaca mobil dengan keras.


"Anak kemaren sore jangan berani membuat masalah denganku!!" Peringat Azmi dengan tatapan elang yang siap menguliti mangsanya.


"Kakek-kakek bau tanah jangan berani menyentuh istriku!!" Balas Edric, menatap balik netra elang Azmi tanpa gentar. Menangkis serangan om kesayangan Deandra itu.


Mengingat betapa Deandra mencintai Azmi membuat darah Edric mendidih sampai ke ubun-ubun. Gara-gara pria tua ini Deandra bersifat angkuh padanya, tapi itu dulu. Ia bisa memastikan kalau sekarang wanita itu berpihak padanya.


Bugh!!

__ADS_1


Tinjuan berhasil mengenai perut Edric sebanyak tiga kali saat suami Deandra itu lengah.


"Edric!!" Jerit Deandra yang tidak bisa melakukan apa-apa saat menyaksikan suaminya meringis kesakitan.


"Ron, kenapa kau masih diam?" Teriaknya pada asisten sang suami yang masih terlihat pucat berdiri tanpa pergerakan.


"Kau membelanya Baby!!" Azmi menghajar Edric semakin membabi buta.


Sedang Edric hanya menghindari tanpa bisa melakukan perlawanan karena tenaganya sudah melemah.


“Om berhenti!!” Teriak Deandra kala Azmi ingin menendang Edric yang sudah tidak berdaya.


“Om berhenti!!” Teriak Deandra ulang karena Azmi tidak mendengarkannya. Ia maju melindungi tubuh Edric agar tidak terkena tendangan Azmi. Tapi naas malah perutnya yang terkena tendangan pria itu sangat keras.


"Dea!!" Teriak Edric menangkap tubuh Deandra yang limbung dengan gerakan cepat.


“Baby!!” Azmi yang baru menyadari tendangannya mengenai perut gadis kesayangannya langsung membeku.

__ADS_1


__ADS_2