
Di sebuah bangunan tinggi bertingkat di tengah kota metropolitan itu.
Dua orang pria yang terpaut usia tak terlalu jauh nampak berjalan memasuki lobby perusahaan milik Diego Calvin Hernandez.
Sebuah perusahaan yang akhir akhir ini makin naik namanya di bidang bisnis karena kinerja tangan dingin dari kedua pria yang terpaut usia tiga tahun itu.
Diego dan Sam berjalan dengan tenang memasuki area perusahaan. Seperti biasanya, para karyawan nampak membungkuk memberikan hormat pada kedua pria yang memiliki jabatan tertinggi di perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi itu. Sebuah perusahaan milik keluarga Diego yang diwariskan pada pria itu sejak lima tahun terakhir.
"tuh, lihat..! calon suami gue...!" bisik salah satu karyawati yang sepertinya begitu mengidolakan dua sosok tampan itu.
"yang mana? yang duda apa yang masih perjaka?" tanya salah satu rekannya.
"yang mana aja gue mau... hahaha..." imbuu si karyawati tadi.
Dan masih banyak lagi bisik bisik kekaguman yang para karyawan karyawati itu lontarkan. Memuja kharisma seorang Diego dan Samuel yang memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para kaum wanita. Tampan, gagah, kaya raya, bertangan dingin dan berwibawa. Benar benar lelaki idaman kaum hawa.
Kedua pria itu pun berjalan menuju lift yang akan membawa mereka menuju lantai atas tempat dimana ruangan CEO berada.
Tak lama, keduanya pun sampai di lantai yang di tuju. Diego berjalan masuk ke ruangan CEO, disambut bungkukan tubuh dari seorang wanita cantik dengan tubuh indah tinggi semampai ber name tag Carissa itu.
Diego tak peduli. Ia masuk ke dalam ruangannya. Namun....
"sssstttt....!"
"suara itu berhasil membuat Carissa menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya pria berjambang tipis dengan badan atletis yang sejak tadi berjalan di belakang Diego itu nampak mengedipkan sebelah matanya sembari memasang senyuman nakal.
Carissa mengulum senyum malu malu. Si duda tampan dengan sejuta pesona itu kembali menggodanya. Membuatnya makin tak karuan dibuatnya.
Sam yang memang di kenal mata keranjang itu lantas duduk di bangkunya sembari tak lepas menatap ke arah wanita berpostur aduhai dengan dada dan pan*at yang terlihat sintal dan berisi tersebut. Membuat Carissa makin salah tingkah dibuatnya. Laki laki itu memang selalu bisa membuatnya jadi tak karuan. Seorang duda kaya dan muda dengan sejuta pesona.
Carissa tersipu malu.
"bapak, jangan liatin terus, ah" ucap Carissa malu malu.
"gimana nggak dilihatin, orang kamu tiap hari cantiknya makin nambah" ucap Sam membuat Carissa makin tak karuan.
"malam ini jalan, yuk" ucap Sam.
"kemana?" tanya Carissa.
Sam merebahkan tubuhnya di sandaran kursi sambil melipat satu kakinya di atas kaki yang lain.
"maunya kemana?" tanya nya.
__ADS_1
"terserah bapak aja..." ucap Carissa.
Sam tersenyum nakal.
Ya, Sam dan Carissa memang diam diam memiliki hubungan spesial. Carissa gadis muda yang memang sejak lama mengidolakan dua pria atasannya itu rupanya diam diam sering menghabiskan waktu bersama duda beranak satu tersebut.
Tak seperti Diego yang lebih suka memacari janda dan para wanita yang lebih tua darinya, Sam justru lebih tertarik pada daun muda.
Semua mantan pacar Sam rata rata usianya terpaut sepuluh tahun lebih muda dari nya. Seperti Carissa misalnya. Usianya terpaut tiga belas tahun. Wanita itu kini usianya baru dua puluh lima tahun. Sedangkan Sam kini sudah tiga puluh delapan tahun.
Perbedaan usia yang mencolok nyatanya tak menyurutkan kekaguman nya pada Sam. Yang penting kaya dan ganteng. Usia hanyalah angka. Dan status bukanlah masalah yang berarti bagi wanita itu. Toh Sam selalu memberikan apapun yang ia mau. Laki laki itu benar benar menjadi sugar daddy bagi Carissa yang masih muda belia.
.
.
.
Beda Sam, beda pula dengan Diego...
di dalam ruangan CEO milik pria yang mengaku ayah kandung Arini itu.
Pria matang berparas tampan itu mendudukkan tubuhnya di atas kursi kerjanya. Di hembuskan nya nafas itu kasar. Pria yang sebenarnya masih berusia tiga puluh lima tahun itu lantas melonggarkan dasinya. Memberi sedikit kebebasan untuk leher kokoh milik sang pria dengan sejuta pesona tersebut.
"morning, sun shine" ucap pria itu sembari tersenyum.
"bagaimana kabarmu di surga? kau bahagia?" tanya Diego sembari tersenyum.
"apa yang kau lakukan pagi ini? apa kau sudah bertemu dengan Tuhan hari ini?"
"aku harap kau selalu bahagia di sana, sayang" ucap Diego sembari menyunggingkan senyuman simpul.
Ditatapnya foto itu dengan sorot mata penuh cinta.
Ya, namanya Diego Calvin Hernandez. Orang orang sering memanggilnya dengan nama Diego atau Digo. Diego adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Giselle, wanita itu kini tinggal di luar negeri bersama anak dan suaminya.
Ibunya sudah meninggal. Kini Diego bekerja sebagai seorang pemimpin di sebuah perusahaan yang diwariskan ayahnya, tuan Grey Hernandez yang sudah berusia lanjut.
Diego adalah seorang pekerja keras. Pembisnis bertangan dingin dan berotak brilian. Perusahaan yang kini dipimpinnya makin berkembang dan maju selama dipegang olehnya kurang lebih lima tahun belakangan ini.
Foto yang berada di atas mejanya itu adalah foto seorang wanita yang menjadi tambatan hatinya sejak usianya masih remaja. Namanya Steffi. Usianya tiga tahun lebih tua darinya.
Steffi juga merupakan anak dari seorang pengusaha ternama, rekan bisnis ayahnya. Diego sudah menaruh hati pada wanita itu sejak ia berusia lima belas tahun dan Steffi delapan belas tahun.
__ADS_1
Namun sayang, cinta Diego bertepuk sebelah tangan. Steffi dijodohkan dengan seorang laki laki kaya raya lainnya bernama Calvin Alexander. Calvin dan Steffi terpaut usia dua tahun saja.
Keduanya lantas menikah saat usia Calvin dua puluh dua tahun dan Steffi dua puluh tahun.
Diego yang kala itu masih tujuh belas tahun pun merasakan patah hati yang teramat dalam. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Wanita itu memilih untuk menikah dengan laki laki lain meskipun kala itu Steffi sudah mengetahui tentang perasaan Diego padanya.
Namun sayang, Steffi hanya menganggap Diego tak lebih dari seorang adik.
Takdir yang tak merestui hubungan cinta Diego dan Steffi membuat Digo pun harus merelakan Steffi bersanding dengan pria lain. Awalnya Diego berusaha mengikhlaskan wanita itu setelah melihat kebahagiaan yang selalu Calvin dan Steffi tunjukkan padanya. Namun semua berubah mana kala kebusukan Calvin Alexander terbongkar.
Calvin diketahui menghamili seorang wanita yang merupakan pembantu rumah tangga di kediaman nya saat masih menjalani masa pacaran dengan Steffi. Wanita itu bernama Dewi.
Borok itu terbongkar setelah tiga tahun pernikahan mereka. Diam diam Calvin sering mentransfer uang untuk Dewi melalui seorang pria bernama Yanto.
Pembantu itu di kabarkan sudah meninggal. Sedangkan anaknya di rawat oleh ibunya di kampung.
Steffi tak terima. Wanita itu tak suka suami nya berbagi dengan wanita lain. Mentransfer kan sejumlah uang untuk orang lain meskipun itu darah daging Calvin sendiri.
Rumah tangga mereka menjadi tidak harmonis. Steffi sering mencurahkan segala isi hatinya pada Digo mengenai perlakuan kasar Calvin padanya. Membuat Digo makin iba dan ingin melepaskan jeratan Calvin atas Steffi.
Hingga pada suatu ketika, Steffi ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya dengan Calvin. Banyak rumor yang berkembang mengatakan bahwa Steffi di bunuh oleh Calvin saat keduanya tengah bertengkar hebat. Namun dari pengusutan polisi tidak ditemukan tanda tanda pembunuhan yang Calvin lakukan. Polisi mengatakan bahwa kematian Steffi adalah murni kecelakaan.
Batin Diego terkoyak. Hatinya hancur. Wanita yang ia cintai mati di tangan suami laknat itu. Laki laki yang telah salah ia jadikan sebagai pendamping hidup.
Sejak saat itu Diego begitu membenci keluarga Calvin. Sebagai seorang pria yang mulai dewasa, penerus bisnis keluarga, ia bersumpah untuk menghancurkan Calvin dan keluarga nya. Ia selalu berusaha untuk menjatuhkan kerajaan bisnis laki laki pembunuh wanitanya itu dengan cara apapun. Membuatnya hancur se hancurnya.
Ambisi Diego begitu menggebu gebu hingga saat ini. Hingga pada akhirnya Diego pun berjaya. Perusahaan Calvin kalah saing dengan perusahaan milik Digo. Lambat laun aset keluarga Calvin mulai menurun. Membuat nama Calvin Alexander kini makin terpuruk saja di jurang bawah dunia bisnis.
Diego makin di buat bahagia dan bak di atas awan mana kala kemarin tiba tiba saja seorang gadis datang padanya. Menyambangi bekas rumah keluarga Calvin Alexander yang ia beli beberapa bulan lalu dan mengatakan bahwa ia adalah anak Dewi dan Calvin.
Bocah itulah biang masalah dalam kehidupan rumah tangga Steffi dan Calvin. Bocah kampungan yang masih diperhatikan oleh Calvin meskipun ibu kandungnya sudah mati.
Diego seolah seperti di berikan mainan sebagai ajang balas dendam oleh Tuhan. Pria itu seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas itu untuk balas dendam. Mengaku sebagai tuan Calvin ayah Arini. Dan mengikat gadis bodoh itu agar tunduk pada perintahnya. Ia bersumpah akan membuat bocah itu menderita. Membuatnya tersiksa di rumahnya. Menjadikan wanita itu sebagai seorang pembantu. Hal yang memang seharusnya sudah menjadi tempatnya sejak pertama kali wanita itu di lahirkan.
Arini, dia akan menjadi mainan bagi sang Diego. Akan dijadikan nya wanita itu sebagai ajang pelampiasan kebencian nya pada keluarga Calvin yang menjijikkan. Diego akan membalaskan kematian Steffi dengan cara menyiksa anak kandung Calvin itu. Seumur hidupnya...!
...----------------...
Selamat sore,
up 17:14
yuk, kasih dukungan dulu...
__ADS_1