
tok..tok...tok...
"daddy..! sarapan dulu, yuk" ucap wanita cantik itu sembari mengetuk ngetuk pintu kamarnya. Memanggil laki laki yang sejak selesai mandi pagi tadi hingga kini belum juga keluar dari ruangan itu.
"iya, bentar" sahut Digo dari dalam sana.
Tak lama, pintu kamar pun terbuka. Pria dengan kaos putih oblong dan celana pendek itu keluar dari ruangan tersebut sambil membawa ponselnya.
Arini mendongak, menatap ke leher sang suami yang nampak terdapat bercak merah disana.
"daddy..." ucap Arini.
"what?" tanya Digo santai.
"itu nggak ditutupin?" tanya Arini pelan sembari menunjuk ke arah leher sang suami.
Diego tersenyum simpul.
"kalau di tutupin, enggak..! tapi kalau mau ditambahin, boleh..! nih ..." ucap Diego yang kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya dan mendekat kan lehernya pada sang istri.
"apasih?!" ucap Arini terkekeh sembari menoyor pipi suaminya.
Diego tergelak.
"ada bapak, dad. Nggak malu apa, kalau ntar di lihat bapak..?" ucap Arini.
"bodo amat..!" ucap Diego yang kemudian dengan PD nya berjalan menuju meja makan.
__ADS_1
Disana, sudah ada Calvin yang duduk di salah satu kursi meja makan itu. Sedangkan dihadapan pria gondrong itu, tepatnya di atas meja makan berbentuk bundar itu, aneka menu santap pagi sudah berjajar rapi disana.
Ya, kemarin Diego memerintah Roni, anak buahnya di kota itu untuk mengirim banyak sayur dan aneka bahan makanan ke rumah sementara nya itu.
Semenjak pertengkaran Arini dsn Bu Tri kemarin, Digo dan Calvin kompak melarang Arini untuk keluar rumah dan bertemu dengan orang orang kampung bermulut rusak itu.
Semua kebutuhan Arini sudah terpenuhi. Wanita itu cukup bilang apa yang ia butuhkan pada Digo, maka laki laki itu pun dengan segera akan meminta anak buahnya mencarikan apa yang Arini inginkan. Membuat wanita itu pun kini tak perlu repot repot lagi untuk keluar rumah.
Diego duduk di salah satu kursi di meja makan itu. Tepat di samping pria berambut gondrong yang kini nampak menatap ke arahnya.
Lagi, fokus matanya tertuju pada leher ber bercak merah disana. Seutas senyum singkat terbentuk dari bibirnya. Gini amat tinggal serumah ama penganten baru..?! pikir Calvin.
Diego acuh. Namun Arini nampak menahan malu melihat ulah suami labilnya itu.
Wanita itu menggerakkan sikunya menyenggol lengan Digo. Membuat pria itupun mendongak lalu menggerakkan kepalanya seolah bertanya "apa?" pada sang istri.
Arini hanya bisa menghela nafas panjang. Ia kemudian mulai mengambilkan nasi dan lauk pauk fi atas meja itu dan menuangkan nya ke piring Calvin dan Diego.
Ketiganya pun memulai santap pagi mereka bersama sama. Tak banyak obrolan yang terdengar. Ketiganya sibuk dengan santap pagi mereka. Hingga...
"baby..." ucap Digo memulai perbincangan.
"hmm..." jawab Arini sembari mengunyah makanannya.
"nanti mantan kamu bakal kesini" ucap Digo membuat Arini seketika ter batuk batuk dibuatnya. Ia menghentikan pergerakan nya. Meraih segelas air dan meminumnya setengah.
Calvin yang mendengar ucapan sang menantu pun juga terdiam. Ia melirik ke arah Diego tanpa berucap sepatah katapun.
__ADS_1
"dia mau kesini?" tanya Arini.
Digo mengangguk santai sambil menikmati santap paginya.
"ngapain lagi, dad?!" tanya Arini.
"interview..! kan dia ngelamar kerja di perusahaan daddy..." ucap Digo santai.
Calvin mengangkat satu sudut bibirnya, lalu melanjutkan makannya. Sedangkan Arini kini nampak diam dengan mulut terbuka dan otak penuh pertanyaan. Apa yang ingin laki laki itu lakukan?
"lu mau terima dia jadi karyawan lu?" tanya Calvin seolah tak sedang berbicara dengan menantunya.
"kenapa nggak? gue rasa dia punya kemampuan. Ya, walaupun belum ada pengalaman. Tapi nggak apa apa. Gue bisa nerima dia lewat jalur khusus. Makanya gue undang dia untuk datang kesini dan bertemu gue secara langsung. Dan karena dia gue terima lewat jalur khusus, maka gue juga minta persyaratan yang khusus juga kalau dia mau bergabung di perusahaan gue. Adil kan?" ucap Diego sembari menyunggingkan seringai licik ke arah Calvin di akhir kalimat nya. Calvin melirik. Ia mengangkat satu sudut bibirnya. Seolah tahu apa yang berada di otak Digo saat ini.
Arini hanya diam. Ia menatap ayah dan suaminya itu bergantian dengan tatapan mata penuh tanya.
Apa yang akan kedua pria itu lakukan sebenarnya??
...----------------...
Selamat siang...
up 11:26
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰😘😘